Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
fakta untuk jihan


__ADS_3

"Lexa, coba kamu periksa bagian ini." Ucap Mita menyerahkan laporan yang akan di berikan pada atasan mereka.


Seperti biasa di akhir bulan bagian administrasi keuangan disibukkan dengan pembukuan dan beberapa hari ini Alexa lembur dan pulang tidak tepat waktu.


Meskipun dirinya bisa pulang tepat waktu, namun Alexa menghargai rekan kerjanya yang juga sama-sama pekerja seperti dirinya, Alexa tidak ada pengecualian itulah keinginannya.


Alexa meneliti berkas yang Mita berikan dirinya yang selalu bertugas menyerahkan berkas itu pada atasannya, karena Ren sendiri yang memintanya, dan mereka hanya pasrah dan menurut karena memang mereka suami istri.


"Sudah benar mbak." Ucap Alexa yang sudah mencocokkan dengan data yang dia miliki.


"Seperti biasa kamu lah pengiriman berkasnya." Ucap Mita sambil meledek.


Alexa hanya geleng kepala, dan Gesya ikut tertawa seperti Mita.


"Ya udah, aku keruangan pak bos dulu."


Alexa masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka, dan dirinya terkejut melihat ada orang di dalam nya.


Dua orang melirik Alexa sinis, mereka adalah Jihan dan Maura yang sengaja datang untuk menemui pria tampan dan kaya di sana, Jihan sendiri masih dengan samarannya, karena semenjak kejadian itu dirinya benar-benar dilarang masuk.


Alexa nekat untuk masuk, dirinya tidak takut jika harus berhadapan kembali dengan mantan kekasih suaminya itu.


"Ck, ternayata selera Ren wanita rendahan sepertimu." Ucap Jihan sinis, dirinya menatap Alexa tidak suka. Apalagi wanita itu terlihat biasa saja, tanpa ada rasa takutnya sama sekali.

__ADS_1


Maura hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Jihan, belum saatnya dia ikut bersuara.


Ting


Pintu lift terbuka di lantai sepuluh, mereka bertiga keluar bersama dan Alexa belakangan.


"Maaf mbak ingin bertemu siapa?" Tanya Angel pada dua wanita yang berpenampilan modis itu.


"Saya mau bertemu pak Birendra, karena sudah ada janji." Dusta nya pada sekertaris Angel.


"Maaf tapi untuk saat ini pak Ren tidak bisa menerima tamu."


Jihan mendengus kesal, menatap Angel tajam. "Meskipun dia sibuk sekali pun, dia tidak akan menolak kedatanganku." Dengan percaya diri Jihan berjalan lebih dulu. Dan Maura hanya menghela napas kesal. 'Sabar maura.' Gumamnya dalam hati.


Alexa duduk di atas pangkuan Ren dan mereka sedang bercumbu bibir. Bahkan perkataan Jihan tidak mereka hiraukan.


Padahal dirinya saja harus bertemu sekertaris menyebalkan itu untuk masuk, tapi Alexa dengan mudahnya wanita itu masuk dan malah bermesraan dengan bosnya.


"Kalian..!!" Jihan menunjuk keduanya dengan dada bergemuruh, amarah di wajahnya terlihat jelas.


Alexa memundurkan wajahnya agar tautan bibir mereka terlepas. "Mas, ish malu tau." Bisik Alexa namun masih di dengar oleh Jihan.


"Em.." Ren mengusap bibirnya sendiri yang basah, sisa saliva mereka berdua.

__ADS_1


"Ren kamu keterlaluan." Jihan menatap Ren penuh kecewa.


"Apa nyali mu masih belum berkurang hah..!!" Ren menatap tajam Jihan yang masih berani datang di hadapannya.


Jihan tersentak mendengar bentakan dari Ren, matanya memanas melihat Alexa yang sedang mengusap dada Ren.


"Ren, kamu lebih memilih wanita murahan itu dari pada diriku." Ucap Jihan menunjuk Alexa geram, "Apa bagusnya wanita mura_"


"Diam..!!" Ren menggebrak meja dengan satu tangannya yang mengganggur, karena tangan satunya berada di pinggang Alexa.


"Dia lebih pantas dan segalanya dari pada kamu." Kesabaran Ren mulai habis untuk menghadapi Jihan yang semakin menjadi. "Selama ini ucapanku tidak kau gubris, baiklah maka untuk kali ini aku tidak akan kasihan lagi." Ucap Ren yang meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Ren, apa yang kau lakukan?" Tanya Jihan yang mendengar Ren bicara sesuatu yang membuatnya ketakutan.


"Pergilah, dan jangan lagi menghina ataupun mendekati istriku lagi, kalau kamu masih punya nyali." Ren manatap Jihan dengan penuh kebencian.


Benci karena wanita itu membohonginya ketika masih menjadi kekasih. Sudah cukup Ren berbaik hati tidak membaut Jihan kehilangan muka, dan sekarang dirinya tidak bisa toleransi lagi.


"Is-istri?" Ucap Jihan dengan wajah syok bercampur terkejut.


"Ya, dia adalah istriku, jadi berhati-hatilah dengan ucapan disikapmu kepadanya." Ren menatap wajah Alexa dengan memuja, berbeda ketika menatap Jihan dengan wajah datar dan dingin.


Maura yang sengaja menunggu di luar, juga syok mendengar jika adik tirinya ternyata menikah dengan pria kaya raya.

__ADS_1


__ADS_2