
Hari Weekand memang hari untuk berkumpul kelaurga, dimana kediaman Bimo sore ini sangat ramai karena anak berserta menantunya berkumpul, apalagi Bimo juga kedatangan tamu yaitu sahabatnya dari Sukabumi bumi yaitu Yuda dan h
Gina sahabat mendiang istrinya.
Yuda datang dengan membawa istri dan juga putranya kemal, rencananya mereka akan menginap disana karena Sena putri sulung Bimo melahirkan bayi kembar dan mereka baru bisa mengunjungi, Yuda sudah menganggap Sena juga sebagai putrinya oleh karena itu Yuda datang dengan membawa banyak hadiah untuk Beby A.
Tidak di pungkiri mereka semua tertawa dalam kebahagiaan, Bimo bahagia bisa melihat kedua anaknya memiliki pasangan yang saling mencintai dan Bimo hanya berharap mereka semua bahagia hingga akhir hayat.
"Lu berhasil bos menjadi orang tua tunggal." Ucap Yuda menepuk bahu Bimo sahabatnya sejak mereka kuliah di LN.
Dan sampai sekarang mereka tetap baik bahkan sudah menjadi kerabat keluarga sendiri, karena pabrik yang di Sukabumi sudah Bimo serahkan sepenuhnya kepada Yuda yang akan dilanjutkan kepada Kemal putra satu-satunya Yuda dengan Gina, karen adik kemal masih kecil jadi belum terdaftar.
__ADS_1
"Mereka tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, tapi mereka begitu banyak mendapatkan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya." Bimo tersenyum tipis. Kedua pria yg yang hampir kepala lima itu hanya berdiri dan melihat bagaimana anak, cucu dan menantu mereka saling berebut untuk menggendong Beby A.
"Ck, lu nya aja yang gak bisa move on buat cari ibu pengganti mereka." Ledek Yuda dengan terkekeh. Yuda tahu dengan apa yang sahabatnya itu rasakan, bagaimana dulu mereka melewati rintangan hanya untuk menikah, dan bagaimana kehidupan Bimo setelah menikah karena mama Bimo yang susah menerima Alena.
Bimo ikut terkekeh. "Gue cuma gak mau gantiin posisi Alena sama orang lain." Jawab Bimo santai.
"Ya itu artinya lu gak bisa move on." Ucap Yuda ketus.
Disana dirinya melihat wanita cantik dengan senyum manis sedang tertawa dengan kedua cucunya yang berada di gendongan Gina dan Alexa, Bimo merasakan kembali nyeri di hatinya. Rindu yang tidak pernah bisa dia curahkan, rindu yang tidak bisa dia luapkan.
"Seharusnya lu bisa buka hati lu buat yang lain Bim, lu gak pengen masa tua lu bisa hidup dengan seorang pendamping." Yuda menatap Bimo dari samping, dirinya bisa melihat tatapan mata Bimo yang menyiratkan akan kesedihan yang mendalam, dan Yuda yakin jika Bimo tidak pernah memperlihatkan kesedihan dan kesepian yang dia rasakan pada kedua anaknya.
__ADS_1
"Dia selalu hidup di jiwa gue Yud dan dia selalu ada di mata gue, dia tidak pernah tergantikan oleh siap pun di hati gue." Bimo tersenyum kecil menatap sahabat baiknya itu. "Hidup gue udah bahagia dengan melihat anak dan cucu gue bahagia, mereka semua sudah menemukan kebahagiaan, dan mereka adalah kebahagiaan gue sekarang.
Yuda yang mendengarnya malah merasa sedih, sahabatnya yang bahagia hanya dalam waktu sekejap, harus di hadapkan dengan cobaan yang begitu berat. Jika itu dirinya mungkin Yuda tidak akan sanggup untuk melewatinya sendiri. Merawat kedua anak kembarnya dengan seorang diri tanpa adanya figuran seorang ibu.
.
.
Crazy Up di mulai... otor mau balas dendam sama reader yang bilangin otor pelit Update..!!
Jangan lupa kirim hadiah, Like, Komen kalian kalau otor crazy up 🤣🤣🤣
__ADS_1