Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part127


__ADS_3

Enam bulan kemudian....


Di sebuah rumah kontrakan seorang wanita memandangi langit malam yang begitu banyak bintang bertaburan, dirinya menatap indahnya cahaya kerlap-kerlip di atas sana dengan wajah tersenyum sendu.


"Apa kabar kamu Mas.."


Alena tersenyum getir, tangan nya mengelus perutnya yang buncit karena mengandung.


Alena Adhisti istri seorang Bimo Bagaskara, rela meninggalkan suami yang begitu mencintainya, Alena rela meninggalkan semua orang demi untuk kebahagiaan satu orang saja.


Ya, semenjak kejadian di supermarket Enam bulan lalu Alena selalu di datangi Mamanya Bimo, wanita itu selalu mempermalukan Alena di depan umum dengan kata-kata nya yang semakin membuatnya sakit hati.


Meskipun tidak pernah membalas perbuatan mama mertuanya, Alena tetap berusaha terlihat baik-baik saja di depan sang suami. Di tambah sejak perginya Mama mertua dari rumahnya, Bimo semakin jaga jarak dengan Mamanya, bahkan tidak pernah bertemu ataupun komunikasi.


Alena yang menyadari hal itu menjadi menyalahkan dirinya sendiri. Karena kedatangan nya yang tiba-tiba menjadi istri Bimo membuat Mamanya membencinya.


Alena pergi meninggalkan suaminya ketika pagi hari setelah semua orang pergi.


Pagi hari Alena yang sadar jika sudah satu bulan lebih dirinya tidak datang bulan pun mencoba untuk membeli respect, dan benar dugaannya jika dirinya tengah mengandung buah cinta mereka. Tekat yang bulat sebelum mengetahui jika dirinya hamil pun Alena lakukan untuk meninggalkan semuanya.


Pergi setelah mengetahui dirinya hamil, membuatnya lebih semangat untuk berjuang demi anak mereka, Alena akan menjaga buah cinta yang tumbuh di rahimnya.


Selamat tinggal Mas, maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang baik...maaf jika aku tidak bisa mengambil hati Mama, jangan pernah membenci atau menjauhi mama karena aku, karena mama adalah ibu yang telah melahirkan kamu...


Aku titip Alisa sama kamu Mas, karena aku percaya jika kamu pasti akan menjaga dan membahagiakan Alisa, maaf jika aku pergi masih menyusahkan kamu...

__ADS_1


Jaga diri kamu baik-baik, karena aku pasti akan menjaga diriku dengan baik juga.... Alena yang selalu mencintaimu...


.


.


"Lena...ayo sudah siap belum..?"


Seruan suara seseorang memanggil Alena dari depan rumah kontrakan.


"Iya Bu, sebentar..!!" Alena sedikit tergesa mendengar orang yang selalu menghampirinya setiap pagi untuk bekerja.


"Maaf Bu, menunggu lama." Alena memasukkan kunci rumah kedalam tasnya.


"Kamu memang selalu begitu.." Ucap ibu itu lagi sambil mengelus perut buncit Alena. "Apa kabar hari ini Beby twins?"


"Oke, kalau begitu ayo kita semangat mencari Rizky, jangan membuat Mamamu kesulitan yah." Wanita itu terus saja mengajak bayi di dalam perut Alena bicara, karena bayi kembar itu pasti merespon dengan gerakan kecil.


Alena tertawa, mendengar setiap pagi ucapan wanita yang bernama Weni itu.


"Sudah Bu, nanti keta kesiangan."


"Ibu lupa waktu jika berbicara dengan mereka."


Keduanya tertawa dengan beriringan berjalan menuju tempat mereka bekerja.

__ADS_1


Alena mengelus perutnya, dirinya tak menyangka jika akan mengandung anak kembar, ketika pertama kali periksa ke dokter Alena di kejutkan dengan dua kentong janin yang tumbuh di rahimnya, dirinya begitu bahagia dan bersyukur mendapat anugrah yang begitu besar.


Tidak dipungkiri jika setiap saat dirinya selalu menyebut nama suaminya ketika sedang mengelus perutnya. Karena dengan begitu dirinya merasa dekat dengan sang suami.


"Pagi Semua..." Weni menyapa karyawan yang baru saja membuka kedai restorannya di jam tujuh pagi.


"Pagi Bu, pagi mbak Lena.." Sapa karyawan yang terdiri dari enam orang itu dengan ramah.


Alena tersenyum. "Oke kalian yang semangat ya, jangan lupa berdoa sebelum memulai." Alena memberi semangat dan pergi mengikuti Weni ke ruangannya.


"Len ibu hari ini mau pergi menjenguk saudara ibu yang sakit, tolong kamu urus kedai ya." Weni duduk dikursi nya.


Alena ikut duduk didepan meja Weni. "Kenapa mendadak Bu."


"Ibu baru mendapat kabar tadi pagi, dan ibu harus segera berangkat karena perjalananya cukup memakan waktu enak jam."


Weni sebenarnya tidak tega meninggalkan Alena yang sedang hamil untuk menjaga kedai nya yang lumayan cukup ramai.


Alena berada di kota Sukabumi, tempat dimana Weni membawanya utuk tinggal disana. Weni membuka kedai makanan yang cukup ramai, karena kedai yang Weni buka berdekatan dengan pabrik Garmen di kota itu.


Bukan perkara mudah Alena sampai di tempat itu, dirinya yang tidak tahu harus kemana dan tidak membawa uang banyak pun menjadi bingung, Alena meninggalkan semua kartu yang di berikan Bimo dirinya hanya membawa uang cash tidak banyak.


Alena bertemu dengan Weni ketika turun dari bus Jakarta-Sukabumi, entah kenapa dirinya bisa masuk bus yang membawanya ke Sukabumi padahal Alena tidak memiliki sanak saudara disana.


Alena berada di pull bus itu seharian hingga menjelang malam, beruntung dirinya di sapa wanita yang bernama Weni itu, dan mengajaknya untuk ikut ke desa itu.

__ADS_1


Dari sini kehidupannya di mulai dengan kehamilannya yang sekarang berusia tujuh bulan.


__ADS_2