
Aaron yang baru saja selesai metting dengan klien menghidupkan ponselnya yang sejak tadi dia matikan.
Ting
Beberapa pesan langsung masuk diantaranya dari grub keluarga.
Aaron membuka pesan yang sepertinya hanya dirinya sendiri yang belum melihat chat itu.
Bibir nya melengkungkan senyum ketika melihat foto wajah sang istri yang begitu berkali lipat lebih cantik ketika mengenakan hijab.
Aaron langsung mendial nomor sang istri, hingga beberapa kali tapi tidak di angkat oleh Sena.
"Ck. kemana sih."
"Sayang kamu dimana...?"
Aaron mengirim pesan pada sang istri, hanya centang dua dan belum di baca, Sena aktif satu jam yang lalu.
Aaron melihat story Arin lima menit lalu, sebuah Vidio hanya berdurasi 30detik.
Vidio yang memperlihatkan ustadz yang sedang berceramah, dan di akhir Vidio terlihat sang istri yang khusuk mendengarkan kajian ceramah.
Aaron yang melihat hanya tersenyum, mungkin istrinya sengaja mensilent ponselnya karena sedang mengikuti acara pengajian.
"Nik, apa masih ada Dateline setelah ini?" Tanya Aaron pada Niko asistennya.
"Seharusnya nanti jam tiga ada pertemuan dengan klien, tapi mereka membatalkan pertemuan karena ada kepentingan lain." Jelas Niko pada Aaron.
"Yasudah sekarang antar saya ke jalan xx." Aaron keluar dari restoran hotel yang tadi mereka gunakan untuk metting.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain Sena dan Arin begitu senang bisa ikut berpatisipasi dan berbagi dengan sesama, setelah Arin meminta tuan rumah sekaligus sahabat nya itu.
"Makasih jeng Arin sudah mau ikut berpartisipasi dengan acara ini, kami juga sangat senang." Sahabat Arin bernama Widya itu juga senang ketika sahabat lamanya ikut dalam acara tasyakuran tahunan yang Ia selenggarakan dan sahabatnya itu juga mau ikut berpartisipasi.
"Sama-sana mbak Widya, semoga yang kita bagikan bisa bermanfaat."
"Menantu jeng Arin cantik banget, sampe pangling." Widya menyentuh lengan Sena, dan di balas senyum oleh Sena.
"Iya, aku saja kagum mbak."
"Mamaaa..." Sena merasa malu di puji.
Ehem...
Deheman seseorang membuat ketiga wanita itu menoleh.
"Ar..!" Sena yang terkejut melihat suaminya tiba-tiba berada di sana.
Aaron mendekati sang istri dan langsung memeluk pinggangnya, mencium kening Sena.
"Ck. Begini mbak kalau saya bawa istrinya." Arin memutar bola matanya malas. Melihat putranya muncul tiba-tiba.
"Itu tandanya nak Aaron mencintai istrinya dan tidak bisa jauh-jauh."
"Apa kabar Tante." Aaron menyapa Widya dan mengulurkan tangannya pada sahabat sang Mama. "Kebetulan Tante sedang mengadakan syukuran tahunan, saya membawakan beberapa bingkisan untuk di bagikan di acara ini."
__ADS_1
Ketika sedang di perjalanan Aaron menyuruh Niko untuk menyiapkan beberapa bingkisan untuk di bagikan kepada anak-anak panti asuhan yang datang ke acara ini.
"Alhamdullillah ya nak, semoga yang kita kasih membawa berkah." Ucap Widya dengan senang.
"Amiinn mbak, semoga kebaikan kita semua menjadi berkah dan barokah."
Mereka bersyukur masih diberi kesehatan dan Rezki, dan mereka membagikan sebagian rezeki mereka kepada yang membutuhkan.
Aaron membawa Sena ke stand makanan, setelah meminta ijin kepada Arin dan Widya.
"Ar, kamu tahu aku disini." Sena menerima suapan buah dari tangan suaminya.
"Kemana pun istriku pergi aku bakalan tahu, kamu sembunyi di lubang semut saja pasti aku bisa menemukanmu." Ucap Aaron dengan menyuapi Sena buah lagi.
Sena hanya menghela napas, suaminya itu sudah pasti memasang GPS pada ponselnya, Dimana pun dia berada pasti Aaron mengetahui nya.
"Kenapa?" tanya Aaron yang melihat Sena hanya diam saja.
"Tidak." Sena menggelang.
Sena yang sedang fokus melihat anak-anak panti yang bermain dan bercanda membuatnya senyum sendiri.
Aaron menatap ke arah sang istri dan mengikuti arah mata Sena. Dirinya juga melihat beberapa anak yang sedang bermain dan bercanda.
"Semoga kita di segerakan untuk memiliki keluarga kecil." Aaron merangkul bahu Sena dan mencium kening sang istri.
"Hm..jika memiliki mereka pasti rumah papa akan ramai."
Mereka baru satu bulan menikah, Aaron dan Sena sudah sepakat untuk tidak menunda memiliki momongan. Jika di kasih rezeki mereka akan senang hati menyambut kehadiran malaikat kecil dalam pernikahan mereka.
__ADS_1