Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part158


__ADS_3

Tiga puluh menit keduanya sampai dirumah dan masih menunjukan jam delapan malam kurang.


"Kalian baru pulang." Sambut Leina di depan pintu, dirinya sejak tadi menunggu kedatangan mereka berdua.


"Mama.." Alena mendekati Mama mertuanya dan mencium tangannya.


Bimo tersenyum melihat hal itu, tanpa dirinya bertanya pun pasti keduanya sudah saling menerima dan memaafkan, karena dirinya yakin jika istrinya adalah wanita baik dan pemaaf.


"Mama sengaja menunggu kalian pulang, dan rencana nya Mama akan menginap di sini malam ini..boleh." Tanya Leina pada Alena dan melirik Bimo yang hanya diam saja.


Keduanya berjalan beriringan memasuki rumah, Bimo hanya mengikuti dari belakang.


"Boleh dong Mah, tentu saja boleh..Alena justru senang Mama disini." Ucap Alena tersenyum senang.


"Duh, mantu Mama memang baik gak salah pilih istri anak Mama."


Ehem


Bimo berdehem keras di belakang mereka dengan ekspresi masih sama datarnya.

__ADS_1


"Iya..iya..mantu pilihan anak Mama memang the best." Leina berucap dengan mengelus perut Alena.


Bimo hanya mengulum senyum.


"Sayang, kapan kamu mau periksa lagi, Mama ingin melihat mereka." Leina bertanya, dan kini mereka sudah duduk di meja makan, untuk makan malam bersama.


Semua sudah berkumpul Rendy pun ikut menginap di sini.


"Pah.." Bimo menyalami papanya.


"Sepertinya lusa mah, karena empat Minggu lagi masuk hpl nya." Alena tersenyum dan duduk di sebelah Leina.


"Iss..kamu ngalah sebentar Bim, Mama mau deket sama cucu mama mumpung di sini." Ucap Leina pada putranya yang tidak bisa jauh dari istrinya.


"Tapi Alena istri aku mah, jika Mama lupa." Balas Bimo dengan wajah datar, namun tak membuat Leina mengalah.


"Dia juga anak menantu Mama, hanya sebentar nanti jika kalian sudah masuk kamar Mama sudah tidak bisa mengganggu." Leina tak mau kalah.


Alena hanya tersenyum. "Mau makan apa Mas." Tanya Alena yang berdiri lalu berjalan memutari meja untuk melayani suaminya.

__ADS_1


"Apa saja sayang, jangan banyak-banyak." Bimo tersenyum senang, dirinya bisa pamer keromantisan kepada orang tuanya, karena selama ini mereka lah yang selalu tebar keromantisan di depannya.


"Duh mah, sepertinya papa juga mau di layani." Kata Rendy menatap istrinya yang tersenyum melihat anaknya romantisan.


"Papa mau apa, biar Alena ambilkan sekalian." tanya Alena pada papa mertua.


"Mah, masa kalah sama mantu, malu dong mah." Ucap Rendy yang melirik istrinya.


"Papa jangan manja deh, biasanya juga ambil sendiri." Leina cuek.


Bimo hanya tertawa. "Puas kamu ngetawain papa, udah senang bisa membalas perbuatan papa hah, dasar anak nakal." Rendy menatap sengit Bimo.


Mirna hanya tersenyum melihat Alena yang sudah diterima di keluarga Bimo, apalagi Leina sekarang sangat menyayangi Alena.


"Opa...biar Alis saja yang ambilkan." Alisa berdiri dan mendekati Rendy. "Alis juga bisa melayani opa, kasihan Oma mungkin capek karena sudah tua." Ucap Alisa seketika membuat semua mata di sana terbelalak.


"Alisa...!!" teriak Leina.


"Oma jangan teriak-teriak, nanti wajah Oma cepet keriput dan tua, kasihan opa yang masih tampan ini." Ucap Alisa polos.

__ADS_1


Leina tak tahan dengan ucapan Alisa akhirnya meraih gadis itu untuk dirinya kelitikin, dan semua buang disana tertawa.


__ADS_2