Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Kejujuran2


__ADS_3

"Aku_"


"Sudah tidak mencintaiku lagi." Potong Alexa dengan kata lirih, matanya terpejam dengan bibir terisak. "Maaf, maaf kalau sikapku membuatmu terluka, aku_"


"Sssttt..bukan kamu yang harus minta maaf," Ren mengusap wajah Alexa yang basah oleh air mata, dirinya menatap dengan lekat mata sembab dan hidung merah karena menangis. "Bukankah cinta tak harus memiliki? dan aku akan bahagia jika cintaku menemukan kebagian nya meskipun bukan bersamaku." Ren tersenyum, senyum yang di paksakan. "Percayalah kamu akan bahagia bersama orang yang kamu cintai, dan akupun juga sama." Ren mengecup kening Alexa dalam, membuat Alexa semakin menangis kencang.


"Tapi aku ingin suami ku." Alexa menangis dengan menyandarkan keningnya di dada bidang suaminya, kedua tangannya meremat jas yang Ren pakai. "Aku menginginkan suamiku, bukan orang lain." Katanya lagi dengan suara tangis yang masih keras. "Kamu jahat Ren, kamu jahat ninggalin aku yang sudah sayang sama kamu, kamu jahat..!!" Alexa memukul dada Ren bertubi-tubi, tapi pria itu hanya diam saja dengan dada bergemuruh dan bibir tersenyum.


"Kamu rela aku bersama pria lain? kalau begitu aku akan pergi menuruti ucapan kamu." Alexa memundurkan tubuhnya dan ingin berbalik pergi.


"Eh..mau kemana? siapa yang rela kamu pergi dengan pria lain." Ren menarik tangan Alexa dan merangkul pinggangnya.


Alexa sesenggukan tapi sudah tak mengeluarkan air matanya. "Tadi kamu bil_"

__ADS_1


"Ck. Itu karena kamu nya yang bikin kesel dan hati aku panas." Ren menarik pucuk hidung Alexa yang kecil. "Terima kasih sudah menerimaku." Ucapnya dengan menatap istrinya penuh cinta, tangannya menangkup kedua sisi wajah Alexa. "Dan semoga kamu juga mau mencintai ku."


Tangan Alexa merangkul pinggang suaminya, dan memeluknya. "Em.. aku akan belajar mencintai pria egois dan kejam sepertimu, tapi maaf mungkin aku belum bisa menakayanimu sepenuhnya, karena aku masih takut dengan kejadian_"


"Ssstt, aku mengerti." Ren mengeratkan pelukannya dan mencium kepala Alexa. "Maaf kan aku yang membuat mu menjadi trauma, kamu selalu berada di sampingku saja sudah cukup saat ini."


"Em.." Matanya terpejam, perasaanya lebih baik ketika sudah meluapkan apa yang dia rasa untuk sang suami. Meskipun harus ada drama air mata, setidaknya hubungan mereka tidak sampai berpisah.


Sebisa mungkin Alexa akan berusaha untuk melupakan kejadian kelam itu.


Mereka sedang duduk di sofa ruang kerja Ren. Alexa yang sedang membersihkan luka di punggung tangan suaminya dengan kapas.


"Wanita?" Tanya Ren balik.

__ADS_1


"Ck. wanita yang kamu sebut kakak." Alexa berdecak, karena suaminya pura-pura lupa.


"Oh, kak Aileen dia anak dari adik kandung Oma Leina."


Alexa hanya menggaguk saja. "Kenapa? kamu cemburu." Goda Ren dengan menusuk pipi Alexa mengunakan jari telunjuknya.


"Dih, siapa yang cemburu? Gara-gara kalian aku sampai terkena pecahan gelas." Gerutunya yang malah membuat Ren tertawa.


Alexa melirik suaminya sinis, dan membereskan obatan yang dia pakai. "Itu tandanya kamu cemburu sayang, pasti kamu mendengar obrolan kami tadi." Ren masih tertawa. Dirinya tidak percaya jika sekarang Alexa bisa cemburu.


Alexa mendelik dengan kesal. "Aku pergi." Ucapnya yang sudah ingin meraih gagang pintu.


"Ish. nagambekan banget sih, lagi PMs ya." Ren langsung merangkul Alexa dari belakang dengan kedua tangan yang mengait di leher istrinya.

__ADS_1


Alexa hanya tersenyum, entahlah dirinya seperti gadis yang sedang jatuh cinta karena perlakuan suaminya.


__ADS_2