
Ren mengejar Alexa yang baru saja masuk ke dalam lift, pria itu segera berlari dan mencegah agar lift tidak tertutup dengan menggunakan kakinya sebagai penghalang.
Alexa yang sedang menunduk tiba-tiba melihat sepatu mengkilap seseorang, dan dia mendongak.
Deg
Buru-buru Alexa menghapus air matanya, bukanya bersih namun malah darah yang masih berada di jarinya membuat noda di wajahnya.
"Pak." Ucapnya dengan suara parau.
Ren segera masuk dan menarik tangan Alexa untuk keluar.
"Ceroboh apa yang kau lakukan." Ren langsung memasukan jari telunjuk Alexa yang terkana luka robek dan menghisapnya.
Alexa memejamkan mata, ada gelayar rasa hangat yang tiba-tiba menyeruak dalam dirinya. Entah apa yang dia rasakan yang jelas perasaanya semakin bergejolak melihat perlakuan Ren yang membuatnya bingung.
Apa yang dia dengar tadi membuatnya menjadi wanita yang sudah tidak suaminya sukai. Alexa mendengar Ren menyukai wanita lain, dan dia sadar mungkin karena sikapnya membuat Ren berpaling.
Kegiatan yang Ren lakukan mengundang kasak kusuk pegawai yang baru saja tiba di lantai sepuluh, karena mereka masih berada dekat dengan lift, dan para karyawan muncul dari sana karena jam istirahat sudah habis.
"Pak, hentikan." Alexa menarik tangannya, para karyawan membicarakannya, dan Alexa tertunduk dengan malu. "Saya permisi." Alexa memilih pergi dari pada menjadi tontonan dan bahan gosip lebih panjang.
"Mau kemana?" Ren kembali mencekal tangan Alexa. "Ikut aku." Ren menariknya lembut dan mengandeng nya menuju ruanganya.
__ADS_1
Alexa menatap kesekeliling dan mereka masih membicarakannya.
"Dih, ternayata anak pindahan itu murahan pakai apa dia sampai si bos mau." Ucap wanita yang melihat Alexa sinis.
"Ck, kaya tidak tahu cewek modelan sekarang apalagi masih muda kayak tu cewek." Ucap rekanya lagi.
Mereka masih membicarakan kedekatan bos datarnya itu dengan karyawan baru di bagian keuangannya.
Brak
Ren membuka kasar pintu ruangannya ketika mendengar kakak sepupunya tertawa bersama Juno.
"Keluarlah kalian, dasar bedebah sialan." Ren menatap sinis Juno, yang langsung menutup mulutnya ketika melihat tatapan sinis bosnya.
"Oh.. rupanya kamu lebih menyukai wanita itu dibanding aku Ren." Ucap Aileen dengan menampilkan wajah sendu. "Tadi kamu bilang menyukaiku, tapi sekarang." Aileen pura-pura sedih.
Alexa menatap wanita yang sejak tadi dia lihat, bergantian melihat wajah Ren yang memutar kedua matanya malas.
"Sebaiknya lu pergi kak, gue aduin sama Mama Indira biar lu gak diberi ijin pemotretan lagi." Tukas Ren dengan ketus menatap Aileen yang menyebalkan.
Ren menyuruh Alexa duduk di sofa, dan dirinya duduk di sampingnya.
Plak
__ADS_1
"Dasar keponakan kurang ajar, awas aja kalau lu ngadu, gue culik bini lu." Aileen menatap Ren tajam dengan wajah kesal dan wanita itu pergi karena tidak ingin di adukan kepada sang Mama yang lebih galak dari pada sang papa, dan paparnya pasti akan menurut dengan yang mamanya ucapkan.
Alexa diam, sejak tadi dirinya mencerna ucapan Ren yang memanggil wanita itu kakak.
"Kamu mau, gaji kamu saya potong..!!" Ucap Ren menatap Juno yang masih berdiri disana.
"Eh, tidak bos, terima kasih." Juno buru-buru pergi dari ruangan bosnya dengan gesit, karena tidak mau gajinya di potong.
"Diamlah." Ucap Ren dengan dingin, ketika Alexa menarik tangannya.
.
.
Masih ada sisa kalau kalian tinggalkan jejak, buat author semangat updateπ€£
Jempol mu semangatku...
Komen mu semangatku...
Reader kuu.. πΆ
ππππππ
__ADS_1