
"Bos mau kemana?" Juno yang ingin masuk keruangan bosnya kembali tidak jadi karena Ren keluar ruangan dengan berlari untung mereka tidak bertabrakan.
"Kenapa dia." Gumam Juno yang melihat wajah panik bos-nya.
"Tuhan semoga Alexa tidak kenapa-napa." Ren terus berdoa untuk sang istri, dadanya bergemuruh. Jantungnya serasa ingin berhenti ketika mendengar Alexa terkena tusuk saat di mall.
Pantas saja sejak Alexa meminta ijin perasaanya sudah tidak karuan. Dan inilah yang terjadi isterinya mengalami kecelakaan.
Ting
Pintu lift terbuka Ren langsung berlari cepat, bahkan sampai menabrak karyawannya sendiri, tapi dirinya tidak peduli dan terus berlari agar cepat sampai di mobilnya.
Mereka yang melihat CEO berlari dengan wajah panik menjadi menggosip, karena tidak tahu apa yang terjadi.
.
.
Gesya duduk di samping ranjang Alexa, menatap wajah yang masih pucat belum sadarkan diri. Meskipun kata dokter Alexa sudah melewati masa kritis namun Gesya tetao khawatir karena Alexa belum juga sadar.
__ADS_1
Gesya memang belum lama kenal dengan Alexa, tapi dirinya bisa melihat jika Alexa wanita baik-baik, mungkin saja Alexa belum mau bercerita pada dirinya tentang hubungannya dengan si bos, apalagi Alexa sampai hamil.
Brak
Pintu ruangan terbuka lebar dari luar, nampak pria dengan napas naik turun.
"Pak.." Gesya yang melihat bosnya datang langsung berdiri dan menunduk, sedikit mundur untuk memberi ruang mendekati Alexa.
"Sayang.." Ren menyentuh tangan dan kepala Alexa. "Kenapa bisa begini, kenapa kamu begitu ceroboh." Suara Ren tercekat melihat wajah Alexa yang pucat.
Ren mencium tangan dan kening Alexa, dirinya merasa bersalah membiarkan istrinya sampai terluka seperti ini.
"M-maksud bapak, Alexa istri_"
"Ya, dia istri saya." Ren kembali memandangi wajah sang istri.
Glek
Gesya menelan ludah, cobaan apa ini? mereka sepasang suami istri dan batu saja Alexa mengalami keguguran? Gesya tidak tahu harus bicara apa, dirinya takut jika bosnya akan memarahinya karena lalai menjaga istrinya yang baru dia tahu.
__ADS_1
"Maaf pak, saya minta maaf karena tidak bisa menjaga istri anda." Gesya berucap dengan nada penuh penyesalan. "Saat di mall Alex_ maksudnya saya nona Alexa menolong ibu-ibu yang kecepetan, dan kami sempat adu tenaga tapi pencopet itu malah sengaja menusuk istri anda dengan pisau." Gesya berbicara dengan nada sedih, bahkan matanya sampai berkaca-kaca.
"Lalu.." Ren tidak menatap Gesya yang berbicara, dirinya tetap memandangi wajah Alexa dengan menggenggam tangannya.
"Istri anda_" Suara Gesya tercekat, sungguh dirinya tidak memiliki keberanian untuk mengatakan yang sejujurnya. "Istri anda harus di operasi karena lukanya sampai dalam, dan_ dan janinnya tidak bisa di selamatkan."
Deg
Ren memejamkan kedua matanya erat, tangannya meremat tangan Alexa. Untuk kedua kali jantungnya serasa ingin berhenti hatinya mencolos mendengar kenyataan yang tidak pernah dia duga.
"Alexa hamil." Ucap Ren dengan suara berat sedikit bergetar. Tatapan matanya terasa panas menatap wajah Alexa yang setia memejamkan mata.
"Maaf pak." Lagi-lagi suara Gesya penuh dengan penyesalan, jika dirinya tahu Alexa adalah istri bosnya dan sedang hamil, pasti Gesya memilih untuk membawa pergi Alexa, dari pada harus berurusan dengan orang jahat.
"keluarlah." Satu kata yang Ren ucapkan mampu membuat Gesya mendongak.
"Keluarlah tinggalkan kami." Ucap Ren lagi, karena Gesya belum pergi.
"b_baik pak, permisi." Gesya pun menunduk hormat dan pergi dari ruangan itu, sebelum kelauar dia menoleh untuk melihat Alexa.
__ADS_1
"Maaf.." Ren menangis, tangan Alexa Ia kecup bersama air matanya yang menetes.