Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Aaron berulah


__ADS_3

Ren dan Alexa disambut dengan kedua bayi kembar dikediaman Papa Bimo, mereka senang karena anggota dirumah kelaurga bertambah, apalagi Alexa yang juga sedang hamil anak kembar membuat rumah peninggalan Alena pasti akan sangat ramai.


Rumah tingkat dua itu sudah di sulap menjadi lapang dibagian bawah yang bisa di rombak. Setelah kelahiran si kembar Ameer dan Amaar. Bimo sengaja memperluas area keluarga dan ruang bermain cucu-cucunya.


Dari depan nampak sederhana, didalam nampak seperti lapangan bola.


"Papa belum pulang kak?" Tanya Ren pada Sena yang sedang menyiapkan makan malam di bantu Alexa.


"Belum, biasanya sebentar lagi."


"Apa Papa masih mengurus BGS Grub." Ren mengambil buah jeruk dan mengupasnya, dia duduk di kursi sambil memandangi Istrinya yang sedang membantu sang kakak.


"Tidak, hanya berkunjung sesekali, karena terkadang papa juga bosan dirumah, apalagi jika A pada tidur."


Sena selesai meyaiapkan makan malam, dibantu Alexa.


"Lexa lebih baik kamu Istirahat dulu, pasti kamu capek." Ucap Sena mengelus lengan Alexa.


"Iya sayang, setidaknya kamu bisa rebahan sambil menunggu papa dan kak Ar, pulang." Ren berdiri dan menghampiri sang Istri.


Alexa terseyum. "Kak aku keatas dulu." Alexa pamit kepada Sena.


Ren mengikuti langkah istrinya untuk menaiki tangga menuju lantai dua, kamar Ren yang menjadi kini kamar mereka.


"Mau mandi dulu." Ren memeluk Alexa dari belakang ketika sudah masuk ke dalam dan menutup pintu.


"Nanti saja." Alexa mengusap lenganya suaminya yang berada di pinggangnya.


"Em," Ren hanya bergumam dengan bibir yang aktif menyusuri leher jenjang sang Istri.


"Mas, jangan sekarang." Ucap Alexa lirih, kulitnya mulai meremang dengan bibir Ren yang pandai menggodanya.


"Tidak." Ucap Ren singkat. Tangannya mengelus perut besar Alexa yang sudah memasuki bulan ketujuh, tapi ukuran perut Alexa tidak sebesar seperti hamil normal, karena Alexa mengandung dua bayi sekaligus.


Mulutnya berkata tidak, tapi tindakan Ren mampu menghadirkan gelayar panas dalam diri keduanya. Alexa yang lebih merasakan agresif jika disentuh sedikit dibagian sensitifnya maka sangat mudah untuk membakar gairahnya.


"Mas, eum." Alexa memejamkan mata. Tangan dan bibir Ren begitu aktif memebuatnya semakin bergejolak.


Ren mengangkat kepalanya dari leher yang sudah dia beri tanda kepemilikan.


"Mau kemana?" Tanya Alexa yang melihat Ren menuju pintu.


Klek


Alexa membulatkan kedua matanya. "Mas, kenapa dikunci?" Alexa tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


"Agar tidak ada pengganggu masuk." Ren terseyum menyeringai. Langkah kakinya maju hingga tanpa jarak dengan Alexa.

__ADS_1


"Jangan sekarang, engh." Alexa memejamkan mata.


"Hanya sebentar." Ren mengusap lengan Alexa menuntun wanitanya untuk duduk di ranjang.


"Mas kita dirumah papa." Ucap Alexa yang merasa tidak enak, apalagi sebentar lagi makan malam tiba.


Ren melepas baju yang dia pakai berserta celana panjangnya.


"Mas.." Alexa memalingkan wajah ketika melihat sesuatu yang menggembung dibalik celana pendek yang Nathan pakai, tanpa bertanya Alexa tau itu apa.


"Dia sudah menahanya sayang, hanya butuh waktu sebentar saja." Ren maju dan mengecup bibir Alexa singkat. "Makan malam pembuka sebelum makan malam pertama." Ucapnya dengan cepat melancarkan aksinya, kali ini Ren sudah tidak sabar untuk kembali membuat wanitanya menggerang dibawah lingkungannya, meskipun terhalang perut besar Alexa, tidak membuat kobaran gairah keduanya menyurut, melainkan semakin meledak-ledak.


"Mas..Ahh.." Alexa tak busa lagi menahan suara lacnat dari bibirnya, kenikmatan yang Ren berikan selalu membuatnya tak berdaya.


Tok...tok..


Pintu kamar tiba-tiba saja ada yang mengetuk, membuat Alexa menoleh kebelakang dengan Ren yang masih berpacu.


"Mas ada yang Ahh." Alexa tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Ren sengaja menghujamnya.


"Eng, Kamu menyukainya." Bibir Ren menyusuri punggung hingga leher Alexa yang posisinya menungging membelakanginya.


Tok.. tok..tok..


Suara pintu masih terdengar diketuk tapi tidak dihiraukan Ren yang hampir saja mendapatkan pelepasannya.


"Eng," Alexa hanya terus meleguh dan mendesahh, bibirnya tidak bisa lagi untuk diam.


"Mas, shh lebih kuatt." Alexa mengigit bibir bawahnya ketika gejolak dalam dirinya kembali hadir dan kian tak tertahan.


"Baik-baik sayang." Tangan Ren mengusap perut Alexa dengan gerakan memutar, tanpa berhenti menghujam penyatuan mereka yang semakin panas.


"Arrgh.." Tubuh Alexa bergetar, diikuti erangan panjang dari bibir Ren yang menyusul pelepasan sang Istri.


"Sialan..!!" Aaron mengumpat ketika tak sengaja telinganya mendengar suara lucnat Ren begitu nyaring ditelinga.


Aaron yang baru saja selesai membersihkan diri, diminta oleh Sena untuk memanggil Ren dan juga Alexa yang mungkin saja ketiduran karena papa dan suaminya pulang terlambat. Bukannya bertemu dengan keduanya Aaron disuguhkan dengan suara lacnut milik adik iparnya yang mengganggu gendang telinganya.


"Ish, jon kenapa lu ikut bangun." Aaron mengusap miliknya yang bereaksi hanya mendengar erangan dari suara lacnut Ren. "Masih dua jam lagi jatah mu." Gumam Aaron.


Tapi sepertinya malam ini dia akan lebih cepat memakan sang Istri setelah mendapatkan ide.


Lima belas menit sepasang suami-istri baru saja turun dari tangga, dan Ren mendapat tatapan sinis dari kakak iparnya.


"Kalian pasti ketiduran." Ucap Sena yang tidak tahu, ketiduran ala Ren dan Alexa.


Alexa terseyum kikuk, sedangkan Ren hanya biasa saja.

__ADS_1


"Papa." Alexa menyapa papa Bimo, begitupun dengan Ren.


"Maaf papa pulang terlambat, membuat kalian semua menunggu." Bimo baru saja duduk dan tak lama Ren datang bersama Alexa.


"Tidak apa Pah, Ar juga baru datang." Sena tersenyum menoleh menatap Aaron, tapi suaminya malah menatap Ren sinis.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Sena pelan menyentuh paha Aaron.


"Em, tidak apa-apa sayang." Aaron terseyum.


Sena hanya ber Oh ria tanpa tahu apa yang sedang suaminya rencanakan.


Malam malam kelaurga begitu hangat, hingga tiba waktunya mereka kembali beristirahat setelah sedikit berbincang di ruang keluarga ditemani baby twins yang semakin menggemaskan.


Kehadiran Ameer dan Amaar membuat keluarga bahagia, apalagi sebentar lagi anggota keluarga mereka bertambah.


"Papa dari mana, akhir-akhir ini papa sering pulang terlambat." Tanya Sena menatap papanya yang sedang mengendong Ameer.


Papa Bimo menoleh. "Hanya urusan pekerjaan." Jawab Bimo singkat. Dirinya memang sering pulang terlambat karena urusanya yang memang memakan waktu.


"Papa lebih baik dirumah saja, menunggu cucu-cucu papa, lagian ada kak Sena dan Alexa juga disini." Ren ikut menimpali.


Bimo tersenyum, "Papa akan usahanakan." Bimo Manarik napas dalam, tatapannya begitu dalam melihat anak dan menantunya serta cucunya yang berkumpul, dan sebentar lagi dia akan mendapatkan cucu kembar lagi.


Dihari tuanya Bimo hanya ingin bahagia bersama keluarganya, dia sudah menyerahkan semua bisnisnya pada orang kepercayaannya dan anak-anaknya. Dia hanya ingin waktunya dihabiskan untuk keluarga.


"Sayang kamu mau bawa kemana si kembar." Sena menatap Aaron bertanya.


Kembar sudah terlelap, tapi Aaron malah mau membawanya keluar.


"Biar sana pengasuh." Jawab Aaron yang langsung membawa twins keluar untuk menuju pintu kamar yang tidak jauh dari kamarnya.


Sena tidak bisa lagi mencegah, karena dirinya hany memakai handuk setelah membersihkan diri, karena merasa gerah setelah tadi berkutat di dapur.


"Kak, kau..!" Ren mengumpat dalam hati, niat hati ingin olahraga dengan Istrinya lagi, tapi kedatangan Aaron justru membuatnya frustrasi.


"Lexa, kakak titip mereka, susu nya ada di lemari dapur Sena sudah menyiapkannya, tolong hanya malam ini." Pinta Aaron memelas.


"Mereka kan ada pengasuh, lagian_"


"Tidak apa kak," Alexa terseyum, dirinya senang jika di ijinkan untuk merawat dan tidur dengan twins, anggap saja Alexa sambil belajar.


Ren mendelik mendengar jawaban istrinya.


"Terimakasih Lexa." Aaron tersenyum lebar.


"Sayang kau.. arrghh." Ren menjatuhkan tubuhnya diatasi kasur.

__ADS_1


Sedangkan Aaron tersenyum puas. "Syukurin, mang enak dikerjain." Aaron kegirangan, malam ini dia akan mengempur Sena habis-habisan.


__ADS_2