Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Bertemu seorang


__ADS_3

Alexa turun di lantai enam dan Ren melanjutkan ke lantai sepuluh dimana ruangan nya berada.


Ketika ingin memasuki ruangannya, Alexa berpapasan dengan Diaz yang baru saja keluar dari ruanganya. Mungkin pria itu akan masuk keruangan bawahnya karena ditangan nya terdapat map.


"Pagi pak?" Sapa Alexa sopan, dan tetap formal. Dirinya menghargai Diaz sebagai atasannya.


Diaz hanya diam dan kemudian menunduk, "Pagi Bu." Jawabnya dengan sedikit rasa hormat.


"Kak, jangan panggil aku seperti itu." Alexa menatap Diaz serius. "Panggil aku seperti biasa kakak memanggil, aku lebih suka diantara kita tidak ada jarak. Meskipun kita tidak memiliki hubungan, tapi aku ingin kita menjadi teman baik." Tutur Alexa panjang lebar, sungguh dirinya merasa tidak nyaman jika Diaz melihatnya sebagai istri bos di kantor. Dan keadaan seperti ini yang Alexa tidak sukai, mereka yang dekat dengannya dan harus menjaga jarak karena dirinya adalah istri seorang CEO.


Diaz hanya diam menatap Alexa, meskipun dalam hatinya masih ada rasa untuk wanita yang berada didepannya, tapi rasa yang dia miliki sudah tidak akan pernah lagi terbalas. Apalagi Alexa sendiri yang memutuskan hubungan mereka jadi Diaz pikir Alexa benar-benar ingin menjadi istri Birendra yaitu bos tempatnya bekerja.


"Baiklah, jika itu yang kamu mau." Diaz tersenyum tipis. Mungkin mulai sekarang dirinya harus mulai iklas untuk melepaskan Alexa yang pernah menjadi kekasihnya meskipun hanya sehari. Apalagi tadi pagi dirinya melihat dengan langsung Ren begitu menjaga Alexa dan dari situ bisa Diaz lihat keduanya saling mencintai.

__ADS_1


Alexa ikut tersenyum. "Dan kakak harus janji jangan katakan pada siapa pun, apalagi karyawan kantor jika aku istri Birendra, karena kami sudah sepakat untuk tidak memberi tahu semua karyawan Bagaskara Grub dulu, aku hanya ingin menjadi Alexa yang mereka kenal." Alexa dengan wajah memohon kepada Diaz.


Diaz hanya geleng kepala, jika wanita lain pasti akan senang diperkenalkan di khalayak umum, tapi lihatlah wanita didepanya lebih memilih menyembunyikan statusnya demi karir dan kebebasan nya dalam ruang gerak di kantor suaminya sendiri.


"Baiklah, kamu memang wanita berbeda." Diaz hanya tersenyum lalu membuka pintu ruangan bawahannya termasuk Alexa.


"Silahkan Bu." Ucap Diaz menggoda Alexa dengan suara pelan."


"Ish, kamu nyebelin pak." Ucapnya dengan wajah dibuat kesal.


"Pagi semua, saya mau menyampaikan jika hati ini ada pertemuan dengan CEO kita, beliau ingin mengucapkan terima kasih dan yah sepertinya kita akan mendapatkan penghargaan." Ucap Diaz dengan wajah bahagia.


"Yeeyy.. asik, pasti dapet bonus gede." Mita yang paling semangat karena memang kebutuhan pengeluarannya juga banyak, dan momen seperti ini sangat di tunggu oleh nya.

__ADS_1


"Wah kayaknya si bos bakalan kasih bonus besar-besaran nih."


"Iya dong, secara program baru kita membuat si bos terpukau, dan pasti kita akan mendapatkan bonus yang sesuai."


Mereka semua begitu senang dengan apa yang di sampaikan oleh Diaz, apalagi ini kali pertama mereka mendapat undangan khusu dari CEO mereka.


"Alexa, kamu juga harus ikut, karena program kita juga ada campur tangan dari ide kamu yang belum selesai. Dan kami hanya cukup menambahkan nya saja." Ucap Diaz yang memang telah mengkombinasi ide dari Alexa dan para rekan mereka. Karena jika memakai ide baru dan mulai dari nol waktu mereka tidak akan cukup.


Alexa juga ikut senang jika divisi mereka kembali mendapat penghargaan, meskipun bukan di tempat yang sama.


"Aku ke toilet sebentar mbak, kalian duluan saja." Ucap Alexa karena dirinya harus menuntaskan hajatnya sebelum memasuki ruangan suaminya untuk rapat divisi.


"Duh, pake acara kebelet segala lagi."

__ADS_1


Bugh


Karena buru-buru Alexa sampai menabrak seorang. "Aduh mbak, maaf saya tidak sengaja." Alexa mendongak dan alangkah terkejutnya dirinya melihat siapa orang yang dia tabrak.


__ADS_2