Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

Lambe Lamis di pabrik kian ramai setelah tersebar foto seorang pria dan wanita sedang berciuman. Dan foto itu hanya ada di grub para karyawan saja tidak ada atasan mereka yang masuk ke dalam grub gosip lambe lamis itu.


Begitupun Aaron setelah sempat keluar dari pabrik, dirinya sengaja keluar dari grub akun gosip yang menurutnya tidak penting.


Dan saat ini para grub sedang gempar dengan foto berciuman itu, tapi sayangnya mereka tidak tahu siapa pelakunya, karena wajah si wanita tertutup oleh tubuh Aaron. Yang jelas hanya seragam yang Aaron pakai, karena seragam itu hanya di pakai di bagian pengemasan.


"Wah, parah nih orang main sosor di dalam pabrik." Mereka hanya melihat sebuah ruangan yang tidak pernah mereka tahu di mana.


"Iya, kira-kira siapa yang sudah berbuat mesum di pabrik, dan ini orang pasti keryawan pabrik yang nyebarin."


Beberapa orang masih membicarakan berita panas itu.


"Duh, ini orang bikin geger satu pabrik aja." Dadang yang mengenali punggung Aaron, merasa kesal. Bagaiman jika foto ini sampai di tangan atasan pasti temanya itu akan di pecat.


Jika semua orang sedang penasaran dengan dua orang di dalam foto itu, maka seseorang sedang tersenyum senang melihat semua sedang sibuk bergosip, makan rencana yang dia buat pasti berjalan lancar.


"Ini masih foto, belum Vidio yang aku kirimkan, dan kalian pasti tidak akan menyangka jika tahu siapa dua orang itu." Ucapnya tersenyum sinis.


"Eh..Na, kira-kira siapa ya di balik foto itu." Ucap gadis di sebelah Hasna yang sedang duduk di kantin.


"Iya, pasti kalau foto itu sampai ke atasan, mereka bakalan di pecat." Ucap temanya satu lagi.


"Auh ah..males mikirin kaya gitu, mending mikirin mas Ryan aja yang udah jelas kelihatan mukanya yang ganteng." Ucap Hasna yang tersenyum, mengingat wajah Aaron Ryan Lewis, yang mereka kenal Ryan.


"Dih, kamu mah beruntung bisa deket sama mas Ryan."


"Iya..tapi hati-hati loh kayaknya atasan mas Ryan cewek *****, deketin dua cowok sekaligus."


"Hanya gosip, kalian tenang saja mas Ryan bakalan jadi milik gue." Hasna sombong diri.


"Percaya sih, sama speak bidadari kaya loe mah."


Dan mereka bertiga tertawa.


"Kemana juga si Ryan ini." Dadang yang sejak tadi mencari Aaron ketempat biasa pria itu nongkrong tidak ada.


Padahal temannya itu sedang trending topik di lambe lamis grub.

__ADS_1


"Dang, nyari saja?" Tanya Asep yang melihat Dadang seperti mencari seseorang.


"Lu gak tau di grub sedang ada bumi gonjang ganjing." Ucap Dadang menatap Asep serius.


"Tau atuh, mereka teh lagi gosipin foto sesep-sesepan." Ucap asep dengan menautkan kedua tangannya.


"Nah itu, kamu tau siapa orang nya?" Tanya Dadang Semangat.


"Tau atuh, yang jelas dia cowok dan cewek." Asep semangat menjawab.


"Ya salam.." Dadang menepuk keningnya sendiri.


"Nek, Sena kerja dulu ya.."


"Lain kali sering ya main kesini, biasanya si Ryan hanya sendiri, eh sekarang malah bawa cucu nenek." Ucap Weni pada kedua orang di depannya itu.


Aaron hanya garuk kepala, dirinya tidak tahu jika pemilik kedai ini kenal dengan Sena. Niat hati ingin makan siang berduaan atau bahasa kerennya kencan, ehh malah ada nenek Weni yang setia menunggu nya setiap saat. 'Duh..apes'.


"Iya nek, kebetulan Ar_em Ryan anak buah Sena di pabrik." Ucap Sena yang salah sebut nama, karena orang-orang mengenal Arron dengan nama Ryan, sedangkan Sena tau dari pria itu sendiri.


"Tidak apa, Ryan pria baik dan tampan." Weni tersenyum, sepertinya dia bisa membaca hati Aaron dengan baik.


"Ayo.. sebentar lagi jam kerja habis." Ucap Aaron yang melihat jam di tangannya.


"Kami permisi nek." Sena mencium tangan Weni begitupun juga Aaron.


"Hati-hati Kalian." Mereka menjawab dengan sambil berjalan.


"Muka kamu kenap" Tanya Sena diatas motor, mereka sedang menuju ke pabrik.


"Tidak apa." Aaron masih merasa kesal, karena kencannya siang ini batal, nanti malam pasti Sena mengusirnya jika datang ke apartemen.


"Oh.."


Aaron memakirkan motor di parkiran, keadaan cukup sepi, karena memang mereka terlambat sepuluh menit masuk.


"Kalau kamu seperti ini setiap hari, pasti banyak karyawan yang membicarakan mu." Ucap Sena pada Arron.

__ADS_1


"Kenapa?"


Sena mendesak lelah, bibirnya bergerak komat kamit medumel. "Kamu pekerja sama seperti mereka, tapi lihat datang saja terlambat terus." Ucap Sena ketus.


"Oh, kan demi Ayank, aku ikut datang telat."


"Cih, lain kali tidak udah menjemput pakai motor sendiri-sendiri." Sena berjalan meninggalkan parkiran dan Aaron yang hanya menghela napas.


"Mau bagaimana lagi, kalau aku tidak dekat kamu, nanti tua itu akan berbuat macam-macam." Gumam Aaron sendiri.


Jika bukan karena ancaman sang kakek mana mungkin dia mengawal Sena pulang pergi dengan intens, tapi demi keamanan pujaan hati dirinya juga merasa telah melanggar jam kerjanya di pabrik.


"Pasrah lah." Ucapnya lemas, dan mengikuti s nanyang sudah jauh dari nya.


.


.


Di Jakarta Kakek Lewis sedang tertawa mendengar laporan yang anak buahnya sampaikan, bagaimana kelakuan cucunya yang kabur lagi dari mansion dan memilih tinggal di Sukabumi bumi untuk mendekati Biana Sena Bagaskara.


Dan cucu nakalnya itu, ternyata sudah menang banyak akibat ancamannya.


Anak buahnya menceritakan dimana Aaron menginap di apartemen Sena semalaman dan belum lagi Aaron yang memasak bubur untuk pertama kali. Kakek Lewis pun sampai terbahak mendengar cerita cucunya melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan seumur hidup.


Dan bagaimana mereka tahu, gampang karena mereka tak sengaja memasang telinga di pintu apartemen Sena, karena apartemen Sena tidak kedap suara jadi mereka bisa mendengar keributan kedua orang tua itu.


"Biarkan saja dia berbuat semaunya, yang penting awasi mereka terus, sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan cucu nakal itu." Ucap kakek Lewis pada bawahannya di seberang telepon.


Kakek Lewis juga mengirim anak buahnya ke dalam pabrik milik Sena di mana anak buahnya itu menyamar sebagai karyawan, untuk memantau dan melaporkan kegiatan cucunya di didalam pabrik. Dan benar saja kakek Lewis mendapatkan seseorang yang sudah merekam Sena dan Aaron.


"Baik tuan.."


"Jack, kapan Arthur akan tiba di Indonesia." Tanya kakek pada asisten pribadi nya.


"Bukan depan tuan, setelah itu beliau akan tinggal di Jakarta dalam waktu yang lama." Ucap Jack memberi informasi.


"Hm.." Jack pun pergi setelah mendapat isyarat dari kakek Lewis.

__ADS_1


"Kalian pasti tidak sabar melihat putra nakal kalian jadi pengantin." Gumam sang kakek sambil tersenyum bahagia.


__ADS_2