Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Kesabaran Ren.


__ADS_3

Ren menatap istrinya yang sedang tertawa bersama anak-anak yang sedang bermain di istana bola, tidak ada gurat kekesalan ataupun ketidaksukaan, justru Ren sangat menikmati dengan apa yang istrinya lakukan.


Ya, Alexa meminta suaminya untuk mengantarkannya ke istana permainan di Mall, Alexa ingin bermain dengan anak-anak disana. Dan Ren pun mengabulkannya.


Meminta hal yang aneh di saat sedang hamil itu wajar, begitulah kata kakak iparnya dulu bilang ketika Ren meledek Aaron selalu menuruti ngidam Sena.


Dari jarak yang lumayan jauh Ren selalu memperhatikan isterinya yang bahagia hanya karena bermain di istana balon dengan anak-anak. Alexa tidak malu dilihat oleh para pengunjung dan beberapa ibu-ibu yang menemani anaknya mereka hanya melihat tingkah absure Alexa bermain.


"Tidak sayang..!!" Ren sedikit berteriak karena Alexa memanggilnya dan melambaikan tangan, agar Ren mau menghampiri.


Karena Alexa terus memanggilnya, Ren merasa malu dengan ibu-ibu yang berada di sana. Dengan terpaksa Ren berdiri dan menghampiri Alexa.


"Sini Mas, kita bermain." Alexa dengan senyum lebar merentangkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku tunggu disini saja." Ren memilih jarak aman, dirinya yang sebenarnya risih karena ibu-ibu disana melihat dirinya sebagai ghibahan.


"Massa.." Alexa merengek dengan wajah sedih. "Apa kamu mau anak kita nanti ileran gara-gara ngidamnya tidak dituruti." Ucap Alexa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Eh, sayang kok sedih sih." Ren buru-buru mendekati sang istri. "Jangan sedih dong, nanti beby kita sedih juga." Ucapnya dengan wajah panik, Alexa yang tadi ceria kini malah menjadi sedih dan ingin menangis.


"Dih mas, ibu hamil memang seperti itu, manja dan ingin dimengerti jadi masnya harus sabar." Ucap ibu-ibu yang melihat tingkah manja Alexa.


"Iya mas, wajar kok kalau ibu hamil minta yang aneh-aneh, malah dulu saya pernah nyuruh suami saya cium bibir kambing.


Ren menelan ludahnya, jangan sampai dirinya disuruh Alexa mencium bibir kambing.


"Oke mas temani." Putus Ren mencari aman, meskipun dirinya malu karena bermain di area untuk anak-anak, apalagi ibu-ibu disana kegirangan melihat pria tampan seperti dirinya.

__ADS_1


"Aduh Mas mbok ya begitu dari tadi, kan kita-kitanya gak ngantuk dan betah nungguin anak-anak main." Ucapan ibu-ibu itu mengandung kegaduhan di area bermain, dan membuat Alexa tertawa tapi tidak dengan Ren yang berwajah masam. Karena dirinya menjadi pusat perhatian.


"Sabar Ren demi ibu hamil." Gumam Ren dalam hati.


"Sudah, jangan diteruskan." Ren menyentuh makanan mangkuk yang mi ramen pedas milik Alexa, menjauhkannya.


"Mas, tapi aku masih ingin." Alexa ingin meraih mangkuk itu lagi, tapi Ren menjauhkannya.


"Sudah sayang, kamu sudah habis dua ini terlalu pedas, tidak baik untuk kamu yang sedang hamil." Ren menatap mie berwarna merah dengan bau pedas yang menyengat.


Alexa menatap Ren kesal. Setelah puas bermain Alexa meminta suaminya untuk memasuki stan makanan Jepang karena Alexa ingin makan ramen, tapi siapa sangka jika Alexa memesan ramen pedas dan membuat Ren kesal setelah habis Alexa memesan lagi.


"Mas, jahat malam ini tidur diluar." Alexa berdiri dan berjalan keluar dengan kesal menahan tangis, seperti anak kecil yang marah karena keinginannya tidak dituruti.

__ADS_1


"Ya salam.." Ren mengusak rambutnya kasar dan berlari mengejar Alexa, setelah menaruh uang di meja.


__ADS_2