
"Sayang aku pulang lebih dulu, divisi tempatku sedang mengadakan acara makan-makan untuk merayakan perhargaan kami.. See you."
Pesan yang Alexa kirim baru Ren baca di jam tujuh malam, dan pesan itu dikirim Alexa sejak jam lima sore.
Metting yang dia lakukan ternayata menyita waktu hingga tiga jam, dan selama meeting berlangsung Ren mematikan ponselnya.
Ren mendial nomor sang istri, namun tidak tersambung, bahkan nomor Alexa tidak aktif.
"Kenapa nomornya tidak aktif, apa dia sudah pulang ke apartemen." Pikir Ren begitu, karena sudah dua jam Alexa berada di luar dengan para sahabatnya pasti dia juga sudah pulang.
"Ck. pasti ada si Diaz yang ikut dengan mereka." Kesal Ren yang Ingat jika Diaz juga termasuk dari divisi sang istri bahkan Diaz adalah kepala bagian mereka, dan sudah di pastikan pria itu ada.
Ren menghidupkan mesin mobilnya untuk pulang ke apartemen. Dirinya juga baru saja menyelesaikan metting dan ingin segera pulang bertemu dengan sang istri.
Di perjalanan cukup ramai Ren mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. "Beli es krim Kali ya, Alexa kan suka makan eskrim." Ucapnya yang melihat didepan sana ada sebuah minimarket.
Ren membelokkan setir kemudinya ke minimarket yang masih sedikit jauh dari apartemen nya, dirinya ingin membelikan Alexa eskrim.
Di dalam Ren mengambilkan beberapa eskrim beraneka rasa dan bermacam bentuk, karena tidak tahu istrinya suka yang mana, alhasil Ren membeli banyak dengan macam-macam rasa.
__ADS_1
Setelah membayar di kasir, Ren keluar minimarket dengan senyum melihat plastik yang dia bawa berisikan eskrim untuk sang istri.
"Pasti dia suka." Gumamnya mengingat Alexa.
Menghidupkan mesin mobil, Ren yang tidak melihat ada sepeda motor di belakangan membuatnya menabrak.
Brak
"Eh,,suara apa itu?" Ren pun melihat dari kaca spion dalam, dan sepertinya ada seseorang yang dia tabrak.
Segera dirinya keluar dari dalam mobil dan melihat apa yang terjadi.
"Ah, sial.." Orang itu mengumpat ketika tangannya terasa sakit dan perih akibat terluka.
"Auwss,, sakit." Wanita itu masih meringis dengan menyentuh telapak tangan dan lututnya yang memar.
"Duh mbak maaf, ayo saya bantu bawa ke rumah sakit." Wanita yang kesakitan itu melihat wajah Ren yang sejak tadi bicara.
Tiba-tiba senyumnya mengembang ketika melihat pria tampan yang kaya didepanya.
__ADS_1
"Auwss..Sakit tau." Ucap Maura dengan merintih.
"Makanya ayo saya bawa kerumah sakit, biar di obati dan tidak infeksi." Ren membatu Maura masuk ke dalam mobilnya di bagian kursi penumpang, karena baginya kursi depan di sampingnya hanya untuk sang istri.
Ren mengantarkan Maura ke rumah sakit terdekat, karena merasa harus bertanggung jawab.
Setelah sampai, Ren menunggu maura di obati, dia lebih memilih menunggu di luar.
"Sudah?" Ren berdiri menghampiri Maura ketika wanita itu keluar dari ruangan dokter.
"Sudah, terima kasih." Maura tersenyum manis. Membuat Ren hanya diam saja. "Oh, ya kenalkan nama saya Maura." Maura mengulurkan tangannya, namun Ia tarik kembali karena telapak tangannya sebelah kanan mendapat perban.
"Birendra." Jawab Ren datar. "Kendaraan anda biar orang saya yang perbaiki, dan anda mari saya antar."
Maura kegirangan dalam hati, dirinya akan diantar oleh pria tampan kaya dan memiliki mobil keren.
"Em, baiklah dan terima kasih." Kali ini Ren membalas dengan sedikit senyum.
"Eh, Lex itu bukannya pak bos?" Ucap Gesya, rekan Alexa.
__ADS_1
Alexa pun melihat ke arah yang Gesya maksud, dan benar di sana suaminya bersama seorang wanita, tapi karena wanita itu memunggunginya jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas, tapi Alexa melihat suaminya yang tersenyum dan berbicara kepada wanita itu, apalagi Ren sampai menyentuh tangan wanita itu.
'Dengan siapa dia?'