Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Terjebak situasi


__ADS_3

"Pria tidak punya perasaan, dasar pria brengsek." Alexa menggerutu dengan perasaan kesal dan marah bahkan air matanya menetes.


Apa salahnya hingga dirinya dikatai wanita murahan, apakah dirinya seorang penjual diri, tidak bukan.


Memang dirinya hanya wanita yatim piatu yang sudah tidak punya siapa-siapa, tapi bukan berarti dirinya menjadi wanita murahan hanya untuk kesenangan.


Alexa bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dirinya bukanlah tipe wanita yang suka memperalat seorang pria untuk menjadi mesin ATM berjalan, lantas dibagian mana dirinya disebut wanita murahan.


Dan untuk apa pria itu menghina dan meremahkanya, jika mereka saja tidak saling kenal.


Alexa yang berjalan ingin memasuki lift, tiba-tiba tangannya di cekal dan ditarik paksa.


"Lepas..!!" Alexa memberontak, apalagi melihat siapa orang yang sudah berbuat kurang ajar.


Brak


Ren menyentak tubuh Alexa ke dalam ruangan kosong di lantai tujuh, ruangan kosong itu seperti ruang metting yang belum pernah di gunakan, namun tempatnya bersih.


"Mau apa kau..!" Alexa menatap tajam, dengan menghapus air matanya, dirinya mundur perlahan ketika Ren semakin mendekat ke arahnya. Bahkan tatapan mata pria itu tak lepas darinya.


Alexa menoleh ke kanan dan kiri, dirinya ingin melarikan diri, melihat tatapan Ren membuatnya merasa dalam bahaya.


"Ahh..lepas..!!" Alexa yang ingin berlari menggapai pintu, namun kalah cepat dengan Ren yang memeluknya dari belakang dan menariknya menjauh dari pintu.


klik, suara pintu terkunci otomatis ketika tangan Ren menggapai remote yang sejak tadi dia cari.


"Mau kabur hm.." Ren menatap wajah Alexa seksama, air mata Alexa mengalir bertambah deras.


"Pria brengsek, mau apa kau hah, belum cukup menghina ku dengan kata-katamu itu hah, belum cukup kamu buat hidupku menderita karena kekuasaan mu.!" Alexa berteriak menggebu-gebu, dirinya tidak peduli jika setelah ini akan mendapat masalah dan berakhir di pecat.


"Kamu tahu," Alexa menunjuk Ren dengan kilatan api kemarahan. "Karena kamu aku harus pontang panting mencari pekerjaan, karena kamu aku di pecat beberapa kali dari pekerjaan ku, dan sekarang kamu menghinaku dengan sebutan wanita murahan." Alexa terus mengukarkan kekesalannya yang selama ini Ia pendam, dan sasaran Alexa adalah Ren yang membuatnya memiliki banyak masalah.


"Aku memang orang miskin tapi bukan berarti bisa seenaknya kamu hina tuan Ren yang terhormat, seharusnya anda berkaca pada diri sendiri." Alexa menatap remeh dan sinis pada Ren. "Disebut apa wanita yang sengaja jual diri hanya untuk kesenangan saja, tapi sayang anda pria pintar bisa dibodohi dengan mudah."

__ADS_1


"Maksud kamu apa!!" Ren mencekram dagu Alexa kuat, sejak tadi dirinya diam. Tapi kalimat terakhir yang Alexa ucapkan membuatnya tak terima.


Meskipun merasakan sakit di dagunya, tapi Alexa menunjukkan wajah angkuhnya.


"Tanpa aku bicara, seharusnya kamu tahu. Itupun jika kamu memang pria pintar."


"Kamu..!!" Tangan Ren sudah terangkat untuk memukul Alexa, tapi Ren menahannya.


Ucapan Alexa menohok dirinya, matanya memang dibutakan oleh rasa suka dan kagum pada wanita yang dulu begitu dia inginkan, dan sekarang dirinya baru mendapatkan wanita itu setelah semua yang terjadi.


Alexa hanya pasrah memejamkan matanya, ketika melihat tangan besar Ren melayang ingin menamparnya, yang jelas perasaanya sudah plong karena sudah mengeluarkannya unek-unek dalam dirinya kepada Ren.


Dengan kasar Ren menarik pergelangan tangan Alexa, dan membawanya keluar dari ruangan itu dengan langkah kaki lebar, sehingga membuat Alexa terseok-seok mengikuti Ren.


"Lepas..!!" Alexa memberontak, tangan kirinya meraih pegangan.


"Ikut aku..!!" Ren menyentak keras tangan Alexa, membuat Alexa kesakitan dan melepaskan pegangannya.


Emosi tentu saja Ren emosi, di katai Alexa seperti itu. Dirinya memang tidak pernah merasakan jatuh cinta, dan sekarang dirinya baru bisa mendekati wanita yang dia inginkan dan menerima masa lalunya, tapi ucapan Alexa seakan membuat nya pria paling bodoh.


Brak


"Ren, apakah sudah hilang rasa sopan santun mu.!!" Pekik Bimo yang kesal, karena membuatnya terkejut.


"Pah nikahkan kami sekarang." Ucap Ren dengan tatapan serius.


"Maksud kamu apa?"


"Ngak.." Alexa menggelengkan kepalanya dan masih mencoba melepas cekalan tangannya. "Jangan harap aku mau menikah dengan pria sepertimu." Ucap Alena menatap Ren dengan penuh kebencian.


Bukan Alexa jika pasrah dan mau menerima pernikahan gila ini, pasti pria itu sudah merencanakan banyak hal untuk membalas perbuatanya.


"Om, panggilkan penghulu sekarang juga." Tanpa mendengar ucapan Alexa, Ren meminta Daniel untuk menuruti permintaannya.

__ADS_1


"Ren, kamu bicara dulu dengan tenang, ini ada apa_"


"Bukankah tadi papa memintaku untuk menikahinya, jadi untuk apa papa perlu penjelasan ku, yang Ren minta papa kabulkan permintaanku." Ucap Ren serius dengan keputusannya.


"Tapi Ren, kamu tidak melihat Alexa yang tertekan apa yang sudah kamu lakukan kepada-nya." Bimo menatap wajah Alexa dengan pipi basah menangis.


"Belum melakukan apa-apa, tapi nanti pasti aku akan melakukannya setelah menikah." Ren tersenyum menyeringai.


Bugh


Bimo melempar map yang berada di atas mejanya, dan mengenai wajah Ren.


"Dasar otak mesum." Umpat Bimo menatap Ren jengkel. Bisa-bisanya putranya itu berkata tidak di saring didepan orang tua.


Melihat Ren seperti itu lagi-lagi membuat Bimo menghela napas, kenapa kedua anaknya sangat berbeda, jika Sena lebih memilih berkorban demi perasaanya dan menuruti permintaannya, tapi Ren malah menantang dirinya. Meskipun tahu jika Alexa wanita baik-baik tapi melihat Ren, Bimo yakin jika putranya itu hanya mempermainkan Alexa yang mungkin sudah membuatnya marah ataupun kesal.


Dan itu membuat Bimo tidak bisa menerima jika putranya menyakiti seorang wanita baik seperti Alexa, dan Bimo juga tidak setuju jika putranya memilih kekasihnya untuk di jadikan istri, karena Bimo juga menyelidiki putranya itu dekat dengan siapa.


Bukan masalah materi yang Bimo lihat, melainkan kebaikan dan ketulusan hati seseorang, meskipun kedua wanita yang saling berhubungan dengan putranya adalah wanita biasa saja tapi Bimo bisa menilai yang mana wanita baik-baik dan tulus.


Alexa menjadi takut sendiri, dirinya tidak mau terjebak dalam pernikahan gila ini, Alexa lebih memilih di pecat dari pada harus menikah dengan pria seperti Ren.


Ren memang pria tampan dan kaya raya, tapi Alexa tidak melihat dari segi fisik dan merteri yang Ren punya, melainkan hatinya yang tidak mau menerima pria seperti Ren, yang Alexa inginkan adalah pria baik dan membuatnya merasa nyaman di lindungi, karena Alexa butuh sosok seseorang yang bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.


"Ren, papa yakin jika kamu mau menikahi Alexa karena ada yang kamu rencanakan." Tatapan mata Bimo berubah dingin, membuat Ren menelan ludahnya kasar.


"Jika kamu menikahi Alexa karena rasa kekesalan dan kemarahan mu, maka tidak akan papa ijinkan."


Alexa yang mendengar ucapan Bimo mendapat angin segar, dan tersenyum dalam hati.


"Tapi jika kamu menikahi Alexa dan yakin dengan perasaan kamu, papa akan menikahkan kalian sekarang juga."


Deg

__ADS_1


Alexa menatap Bimo dengan wajah sendu, dan menggelengkan kepala, sedangkan Bimo hanya menatap datar Alexa yang memohon lewat tatapan matanya.


__ADS_2