
Alisa sudah cantik dengan gayanya, dan kini sedang menemani Bimo di ruang tamu sambil menunggu Alena dan mbak Mirna.
"Alisa ingin kemana kalau jalan-jalan?" Tanya Bimo yang sedang memangku Alisa.
"Alis ingin nonton di bioskop kaya temen Alis kak." Ucap nya dengan wajah senang.
"Memang tidak pernah nonton di bioskop?" Tanya Bimo lagi.
Alisa hanya menggeleng. "Kak Lena kan sibuk kerja, lagian nonton kan kata temen Alis bayarnya mahal, jadi mana mungkin kak Lena mau ajak Alis."
Bimo hanya tersenyum mendengar ucapan Alisa. "Oke kalau begitu kakak yang akan ajak Alis nonton."
"Wahh...beneran kak?" Tanya gadis kecil dengan binar bahagia.
"Iya..dong apa sih yang gak buat Alis." Bimo menarik hidung kecil Alisa dan mencium pipi gadis kecil itu gemas.
Mungkin jika dirinya mempunyai adik seperti Alisa akan sangat menyenangkan.
"Yeiyeee..." Alisa kegirangan mendengar nya.
"Ada apa sih kok kayanya seneng banget." Alena muncul dari dalam.
Celana jins dan kaus putih adalah pilihannya Alena untuk saat ini, rambut panjang nya Ia biarkan tergerai.
"Rahasia dong." Alisa dan Bimo menjawab kompak.
"Dih, kompak bener main rahasiaan." Alena mencebik.
.
__ADS_1
.
"Eh..Maaf Mas Bimo, suami mbak pengen ikut." Mirna datang dengan membawa suaminya, karena ingin ikut mendengar Mirna di ajak jalan-jalan bersama Alena dan Alisa.
"Gak papa mbak, malah seru kalau rame-rame..iyakan Bim-Bim?" Ucap Alena yang sudah seperti nyonya Bimo saja.
"Hem..apapun kata nyonya." Ucap Bimo tersenyum dan membuka pintu mobil untuk Mbak Mirna dan suami.
"Kamu di depan sayang." Bimo tersenyum ketika membuka kan pintu untuk Alena.
Wajah Alena bersemu merah mendengar panggilan Bimo.
Cup
"Kamu cantik sayang." Mencuri ciuman di pipi ketika Alena ingin masuk ke mobil.
"Hiss...modus terus." Dumel Alena merasa panas disekitar wajahnya.
.
.
.
Mereka kini sudah ada didepan pintu bioskop untuk mengantri membeli tiket, hanya Bimo dan Alena saja yang mengantri, karena Alisa dan mbak Mirna beserta suami sedang duduk di kursi tunggu.
"Kamu yang antri beli tiket, aku kesana dulu beli minuman dan makanan." Ucap Bimo sambil menunjuk stan penjual minuman dan popcorn.
Alena hanya mengangguk. "Pegang untuk bayar tiket." Bimo mengambil beberapa uang kertas dari dompetnya dan memberikannya kepada Alena.
__ADS_1
Setelah beberapa menit keduanya selesai dengan urusan nya, Alena membeli tiket film sesuai yang dipilih Alisa.
Mereka sudah duduk di kursi penonton masing-masing Alisa yang berada di samping kiri Alena, dan Bimo yang berada di samping kanan Alisa.
Mbak Mirna dan suami memisahkan diri, mereka yang ingin melihat film horor, dan Bimo mengiyakan nya, dan nanti mereka akan bertemu di tempat awal tadi.
Alisa nampak serius dengan layar besar didepanya, ternyata seperti ini rasanya menonton di bioskop, besok ketika sekolah dirinya akan bercerita dengan teman-temannya.
Tangan Alina menyuapkan cemilan ke mulut Alisa, sedangkan dirinya sendiri menerim suapan dari tangan Bimo.
"Kamu senang?" Tanya Bimo sambil berbisik di telinga Alena.
"Hm.. terimakasih sudah membawa kami kesini." Ucapnya tersenyum.
Ya, Alena berterima kasih meskipun hanya di bawa nonton, namun melihat Alisa yang begitu bahagia dirinya juga bahagia. Selama ini dirinya sibuk bekerja hingga lupa jika Alisa juga butuh liburan dan jalan-jalan di usianya yang masih anak-anak.
"Setiap Weekand aku akan ajak Alisa jalan-jalan." Ucap Bimo dengan masih menyuapkan popcorn di mulut Alena. "Kamu tahu dia sangat ingin kesini karena temanya yang bercerita, dan dia bilang kak Lena sibuk bekerja, jadi tidak mungkin mengajaknya kesini."
Alena menatap wajah Bimo bergantian dengan Alisa, hatinya terenyuh mendengar ucapan Bimo.
"Mulai sekarang setiap Weekand, kamu tidak perlu datang ke apartemen, karena aku yang akan datang untuk mengajak kalian." Bimo mengecup punggung tangan Alena.
Alena merasa tertegun apa yang pria itu ucapkan, selama ini Diki saja tidak pernah meluangkan waktunya untuk mengajak Alisa dan dirinya jalan-jalan ketika hati libur. Dan hal itu mulai membuat Alena membandingkan mereka berdua.
.
.
.
__ADS_1
Sudah cocok belum..???😍