
Seperti biasa pagi hari Alexa bangun lebih dulu, membuat sarapan untuk suami dan dirinya sebelum berangkat ke kantor, pagi ini Alexa ingin sekali membuat bubur untuk sarapan pagi, entahlah biasanya dia hanya membuat nasi goreng ataupun sandwich untuk sarapan mereka, tapi lagi ini Alexa ingin membuat bubur ayam.
"Sudah, sebaliknya aku lihat mas Ren dulu." Alexa tersenyum menatap menu sarapan pagi hari ini yang sudah tertata rapi di atas meja.
Ceklek
Alexa membuka pintu, dan melihat suaminya yang sedang menggunakan parfum di tubuhnya.
"Mas bau apa ini." Alexa langsung menutup hidungnya karena mencium bau yang menyengat membuatnya merasa mual.
"Bau parfum seperti biasa." Ucap Ren santai dengan memakai kemeja yang sudah Alexa siapakan untuknya.
"Tapi aku baunya tidak suka." Alexa masih berdiri dengan jarak yang cukup jauh, membuat Ren menatapnya bingung.
"Sayang, biasanya kamu menyukai bau parfum ku." Ren menatap Alexa tidak percaya.
"Tidak, mulai sekarang aku tidak suka, lebih baik mas mandi lagi dan hilangkan bau menyengat itu kalau tidak aku tidak mau berdekatan dengan mu." Setelah mengatakan itu Alexa pergi dengan menutup pintu sedikit keras.
"Ya salam ujian apa lagi ini." Ren memijit pelipisnya yang terasa nyeri, setelah tadi malam tiba-tiba Alexa memintanya untuk tidur di luar karena beralasan jika Alexa ingin muntah melihat wajahnya. Sontak ucapan Alexa membuat Ren tidak percaya dan kesal, dan berakhir dirinya yang tidur disofa depan tv itupun tengah malam Alexa menyusulnya untuk minta dipeluk.
__ADS_1
Dan pagi ini Alexa kembali membuat dirinya sakit kepala dengan kekakuan anehnya. Bau parfum yang biasa dia pakai mendadak Alexa tidak menyukainya. Dengan langkah gontai Ren kembali masuk ke dalam kamar mandi agar merasa aman untuk bisa berdekatan dengan sang istri.
Ren keluar dari dalam kamar mandi melihat Alexa yang berdiri di depan meja rias Alexa seperti membuang sesuatu ke dalam kotak sampah.
"Mulai sekarang kamu hanya boleh memakai parfum yang baunya seperti milikku." Ucap Alexa dengan wajah tidak berdosa nya menatap suaminya.
"Sayang tapi kan_"
"Atau kamu memilih tidur diluar selama satu Minggu." Potong Alexa membuat Ren tidak bisa berkata-kata lagi.
Dengan pasrah dan hati dongkol Ren menuruti ucapan sang istri, memakai parfum yang Alexa pakai.
Ren memeluk Alexa dengan penuh kasih sayang, dirinya berharap setelah ini tidak ada ucapan yang aneh keluar dari bibir sang istri.
Tapi sepertinya permintaan Ren tidak didengar oleh yang maha mengetahui.
"Sayang apa aku boleh meminta sesuatu." Ucap Alexa dengan wajah tersenyum manis menatap suaminya.
Bukanya senang Ren mendapat senyuman manis dari Alexa, justru Ren harap-harap cemas.
__ADS_1
"Boleh asal tidak merugikan orang lain." Ucap Ren bermaksud menyindir sang istri, tapi sepertinya Alexa tidak peduli akan sindiran suaminya.
Alexa malah justru tersenyum lebar, bahkan matanya terlihat berbinar terang membuat Ren bingung bercampur waspada.
Jika sudah seperti ini pasti permintaan Alexa akan merugikan orang lain, dan orang itu adalah dirinya.
"Aku ingin kamu membuat peraturan mulai hari ini, di lantai tujuh dan sepuluh setiap karyawan hanya boleh memakai parfum yang sepeti aku pakai, tanpa terkecuali."
Gubrak
.
.
Netijen panas: Kok kalian pada gak peka sih, sama kelakuan aneh Alexa?
Reader maha tau: Duh Ren istri lu bunting, peka sedikit Napa?
Otor smelhoy: Biarin aja sih, mereka aja gak ribut, biarin aja sesekali ngerjain suaminya.🤨
__ADS_1