Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part116


__ADS_3

Seperti janji sang suami, Siang ini Alena sudah siap dengan penampilannya yang ingin jalan-jalan menikmati indahnya kota Paris.


Bagi Alena bisa sampai di negara Paris adalah sesuatu yang patut disyukuri baginya, karena kali pertama dan jika tidak dengan suaminya maka tidak mungkin dirinya sampai di tempat ini.


Tempat pertama kali yang mereka kunjungi adalah Museum Louvre


Museum Louvre adalah museum hits yang populer akan piramid kaca-nya yang sangat Ikonik. Awalnya merupakan benteng dimasa pemerintahan raja Philliip II, museum Louvre merupakan rumah bagi ratusan ribu karya seni dunia yang legendaris. Mulai dari koleksi peninggalan Mesir kuno hingga peradaban Yunani bisa Toppers temui di tujuan wisata Perancis favorit ini.


Selain karya seni dan artefak bersejarah, daya tarik dari objek wisata di Perancis satu ini adalah arsitektur dari bangunannya yang sangat menawan.


"Indah sekali sayang." Mata Alena nampak berbinar ketika memasuki Museum Louvre yang begitu besar dan megah, dirinya tak percaya jika bisa sampai di tempat seperti ini.


"Ayo berdiri disana biar aku foto." Bimo menyuruh Alena untuk berdiri dengan gaya bebas, dan dirinya dengan senang hati menjadi fotografer sang istri.


Setelah puas berada di museum mereka melanjutkan ketempat wisata terkenal lainya, tentu nsaja suaminya yang menjadi rute jalan, karena Alena hanya tau menara Eiffel saja yang berada di negara Paris.


"Kamu tahu itu bangunan apa?" Tanya Bimo pada Alena di depan bangunan tinggi dan megah.


"Emh...seperti Katedral." Ucap Alena.


Bimo mengajak Alena jalan-jalan di sekitar bangunan megah yang di namakan Katedral Notre Dame.


Destinasi wisata di Prancis berikutnya adalah Ketedral Notre Dame. Objek wisata ini terletak di Seine, sebuah pulau kecil di negara Prancis merupakan gereja terbesar yang ada di Kota Mode tersebut. Ketedral Notre Dame juga disebut Notre-Dame de Paris adalah katedral Katolik abad pertengahan yang terletak di Île de la Cité di arondisemen keempat Paris, Prancis.


Katedral ini dipandang sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Gothik Prancis yang sarat anak nilai sejarah. Memiliki makna “Bunda kita di Paris”, gereja yang kerap jadi tujuan wisata religi di Prancis ini memiliki desain interior klasik yang menawan untuk dinikmati. 


Bimo terus mengulum senyum melihat istrinya yang begitu bahagia.


"Semoga senyum itu tidak akan pernah pudar sayang." Bimo menghembuskan napas dalam, entah mengapa mengingat Alena yang belum bisa di terima oleh Mama nya membuatnya merasa sakit dihatinya.


Kini keduanya memutuskan untuk mencicipi kuliner yang berada di sekitar dan Alena menemukan makanan yang menurutnya sangat enak.


"Sayang aku mau itu." Ucapnya dengan menunjuk tempat penjual jajan Crepes.


"Ayo.." Bimo langsung menarik tangan istrinya membawanya ke kedai penjual jajan Le Poto Crepes itu.


Bimo membelikan dua pics yang berbeda rasa dengan toping coklat mix pisang dan toping keju chiken untuk yang gurih.


"Emm..Enak sayang." Ucap Alena dengan mulut penuh.

__ADS_1


Bimo hanya terkekeh keduanya duduk di kursi yang berada tak jauh dari kedai tadi, dan bisa melihat para turis yang sedang berjalan kaki menikmati liburan mereka.


"Habiskan."


"Aa.." Alena menyodorkan tangannya yang terdalam makanan didepan mulut Bimo. "Cobain." Ucapnya lagi.


Dengan senang hati Bimo membuka mulutnya untuk menerima suapan dari sang istri.


Mereka cukup lama berada di sana, dan Bimo pun mengajak Alena untuk kembali ke apartemen karena mereka sudah cukup lama di luar. Jika menuruti Alena tidak akan ada lelahnya.


"Yank kan aku masih pengen jalan-jalan, kita belum ke menara Eiffel." Alena kesal, dan cemberut ketika suaminya mengajaknya kembali ke apartemen padahal dirinya masih ingin menikmati indahnya kota Paris.


"Masih banyak waktu sayang, nanti malam kita pergi ke sana, karena malam hari akan lebih bagus pemandangannya." Ucap Bimo yang sudah membawa Alena menaiki lift untuk sampai di unit nya.


"Janji ya,, awas kalau bohong." Ancamnya dengan wajah dibuat semengerikan mungkin, tapi malah membuat Bimo tertawa.


"Janji sayang." Bimo terkekeh, kaki nya melangkah keluar ketika pintu lift terbuka.


Keduanya kembali ke Apartemen menjelang sore, dan Bimo merasa dirinya cukup lelah, tapi tidak dengan istrinya itu yang tetap semangat tanpa rasa lelah.


"Ale..." Suara Bimo memanggil Alena yang tak berada di kamarnya jelas ketika dirinya masuk ke kamar mandi Alena berbaring di tempat tidur dengan bermain ponselnya, mungkin istrinya sedang meng-upload foto-fotonya tadi di sosial media.


Menuju ruang tv tidak menemukan sang istri pasti Alena sedang berada di dapur mini Apartemen itu.


Dan benar saja, Alena sedang berkutat di depan kompor dengan hanya menggunakan kaus tanpa lengan lagi-lagi milik suaminya, dan tanpa menggunakan bawahan sehingga Alena seperti memakai dress.


"Kenapa tidak Istirahat hm." Bimo memeluk tubuh kecil istrinya dari belakang, dan memberi kecupan di bahu yang terekspose.


"Aku lapar." Alena menoleh dan menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Aku juga lapar." Bisikan Bimo tepat di telinga Alena hingga napas hangat nya terasa membuat tubuh Alena meremang.


"Lain kali jika berdua tidak usah memakai ini." Tangannya meremat lembut buah dada Alena yang tidak memakai b*ra. "Dan ini.." Jarinya mengelus bagian bawah Alena yang juga tidak menggunakan kain segitiga pengaman. "Kamu semakin nakal sayang." Suara Bimo terdengar berat gairah sudah menguasainya.


"Em..sebentar lagi selesai." Ucapnya yang sudah tidak fokus lagi, karena bibir suaminya kini mengecup lembut kulit lehernya, dan tangan nakalnya mempermainkan di setiap sisi sensitif nya.


Pikirannya sudah berhamburan setiap kali mendapat sentuhan Bimo yang begitu memabukkan sangat dirinya sukai.


Tangan Bimo terulur untuk mematikan kompor yang menyala.

__ADS_1


"Lapar, ingin memakan ini." Dengan gerakan cepat bibirnya menyambar bibir tipis Alena, Melumaatt nya dan menyesap benda kenyal itu seakan tidak akan pernah bosan dan puas.


Keduanya saling membelit kan lidah, meresapi rasa yang ada dengan perasaan membuncah.


Bimo mengangkat tubuh Alena dan menggendongnya seperti koala, tanpa melepas pangutan di bibir keduanya.


"Engh." Suara lembut Alena mulai terdengar membuat gairah Bimo semakin meningkat.


Mendudukkan dirinya di sofa Bimo menarik handuk yang melilit di pinggang nya, untuk membebaskan miliknya yang sudah menegang sejak tadi.


Bibir keduanya masih saling berlomba untuk terus Melumaatt menyesap bahkan gigitan kecil mereka lakukan.


"Shhh...engh."Tubuh Alena tersentak, tanpa disadarinya milik Bimo melesak masuk begitu saja, membuat miliknya terasa perih bercampur ngilu.


"Emph..Maaf sayang, sudah tidak kuat." Bimo berkata dengan wajah mesum bercampur gairah.


Alena hanya diam tanpa menjawab, namun sedetik kemudian tubuhnya bergerak seirama yang selalu membuatnya terbang melayang.


Bimo menarik baju yang Alena kenakan, hingga terpampang dua benda favoritnya yang selalu menggoda untuk di sentuh.


"Umh..ah." Alena mendessahh ketika bibir Bimo menyesap nippel nya yang sudah menegang, pinggangnya di bawah sana semakin cepat bergerak naik turun.


"Ouh..yes Beby faster." Bimo semakin merancau dengan gerakan Alena yang semakin brutal, tangannya membantu Alena untuk bergerak lebih cepat.


Bibir keduanya beradu suara erangan dan desaahann yang begitu erotis menggema di ruangan yang hanya ada mereka berdua, sedang memadu kasih penuh keringat di atas sofa.


"Yank..aku..ahh" Alena mendongakkan kepalanya seiring tubuhnya yang semakin cepat bergerak naik turun, dalam dirinya mendesak keras untuk di keluarkan.


"Tunggu sayang..engh." Bimo menggigit bibir bawah nya rasa ngilu bercampur nikmat kini lebih mendominasi ketika sesuatu di ujung kepala di bawah sana ingin meledak.


"Sshh..Ough..." Tubuh Alena bergetar ketika hentakan keras dibawah sana dan tekanan di pinggangnya semakin membuat kedutan intinya semakin terasa.


Hingga suara erangan keras terdengar bersahutan, keduanya mendapat pelepasan bersama.


Napas keduanya memburu dengan peluh membasahi tubuh keduanya, apalagi Alena yang bekerja keras untuk memaksakan suaminya...wkwkwk


"Kita pindah." Ucap Bimo yang langsung berdiri dengan posisi di bawah sana masih menyatu.


Alena yang masih mengatur napasnya hanya pasrah ketika bibir nya kembali di lahap oleh suaminya, apalagi di bawahnya masih terasa menegang.

__ADS_1


__ADS_2