
Pagi ini kedua pasutri sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, setelah kemarin Alexa ijin untuk menemani Sena di rumah sakit karena masih ingin dekat dengan dua bayi tampan yang menggemaskan membuat Alexa meminta ijin suaminya untuk tidak masuk kerja.
"Sudah siap?" Ren menghampiri Alexa yang berdiri dengan membenarkan penampilannya.
"Sudah, ayo.." Ucapnya berbalik dan malah menabrak dada bidang suaminya. "Ya Tuhan, kenapa kamu berdiri disini?" Alexa mundur, namun tangan Ren malah menarik pinggangnya.
"Mau apa?" Tanya Alexa waspada melihat senyum Ren sepertinya penuh arti.
"Meminta jatah pagi." Dengan cepat Ren menyambar bibir Alexa dengan gemas, pagi ini istrinya begitu menggoda padahal penampilan Alexa seperti biasa tapi menurun Ren istrinya itu semakin membuatnya tak terkendali.
"Hah, kamu merusak lipstik ku." Alexa memanyunkan bibir nya yang terasa basah oleh saliva suaminya.
Ren tersenyum, "Tinggal di pakaikan lagi, tapi ingat jangan terlalu tanpa pewarna bibir kamu sudah cantik." Ucap Ren terdengar seperti gombalan bagi Alexa.
"Pagi-pagi udah pinter ngegombal." Alexa tersenyum malu mendapat pujian dari sang suami.
__ADS_1
"Beneran sayang, sebenarnya aku tidak rela jika kamu menjadi pusat perhatian pria di kantor, apalagi Diaz pasti dia selalu curi-curi pandang sama kamu." Ren mengerucutkan bibirnya ketika mengingat jika ada Diaz yang masih memiliki perasaan untuk sang istri.
"Tidak perlu takut, yang penting kamu percaya sama aku." Alexa menyentuh wajah sang suami. "Karena kepercayaan adalah pondasi untuk membina rumah tangga.
Ren tersenyum dan memeluk sang istri dirinya merasa senang dan bahagia jika Alexa sudah menerima dirinya meskipun belum sepenuhnya, karena sampai saat ini Alexa belum mengijinkan untuk di sentuh.
.
.
Bisik-bisik terdengar di telinga mereka ketika karyawan baru yang belum genap sebulan pindah sudah mendapat perlakuan spesial dari bos mereka.
Tidak heran jika bos mereka menggaet Alexa untuk dijadikan pacar, karena memang selain bos-nya yang tampan. Alexa juga tak kalah cantik meskipun penampilannya sederhana.
"Beruntung banget tuh cewek, bisa di gandeng pak bos."
__ADS_1
"Iya, duh kalau gue yang di gandeng pasti kaki gue udah lemes bestie."
Kasak kusuk antara memuji dan menyindir terdengar dari bibir yang berbeda.
"Mas, kenapa kamu melakukan itu." Ucap Alexa ketika keduanya sudah berada di dalam lift, dimana Alexa ikut sang suami yang menggunakan lift direktur.
"Kenapa? kamu kan istriku." Jawab Ren santai. dengan memeluk Alexa dari belakang, posisi seperti ini yang Ren sukai, karena bisa leluasa menghirup aroma wangi tubuh Alexa.
"Apa kamu tidak takut menjadi bahan gosip?" Alexa menyentuh tangan Ren yang berada di perutnya.
"Biarkan saja mereka mau bilang apa, yang jelas kamu adalah istri ku milikku. Bahkan aku berniat mengumumkan pernikahan kita dengan pesta yang mewah."
Alexa membalikkan tubuhnya dan menghadap Ren. "Jangan dulu, aku masih ingin bekerja dan tidak di bedakan dalam pekerjaan maupun berteman. Aku ingin leluasa berinteraksi dan tidak ada batasan." Pinta Alexa pada sang suami agar jangan dulu mengumumkan hubungan pernikahan mereka lebih dulu.
Ren menghela napas, dirinya juga tidak ingin membuat Alexa menjadi tidak nyaman bekerja. Tapi permintaan sang istri adalah perintah baginya. "Baiklah untukmu, akan aku turuti."
__ADS_1
"Terima kasih Mas." Alexa memeluk tubuh suaminya, dengan senyum yang mengembang.