
Ren membuktikan apa yang dia katakan, hari ini kantor BGS di hebohkan dengan peraturan baru yang melarang sesama karyawan BGS di larang menjalin hubungan, jika ada yang melanggar maka konsekuensinya salah satu mereka harus rela di pecat. Dan itu berlaku untuk semua yang bernaung di BGS.
Ren mengeluarkan peraturan baru tanpa tahu maksud dan tujuan pada orang yang sudah tidak bekerja lagi di BGS, dan Ren juga tidak tahu jika Alexa di pindahkan ke perusahaan pusat yaitu perusahaan nya sendiri.
Dan Ren sudah menggantikan Bimo untuk beberapa waktu, agar dirinya bisa mengawasi Alexa dengan pria yang bernama Gilang itu.
Jika dipikir lama-lama dirinya menjadi penggemar rahasia Alexa, bagaiman bisa seorang Ren suka sekali mengganggu dan mengusik kehidupan Alexa, gadis yang menurutnya murahan.
Ren yang sedang memeriksa dokumen mendengar pintu yang di ketuk dari luar.
Dirinya menyuruh bagian keuangan untuk menyerahkan laporan pada dirinya.
"Masuk.."
Pintu didorong dari luar, membuat Ren mendongak dan masuk wanita yang bukan dirinya minta untuk mengantar berkas itu, Ren melihat wanita itu dengan alis terangkat.
"Saya meminta Alexa untuk mengantar laporan itu kenapa kamu?" Tanya Ren dengan meraih map yang Keke sodorkan.
"Maaf pak, rekan saya Alexa sudah tidak masuk bekerja." Jawab Keke dengan sedikit rasa bingung.
'Kenapa bosnya jadi pak Ren'. Pikir Keke.
"Sudah tidak bekerja maksudnya?" Ren yang semula fokus pada laporan, kini menutup map itu kembali dan memilih bertanya.
"Alexa sudah tidka berkerja disini lagi pak, tadi pagi dirinya pamit." Ucap Keke dengan wajah sendu.
"What?" Ren berteriak dengan wajah tak percaya.
__ADS_1
Keke yang mendengar teriakan Ren menjadi terkejut sendiri, dan memegangi dadanya.
"Dia risaign?" Tanya Ren yang terlanjur kepo.
Keke menggeleng. "Alexa di pindahkan ke kantor pusat."
"Apa..!!" Kali ini keterkejutan Ren bertambah berkali lipat.
Keke sampai tersentak mendengar suara Ren yang mengagetkan.
Ren mengusap wajahnya kasar. "Pergilah." Ucapnya dengan nada kesal."
Keke pun segera keluar dengan wajah syok. "Kenapa reaksinya seperti di tinggal minggat isterinya." Gumam Keke setelah keluar dari ruangan bosnya.
Ren meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja, mendial nomor yang sudah membuatnya kesal.
"Pah, kenapa papa pindahkan Alexa tanpa memberi tahuku..!!" Ucap Ren dengan nada tinggi, akibat sangking kesalanya.
"Yasalam papa, kenapa papa pindahkan Alexa?" Tanya Ren lagi dengan nada gemas bercampur kesal, karena papanya belum menjawab pertanyaan nya.
Di seberang sana Bimo hanya menaikkan satu alisnya. "Maksud kamu apa?"
Lagi-lagi Ren menghela napas dengan sabar, papanya itu memang suka sekali membuat nya emosi.
"Papa tidak bilang kalau Alexa papa pindahkan ke kantor aku, jadi aku percuma dong datang ke sini dan membuat peraturan baru." Ucap Ren dengan lancar dirinya tidak ingat jika perkataanya mengandung hal yang membuat orang di seberang sana tersenyum menyeringai.
"Memang nya siapa kamu, papa mau pindahkan anak buah papa ya terserah papa dong, malah rencananya papa akan pindahkan Alexa ke pabrik di Sukabumi, agar membuat data keuangan disana menjadi lebih maju." Ucap Bimo dengan nada di buat serius, tapi wajahnya hanya biasa saja.
__ADS_1
"Jangan Pah..!!" Ren langsung menegak kan tubuhnya.
"Memangnya kenapa?"
Ren yang mendengar pertanyaan papanya, bingung sendiri untuk menjawab. "Ya..ya..pokoknya jangan di pindahin ke Sukabumi, yasudah Ren masih sibuk.," Tanpa mendengar jawaban sang papa Ren mematikan sambungan telepon sepihak.
"Sial, ternayata percuma aku membuat pengumuman itu." Ucap Ren dengan kesal.
.
.
Alexa menghela napas ketika melihat gedung tinggi yang megah, dirinya tidak menyangka akan menjadi bagian di perusahaan ini. Meskipun dulu pernah bekerja di kantor, tap tak semegah milik Bagaskara Grub.
Alexa mempeesiapkan dirinya siapa tahu bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi, karena gedung perusahaan ini adalah milik keluarga Bagaskara yang berarti pria itulah yang menjabat sebagai CEO sekarang.
"Selamat pagi mbak, saya Alexa." Ucap Alexa pada resepsionis.
"Mbak Alexa, silahkan anda di tunggu diruangan HDR." Ucap resepsionis itu yang mengantarkan Alexa ke lantai dua dimana ruangan HRD berada.
Alexa mengetuk pintu, hingga mendengar sahutan dari dalam barulah Ia membuka nya.
"Selamat pagi pak, saya Alexa." Ucapnya yang melihat seorang pria duduk, pasti itu kepala HRD.
"Silahkan masuk Alexa." Ucap pria itu yang bernama Dodi, umurnya sekitar tiga puluh tahun.
Pak Dodi mengucapkan selamat datang pada Alexa dan juga menjelaskan pekerjaannya yang di tugaskan untuk bergabung di bagian divisi administrasi, dan memberikan poin-poin penting dalam kontrak yang akan Alexa tanda tangani.
__ADS_1
"Baik pak saya mengerti." Alexa meraih pena yang sudah disediakan dan membutuhkan tanda tangannya di atas materai.
"Kalau begitu saya antar keruangan anda." Dodi mengantar Alexa ke lantai tujuh, dimana bagian administrasi berada di sana, sedangkan lantai sepuluh adalah ruangan CEO mereka.