
"Sayang apa kamu tidak lelah." Ren melihat Istrinya yang masih gesit untuk berjalan, padahal sedang membawa dua bayi dalam perutnya.
"Aku mau ke toko itu mas." Ucap Alexa girang ketika melihat toko mainan anak.
"Hati-hati sayang." Ren yang merasa negeri sendiri melihat cara jalan istrinya segera mengandeng tangannya, sungguh melihatnya Ren merasa takut sendiri.
Keduanya sedang berada di Mall terbesar di pusat kota, entah apa yang Alexa cari, Wanita itu merengek mengajak suaminya untuk pergi ke Mall dan disinilah mereka berdua.
"Aku ingin membelikan baby A mainan." Ucap Alexa melihat-lihat mainan mobil-mobilan dan robot mainan khas anak laki-laki.
"Sayang, apa kamu lupa jika rumah papa sudah seperti toko mainan." Ucap Ren menatap Alexa dengan alis terangkat sebelah.
Alexa mengingat rumah mertuanya, dan yang dikatakan suami nya benar, ruang tengah kini disulap menjadi ruangan luas tanpa barang apapun, kecuali lemari-lemari untuk menyimpan mainan baby A, bahkan mainan itu masih tersegel semua.
"Kamu sudah mengingatnya?" Ren nampak tersenyum melihat wajah Alexa berubah manyun.
"Terus kita mau belikan apa sama baby A," Alexa menatap suaminya untuk meminta pendapat.
"Em, pakaian mungkin." Ucap Ren memberi ide.
"Ish, apa kamu juga lupa jika setiap tiga hari sekali mama Arin mengirimkan koleksi pakaian limited edition kepada cucu kembarnya." Alexa menatap Ren kesal.
"Oh," Jawab Ren singkat, membuat Alexa bertambah kesal. Ren yang melihat wajah masam Istrinya mengulum senyum, dirinya melihat toko yang begitu menggoda dimatanya. "Ayo ikut aku." Ren Manarik tangan Alexa untuk mengikuti langkah kakinya.
__ADS_1
"Kemana sih.." Alexa malas, namun tetap mengikuti langkah kaki suaminya yang akan membawanya kemana dia tidak tahu.
"Ikut saja, pasti kamu akan senang." Ren tersenyum penuh arti.
Alexa yang melihat toko didepanya membelalak kedua matanya, "Mas, untuk apa kita kesini." Alexa menatap Ren dengan mata memincing, sedangkan Ren hanya tersenyum.
"Membelikan kamu pakaian dinas, anggap saja untuk bebymoon kita." Ucap Ren tanpa malu, dia mengajak Alexa untuk masuk ke toko khusus menjual Ligeri dan juga onderdil dalaman membuat Alexa tak percaya.
"Pilihlah yang kamu suka, jangan lupa warna merah dan hitam itu akan membuatmu semakin seksih sayang." Bisik Ren ditelinga Alexa, membuat wajah wanita hamil itu kian merona.
"Ish, mesum." Alexa memukul bahu suaminya, membuat Ren tertawa.
"Lagian aku tahu." Kedua tangan Ren seperti ingin menangkup kedua dada Alexa, reflek Alexa menutupinya. "Mereka butuh tempat yang nyaman agar tidak terjepit." Setelah mengatakan itu Ren berlalu pergi, membuat Alexa kesal dan malu. Beruntung tidak ada orang didekat mereka.
Fyuuhh
"Merah dan hitam, perasaan warna punyaku seperti itu semua." Gumamnya sambil memilih warna yang suaminya bilang dan Alexa memilih beberapa set onderdil dengan motif yang berbeda.
Sesudah memilih dan Ia berikan kepada pelayan wanita di sana, Alexa berjalan melihat-lihat patung yang dipasang Ligeri, dirinya menatap Ligeri itu, kemudian menatap tubuhnya lewat pantulan cermin.
"Mana bisa aku memakai seperti itu." Gumamnya dengan wajah sendu. Tumbuhnya yang semakin berisi membuatnya tidak bisa memilih pakaian yang dia sukai, apalagi memakai lingerie seksi.
"Kamu menginginkannya." Ucap Ren memeluk tubuh Istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Em, tidak." Alexa menggeleng, "lagi pula tidak akan muat jika aku memakanya juga." Ucapnya dengan senyum.
Ren hanya tersenyum, dirinya tahu apa yang Istrinya pikirkan. "Pesanku sudah?" Tanya Ren dengan tersenyum jahil.
"Ck, sepertinya kamu lebih mengerti kebutuhanku, aku saja tidak ingat jika onderdilku mulai mengecil." Jawabnya dengan mengerucut kan bibir.
Ren terkekeh. "Ayo kita bayar." Tangannya kembali menggenggam tangan sang istri untuk menuju kasir.
Ren membayar semua belanjaan sang istri dan membawa beberapa paperbag dari kasir, menuju dimana Alexa sedang duduk menunggunya.
"Sudah ayo, aku lapar." Alexa berdiri langsung memeluk lengan suaminya, Wanita itu terkadang manja dan juga suka menyebalkan diwaktu bersamaan.
"Boleh, kita ke restoran itu." Ren menunjuk restoran western yang jaraknya tidak jauh, karena dia tidak ingin Alexa lelah.
Masuk ke dalam restoran, Ren menuju bangku yang kosong, karena kebetulan sedang ramai dan hanya tinggal satu meja di pojok yang kosong.
"Eh, mas bukannya itu kak Diaz." Ucap Alexa yang melihat Diaz duduk sendiri sambil memainkan ponselnya. Tapi di meja Diaz ada dua gelas minuman.
"Ya, mungkin dia sedang berkencan." jawab Ren seadaanya, meskipun Alexa sudah menjadi miliknya, namun Ren masih kesal jika Alexa menyebutkan nama mantan pacarnya.
"loh, bukanya itu Gesya." Alexa semakin penasaran dengan kedua orang yang seperti nya sedang memiliki hubungan, dan jika itu benar maka gadis yang menjadi misteri di grub kantor adalah Gesya sendiri.
"Biarin aja sayang, mereka berhak memiliki pasangan, lagian tidak dilarang jika mereka memiliki hubungan di kantor." Ucap Ren langsung membuat Alexa memincingkan matanya.
__ADS_1
"Oh, jadi dulu itu hanya peraturan sesaat, setelah aku pacaran dengan kak Diaz." Ucap Alexa sinis, dan langsung membuat Ren menelan salivanya, melihat tatapan horor istrinya.
"Mati aku."