Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Papa superhero


__ADS_3

Sore hari seperti yang dikatakan Ren, jika akhir pekan Alexa dan Ren akan tinggal di rumah papa Bimo, dan kini keduanya sedang di dalam perjalanan untuk menuju ke rumah sang papa dan papa mertua.


"Mas mampir ke toko kue ya." Ucap Alexa menoleh sebentar pada Ren yang mengemudi.


"Didepan sana?" Tanya Ren memastikan, karena terkadang Alexa meminta sesuatu yang jauh, padahal yang dekat ada.


"Iya.." Alexa tersenyum, membuat Ren mengangguk.


Tak lama toko yang Alexa maksud terlihat, Ren segera membelokan kemudinya.


"Mas tunggu disini saja, aku hanya sebentar." Alexa melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil.


Ren yang melihat Istrinya berjalan masuk ke toko hanya geleng kepala.


"Bagaimana bisa aku membiarkan bumil seksih itu berkeliaran sendiri." Gumamnya dengan tersenyum kecil.


Ren pun segera keluar dari dalam mobil, dan mengikuti sang Istri yang sudah tak terlihat.


Sampai didalam Ren mencari keberadaan istrinya, toko sore ini lumayan ramai dan Ren cukup kesulitan mencari.


"Ck, kamu lagi kamu lagi." Maura menatap wanita hamil yang sayangnya semakin cantik dan penampilan Alexa semakin berkelas meskipun terlihat sederhana, tapi jika orang tau Alexa memakai barang branded semua, membuat Maura kesal melihatnya.


Alexa hanya diam, dan tetap memilih kue yang ingin dia beli. Dan tidak memperdulikan Maura yang berkacak pinggang disana.

__ADS_1


"Sepertinya hidupmu lebih baik setelah menggoda putra pertama kelaurga Bagaskara." Maura melihat Alexa remeh, dengan tatapan sinis.


Alexa masih diam, terlalu malas untuk meladeni Maura yang suka mencari gara-gara.


Maura yang kesal karena diabaikan, wanita itu mendorong bahu Alexa. "Sombong sekali kau..!!"


"Aaaakh."


"Sayang.." Beruntung Ren melihat kejadian barusan dan Alexa tidak sampai jatuh akibat ulah Maura.


"Mas." Jantung Alexa sudah berpacu, karena tidak ada persiapan dirinya terkejut ketika didorong oleh Maura.


Maura yang melihat Birendra langsung membulatkan kedua matanya, takut.


"T-tidak, aku hanya syok." Alexa menggeleng.


Ren mengalihkan pandangannya pada Maura yang berdiri mematung.


"Apa kau tidak tahu jika apa yang kau lakukan bisa membahayakan nyawa orang lain..!!" Ren berbicara keras didepan Maura. "Jangan pernah mengganggu istriku lagi, jika masih ingin menghirup udara didunai ini."


Deg


Maura langsung menciut, wajahnya pucat pasi, mendengar ucapan Ren dan tatapan mata pria itu begitu menusuk jantungnya. Apalagi dirinya mengingat apa yang sudah dialami oleh Jihan.

__ADS_1


"Ayo.." Ren merangkul pinggang Istrinya untuk pergi dari sana, meninggalkan Maura dengan ketakutannya.


Maura sudah tidak memiliki apa-apa, di toko kue itupun dia bekerja.


Jika saja dirinya tidak ditipu oleh agensi menjadi seorang model, mungkin nasib Maura tidak akan seburuk sekarang.


Kedua tangannya mengepal kuat, air matanya jatuh membasahi pipi.


Ren menemani Alexa untuk membayar apa yang sudah dibeli, dan membantu membawakan belanjaan Alexa.


"Mas terima kasih." Alexa terseyum dan merangkul lengan suaminya, keduanya berjalan menuju parkir mobil Ren. "Kamu memang papa superhero." Lanjut Alexa.


"Kamu terlalu santai menghadapi wanita seperti itu." Ucap Ren dengan membukakan pintu mobil untuk sang Istri.


"Bukan santai Mas, tapi aku tidak mau mencari masalah dengan kak Maura." Balas Alexa yang sudah duduk di dalam mobil.


Ren langsung menutupnya, dan memutari dari depan untuk masuk dan duduk di balik setir kemudi.


"Ya, maka dari itu dia terus menindasmu." Ren kesal sendiri, melihat Istrinya yang begitu sabar menghadapi kelakuan Maura yang semena-mena.


Wajah Alexa ditekuk, suaminya terus memojokkannya.


Mobil mewah Ren meninggalkan parkiran toko dengan Maura yang menatap tajam dari balik kaca besar di dalam toko.

__ADS_1


__ADS_2