
"Duh pak, mana sih penghulunya, udah waktunya ini." Hesti yang sejak tadi gelisah dan panik, padahal sebentar lagi waktunya ijab kabul di mulai.
"Sebentar lagi Bu, katanya akan sampai." Ucap Yusuf menenangkan sang istri.
Diki sejak tadi sudah mulai gelisah karena pak penghulu yang menikahkan nya hari ini belum datang.
"Kenapa Mas?" Tanya Alena yang melihat kegelisahan Diki di sampingnya.
"Hem.. penghulunya belum juga datang sayang, padahal sudah waktunya untuk ijab kabul di laksanakan." Ucap Diki dengan wajah sedikit panik.
"Oh..."Alena hanya membulatkan kedua bibirnya.
Tak lama suara deru mobil terdengar, dan seorang penghulu datang dengan wajah tak berdosa karena sang pengantin dan keluarga menunggunya.
"Maaf bapak, ibu, saya terjebak macet di jalan, beruntung ada pak polisi ini yang memberi saya tumpangan sampai sini." Ucap penghulu dengan penuh rasa bersalah.
Meskipun banyak yang heran kenapa penghulu itu juga membawa polisi masuk kedalam acara namun mereka tetap menunggu acara sakral itu.
"Loh pak kenapa anda bawa polisi?" Tanya ayah Diki sedikit terkejut.
"Itu pak, tadi saya nebeng, katanya juga mau datang kesini." Ucap penghulu tak tahu.
Yusuf dan Hesti merasa heran, karena mereka tidak mempunyai kerabat seorang polisi.
Diki bahkan menatap heran melihat dua orang polisi juga ada di dalam ruangan itu, namun mendengar ucapan pak penghulu dirinya tidak memikirkan hal lain.
"Ehh..kenapa ada pak polisi Bu." Tanya Gina pada Mirna.
"Ibu juga gak tahu." Mirna hanya diam dengan pikiran menerka-nerka.
Pak penghulu sudah duduk didepan mempelai pengantin dengan tenang, beliau membacakan beberapa hal yang harus disampaikan dalam pernikahan.
"Apakah sudah siap."
"Sudah pak." Ucap Diki.
"Wahh...sepertinya anda sudah tidak sabar Nak." Pak penghulu terkekeh sendiri.
Alena merasa jantungnya berdebar ketika Diki menjabat tangan pak penghulu.
"Saudara Diki Herlambang saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan ananda Alena Adisthi binti Johan Raharja dengan Mas kawin seperangkat perhiasan tunai."
"Saya terima_"
"Tunggu dulu.." Ucap seseorang dengan lantang di depan pintu.
Semua orang menoleh kearah sumber suara, dan melihat seorang perempuan dengan menggunakan kebaya putih.
Deg
Diki membeku melihat Mega berdiri disana dengan menatap tajam ke arah nya.
__ADS_1
Semua orang berbisik melihat wanita asing yang datang dengan menggunakan kebaya putih seperti seorang pengantin.
"Kamu siapa?" Tanya Hesti yang merasa tidak kenal dengan wanita itu.
Mega menatap Hesti sekilas lalu menatap Diki yang juga menatap nya tajam.
"Dia akan menikah dengan saya, bukan wanita itu." Ucap meja keras, sehingga semua orang bisa mendengarnya.
Diki langsung berdiri dan mencekram tangan Mega kuat.
"Jangan asal bicara, kamu hanya orang gila yang mau menghancurkan pernikahan aku." Ucap Diki tegas.
Mega hanya menatap sinis Diki. "Kamu mau menikahi ku atau mendekam dipenjara." Mega melirik dua orang polisi yang berdiri tidak jauh darinya.
"Jangan ngaco kamu." Ucap Diki marah.
"Mereka adalah kiriman Bimo untuk menjemput kamu jika kamu melanjutkan pernikahan mu dengan wanita itu." Ucap Mega menatap Alena sinis, yang hanya terlihat bingung.
Gina dan Mirna sudah senyum-senyum sendiri melihat adegan yang membuat mereka ingin tertawa, karena gagal nya menikah disebabkan selingkuhan datang..🤣🤣
Diki melirik kedua polisi yang yang berdiri menatap ke arahnya.
"Kamu gila." Sentak Diki marah.
"Kamu yang gila, main kabur setelah menabrak Alisa." Ucap Mega yang didengar oleh banyak orang, karena Diki membentaknya.
"Apa?" Alena menutup kedua mulutnya tidak percaya, begitupun Gina dan Mirna.
"Sayang bukan begitu, aku_"
"Tangkap saja pria itu pak." Ucap seorang pria yang baru saja datang, membuat atensi orang-orang melihat ke arah sumber suara.
"Bimo.." Alena bergumam.
Semua perempuan yang hadir nampak terpana dengan sosok pria yang baru saja datang dengan penampilan yang begitu mencolok, wajah tampan, menggunakan kaca mata hitam, membuat Bimo semakin mempesona.
Mas Brett aku padamu 😩
"Kakak.." Alisa berjalan dengan sedikit tertatih menghampiri Bimo yang muncul diantara banyak orang.
"Hey.. Alis." Bimo langsung meraih tubuh Alisa dan menggendongnya.
"Kamu..!!" Diki menatap nyalang Bimo dengan penuh amarah.
"Kenapa, dua polisi sudah menunggumu, ingin lanjut menikah atau_" Bimo mengode dagunya ke arah polisi.
"Tunggu dulu, sebenarnya ada apa ini?" Tanya Hesti yang bingung, kenapa acaranya bisa berantakan begini.
"Begini Bu, saya mendapat laporan jika saudara Diki Herlambang terlibat kasus tabrak lari beberapa hari lalu, korbannya adalah saudari Alisa, dan saudara Diki juga menyembunyikan seorang wanita bernama Mega Aulia, di sebuah kota terpencil yang sedang hamil." Ucap polisi panjang lebar.
__ADS_1
Jederr
Bagai di hantam batu yang besar Hesti tak percaya sampai pingsan tak sadarkan diri.
"Ibu..Bu.." Yusuf pun panik, dan juga tak percaya dengan apa yang diri nya dengar.
Diki menatap sengit Bimo, dengan cepat tangannya meraih kerah kemeja Bimo yang masih menggendong Alisa.
"Baj*ngan Loe, brengsek." Diki ingin melayangkan pukulan, namun polisi lebih dulu melerai dan menariknya.
Bimo menatap Diki remah. "Karma loe di mulai." Ucapnya berjalan menghampiri Alena.
"Ini bagaiman to, nikah nya jadi ngak." Ucap penghulu bingung.
"Jadi pak nikahkan saja mereka berdua, sebelum masuk penjara." Ucap Bimo santai.
Alena menatap Bimo yang tersenyum ke arah nya. "Bim ini.." Alena tidak tahu harus bicara apa, karena begitu cepat kejadian yang membuatnya masih belum mengerti.
"Kamu cantik sayang, Menikah saja dengan ku." Ucap Bimo dengan senyum yang begitu manis.
Alena menatap Bimo tak percaya dengan ucapnya.
"Kakak juga tampan, kaya pangeran." Alisa melepas kaca mata Bimo dan memakainya sendiri, membuat Bimo tertawa begitupun Alena, Gina dan Mirna.
Acara yang seharusnya sakral menjadi gaduh karena kejadian yang tak di inginkan. Dimana mempelai pria menikahi wanita lain yang bukan calon penggantinya, dan langsung di boyong polisi karena telah melakukan tindakan kriminal yaitu tabrak lari.
Bagaiman Bimo mendapatkan bukti jika Diki adalah pelaku tabrak lari pada Alisa waktu itu, karena cctv jalan itu mati setelah beberapa jam kejadian tabrakan, alhasil Yuda yang menguasai hal itu kembali mencoba untuk mengecek, dan hasilnya terlihat jelas jika mobil yang menabrak Alisa adalah mobil Diki, di dalam Diki dan Mega sedang berdebat dan membuat mereka bertengkar hingga mobil Diki oleng menabrak Alisa yang berlari.
"Bos..nyokap bokap loe gak bisa dihubungi dan tidak ada di rumah." Tiba-tiba Yuda datang.
Bimo menyuruh Yuda untuk membawa kedua orang tuanya ketempat pernikahan Alena, karena ada sesuatu yang harus Bimo lakukan.
"Ck. gue gak mau gagal Yud." Ucap Bimo menatap Yuda kesal.
"Terus gimana? mereka tidak ada?" Ucap Yuda frustasi sendiri.
"Hubungi Om gue." Ucap Bimo yang ingat Om nya.
"Tapi bos."
Mendapat tatapan tajam Bimo membuat Yuda ngeri sendiri, mau tidak mau Yuda menghubungi nya.
.
.
Author tak pandai membuat rangkaian adegan yang sempurna..maaf kalau ngak dapet file nya..😌
.............
Kau membuatku meleyot mas Bim-Bim 😩😩
__ADS_1