Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Gara-gara kotak susu


__ADS_3

Ren mengirimkan pesan pada Alexa jika dirinya menunggu di parkiran mobil.


Setelah sepuluh menit menunggu Ren melihat Alexa yang berjalan ke arah mobilnya, segera Ren membuka central look pada mobilnya agar pintu dapat di buka oleh Alexa.


"Maaf mas, lama menunggu." Alexa masuk dan membenarkan duduknya agar nyaman.


"Tidak apa, maaf tidak bisa menunggu mu di atas." Ren membantu memakaikan sabuk pengaman untuk sang istri.


"Terima kasih." Alexa tersenyum ketika Ren selesai memebantunya memakai sabuk pengaman.


"Mau pulang sekarang?" Tanya Ren yang mulai menghidupkan mesin mobilnya.


"Mampir ke supermarket dulu ya, bahan masakan diaparteman sudah habis."


"Oke."


Ren pun melajukan mobilnya menuju supermarket yang Alexa maksud, di dalam mobil tangan Alexa memutar musik untuk menemani perjalanan sore mereka.


Dengarkanlah, wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Ren pun ikut mengeluarkan suaranya ketika mendengar lagu yang dia sukai.


Hasrat suci kepadamu, dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


'Tuk yang pertama dan terakhir

__ADS_1


Ren menyentuh tangan Alexa lalu menciumnya dan tersenyum.


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang 'tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Keduanya bernyanyi bersama membuat suasana di dalam mobil menjadi hangat.


Ren tidak menyangka jika suara sang istri ternyata begitu indah.


Mereka berdua masih terus saling bernyanyi sampai tak terasa mobil mereka sampai di supermarket.


Ren membukakan pintu untuk sang istri dan merangkul pinggangnya untuk masuk ke dalam supermarket.


"Aku ingin makan ayam bakar kecap buatan mu itu." Ucap Ren sambil mendorong troli belanjaan Alexa.


"Baru kemarin mas aku masak itu buat kamu." Alexa menatap suaminya dengan kening berkerut.


"Hm, tapi aku suka karena rasanya Mamamia lezatos." Alexa malah tertawa mendengar ucapan suaminya.


"Malah ketawa sih." Ren pun heran.


"Habis wajah kamu lucu mas." Alexa masih dengan tertawa.


"Mas bukan badut sayang." Ren memeluk Alexa dari belakang ketika mengambil brokoli.


"Mas, malu tau." Alexa mencoba melepas rangkulan tangan suaminya, dirinya malu menjadi pusat perhatian di supermarket.

__ADS_1


"Mereka iri sayang," Ren semakin menggoda Istrinya dengan mengecup pipi.


Pengunjung di supermarket itu malah semakin berteriak melihat kelakuan Ren yang begitu mesra dan romantis. Meskipun di tempat umum, apalagi tangan Ren mengusap perut istrinya.


"Mass ish, lepas." Alexa melepas menggerakkan bahunya agar Ren melepas pelukannya.


Alexa menoleh ke kanan dan ke kiri dirinya meringis sendiri melihat banyak orang yang memperhatikan mereka, sepertinya suaminya sengaja melakukan itu.


"Dah lah, males aku buatin kamu ayam bakar." Alexa yang kesal dan pura-pura merajuk meninggalkan Ren menuju tempat susu khusus ibu hamil.


"Eh, kok gitu." Ren pun mengejar Istrinya yang lebih dulu pergi.


"Walah, pasangan suami istri yang romantis, andai bojoku seperti itu pastine aku seneng banget lohh." Seorang ibu-ibu merasa gemas sendiri melihat Ren dan Alexa yang mesra didepan umum.


"Mas bagus yang mana?" Alexa menunjukan dua kotak susu ibu hamil didepan wajah suaminya.


"Em, yang ini sepertinya lebih enak." Ren menujuk kotak susu berwarna ungu.


"Tapi aku suka rasa coklat mas." Ucap Alexa yang melihat Ren menunjuk rasa vanilla.


"Tapi enak yang ini loh sayang, lebih manis."


"Ish, yang minumkan aku bukan kamu mas." Kesal Alexa menatap suaminya tajam.


"Tapikan enak yang ini sayang, kamu coba dulu deh." Ren masih kekeh memilih rasa vanilla. "Lihat warna gambarnya juga Bagus, mas suka warnanya." Ucap Ren seketika membuat Alexa terbelalak.


"Jadi mas hanya suka melihat warna bungkusnya."


Ren yang melihat tatapan maut Istrinya menggaruk kepalanya yang tak gatal, dirinya juga tidak tahu kenapa ingin Alexa membeli susu rasa vanilla hanya karena dirinya menyukai gambar warna di kotak susu itu.


"Malam ini mas tidur diluar."

__ADS_1


__ADS_2