Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part28


__ADS_3

Setelah empat puluh menit perjalanan, mobil Bimo sampai di sebuah tempat latihan futsal.


Bimo mengajak Alena untuk menemaninya latihan olahraga futsal. Entah mengapa dirinya ingin membuat gadis itu selalu bersamanya.


"Bapak ngapain bawa saya kesini?" Alena melihat kesekeliling dirinya baru tahu jika di bawa ketempat latihan futsal.


"Sekali lagi kamu panggil saya bapak, Jangan salahkan saya_"


"Iya...iya, ngapain Bim-Bim bawa saya kesini?" Tanya lagi meralat panggilan nya.


Bimo hanya diam menatap intens wajah Alena yang menatapnya bingung. "Olahraga Ale, memangnya apa lagi." Bimo meraih tas yang berada di kursi belakang, tas berisi baju gantinya.


"Ya siapa tahu, bawa mau kencan disini."


"Ide bagus Ale, nanti kita kencan main bola bareng." Bimo tersenyum menyeringai.


"Mana bisa saya main bola, kamu mengada-ada." Alena tertawa sumbang.


"Saya yang akan memainkan bola kamu, tapi di atas ranjang." Mata Bimo menatap wajah Alena lalu turun menatap dada Alena yang tak seberapa.


Alena yang menyadari tatapan mata bosnya langsung menyilang kan kedua tangannya didepan dada. "Bapak Mesum..!!" Alena mendelik ke arah Bimo.


Bimo tergelak melihat tingkah Alena. "Kamu lucu Ale."


Bimo segera keluar dengan masih tertawa.

__ADS_1


"Dih, bos nyebelin." Alena buru-buru ikut keluar dan berlari mengejar langkah lebar Bimo.


Bugh.


"Auws..kalo berhenti bilang dong." Alena mengusap keningnya yang menatap punggung lebar Bimo.


"Kamu yang jalanya gak lihat-lihat Ale." Bimo membalikan badannya.


"Bapak bisa gak sih, panggil nama saya yang bener...berasa murahan tau gak panggilnya kaya gitu." Ucapnya dengan wajah kesal.


Risih telinganya di panggil Ale-ale seperti minuman Cebu, murah banget kan.


Jika saja bukan bosnya sudah pasti Alena akan mengajak Bimo gelud, sayang pria tampan seperti bosnya terlalu menyebalkan.


Jika dipikir-pikir kenapa dirinya mau saja di ajak bosnya itu padahal kan dirinya di jadikan pembantu di Apartemen.


"Wahh hai bis... bawa cecan nih." Teman Bimo yang melihat di belakang ada cewek cantik.


Bimo memakaikan topi kepada Alena yang sempat dirinya bawa dari dalam mobil.


"Behhhh gak boleh dilirik bis, apalagi di pegang." Mereka tertawa melihat keposesifan Bimo.


Alena hanya pasrah, di pakaikan topi bosnya. Dirinya juga risih jika di tatap terus oleh teman-teman bosnya.


"Ba*ot kalian." Bimo menarik kembali tangan Alena, menyuruhnya duduk sedikit jauh dari jangkauan para temanya.

__ADS_1


"Kamu tunggu disini, saya mau ganti baju dulu." Bimo menepuk kepala Alena dan pergi.


"Ck. kenapa juga gue mau aja di bawa kesini, mana udah sore begini." Alena melihat jam di ponselnya. "Tau gitu kan mending beberes di apartemen, selesai pulang." Masih saja menggerutu dengan wajah mengamati tempat tersebut.


"Mana cewe sendiri lagi." Alena mendesah pasrah, sepertinya hari ini dirinya harus ektra sabar.


"Kamu tunggu disini dan jagain tas saya." Tiba-tiba Bimo datang dan menaruh tas nya di atas pangkuan Alena.


Alena mendongak dan mendapati Bimo yang menggunakan baju olahraga. 'Duh kenapa jantung ku' Alena sempat terpesona melihat bosnya itu.


"Jangan bengong Ale." Bimo menyentil kening Alena.


"Iss...sakit tau." Alena mengusap keningnya.


Bimo hanya tersenyum dan pergi masuk ke dalam lapangan futsal.


"Kalo gini terus bisa-bisa Mas Diki ganti Mas Bimo..ehh."


.


.


.


DUA 'R' ADA DISINI YA....CUSS.. MERAPAT KE FAVORITE KALIAN..😘😘😘👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2