
Ren sampai di apartemen pukul sebelas malam, dirinya harus menyelesaikan urusannya di kantor polisi memastikan Jihan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatanya.
Meskipun dulu mereka pernah menjalin hubungan namun Ren sama sekali tidak menaruh rasa kasihan kepada mantan kekasihnya itu. Jihan mendekam di penjara karena perbuatanya sendiri dan itu adalah hukuman agar membuatnya jera.
Ceklek
Ren membuka pintu kamar, dirinya melihat sang Istri sudah terlelap dalam tidurnya. Memang tadi Alexa meminum obatnya sebelum dia pergi dan obat itu juga membuat Alexa agar istirahat.
Menatap wajah Alexa yang damai dalam tidurnya membuat hati Ren terasa hangat. Wanita didepanya ini terlalu sabar dan kuat untuk menghadapi cobaan.
Sebelumnya mereka me dapatkan ujian yang begitu membuat keduanya merasa sedih, dimana mereka harus kehilangan calon bayinya yang sudah Tuhan hadirkan, dan kini mereka sudah kembali bangkit dari kesedihan itu, tapi lagi-lagi Tuhan memberikan cobaan pada isterinya dengan kejadian tadi sore.
Ren naik ke atas tempat tidur, mengambil posisi untuk memeluk sang istri.
__ADS_1
Sejak bertemu dengannya, Alexa mengalami banyak masalah, dan kehidupan Alexa begitu banyak rintangan. Ren mengusap dan mencium kepala Alexa.
"Maaf sudah membuat hidupmu menderita selama ini,." Ucap Ren lirih menatap wajah Alexa yang terlelap. "Aku tau jika kehadiranku selalu membuatmu kesusahan, tapi ketegaran dan ketulusan yang kamu tunjukan membuatku tidak bisa melepasmu begitu saja."
Ya Ren akui, dirinya mengikat Alexa karena Wanita itu selalu menunjukan sisi kuatnya di hadapannya, Alexa tidak pernah memanfaatkan keadaan meskipun berada di sekitarnya, justru Alexa terkesan cuek dan menghindar darinya. Ren yang melihat sikap Alexa tertantang untuk mendekati wanita itu hingga dirinya merasa benar-benar jatuh cinta dalam pesona Alexa yang baginya begitu menyebalkan.
Dan tanpa Alexa tahu jika selama bertemu dengannya Ren selalu membuat Alexa jengkel, marah dan kesal agar Ren selalu bisa membuat Wanita itu bicara, meskipun dengan nada kesal dan sindiran namun membuat Ren diam-diam tersenyum. Hingga suatu hari mengetahui Alexa menjalin hubungan dengan Diaz membuat Ren nekat melakukan kesalahan yang fatal.
Namun dari kesalahan itu dirinya bisa memilki Alexa, bahkan sekarang wanita itu sudah menjadi miliknya seutuhnya.
"Maaf mengganggu tidurmu." Ren tersenyum.
"Em, tidak apa. Katakan siapa pelakunya apa aku mengenalnya?" Tanya Alexa dengan memposisikan wajahnya di ceruk leher suaminya. Aroma tubuh Ren membuatnya merasa nyaman.
__ADS_1
"Em, Jihan, Jihan yang melakukannya." Jawab Ren dengan mengecup kepala Alexa. "Mungkin dia cemburu dan tidak terima kita sudah menikah, dan sekarang dia mendapat hukuman sesuai dengan apa yang dia perbuat."
Alexa hanya diam, dirinya tidak menyangka jika mantan kekasih suaminya melakukan tindakan kriminal hanya karena rasa cemburu. Sungguh tindakan yang merugikan dirinya sendiri.
"Maaf karena aku, kalian jadi berpisah." Ucap Alexa yang mendongak menatap wajah suaminya.
"Sssttt..bukan salahmu, memang ini sudah takdir kita, Tuhan memang sudah menunjukan siapa Jihan yang sebenarnya, tapi aku yang terlalu baik hingga tidak bisa melihat keburukannya." Ren mengelus pipi sang istri. "Sampai tuhan mempertemukan kita, disaat itu aku baru sadar jika ada wanita seperti malaikat yang Tuhan kirim untuk ku." Ren tersenyum, senyum yang hanya di lihat Alexa, senyum yang hanya Ren tunjukan pada sang pujaan hati.
Melihat senyum Ren, Alexa ikut tersenyum. "Kamu terlalu berlebihan memuji, membuat aku tak sanggup untuk tidak terlena." Alexa semakin malu setelah mengucapkan kata barusan.
"Ya, kamu adalah wanita yang paling beruntung mendapatkan senyum tampan suamimu ini." Ren dengan pedenya memuji diri sendiri. "Tapi aku lebih beruntung mendapatkan Wanita sempurna seperti dirimu."
Ren mellumat bibir Alexa yang selalu membuatnya candu, candu akan rasa manis yang selalu Ia rindukan jika belum menyentuh dan mencumbu bibir ranum sang istri.
__ADS_1
Keduanya menikamati kecupan dan lumattan lembut keduanya, tidak ada napsu dan gairah melainkan menyalurkan rasa kasih sayang dan cinta yang begitu besar untuk keduanya.
"Aku mencintaimu istriku."