Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part66


__ADS_3

Alena melihat meja sebelahnya yang Alisa duduki bersama Mirna. Diki menyuruh mbak Mirna duduk di meja lain bersama Alisa, entah apa maksud Diki namun semakin membuat Alena tidak suka, memang Diki jarang sekali mengajak Alisa makan bersama.


Bisa Alena lihat jika meja Alisa hanya ada minuman dan makanan ringan saja, padahal jika bersama Bimo meja itu pasti penuh makanan kesukaan Alisa semua.


"Sayang, ayo di makan ini enak." Diki menyuapi Alena makanan kesukaan nya.


Alena menurut, dengan menerima suapan Diki. meskipun jiwa di depan pria itu namun pikiranya memikirkan pria lain.


.


.


.


"Maaf ada pesanan untuk adek Alisa." Ucap pria yang sejak tadi menunggu penghuni kontrakan datang, karena pria berjaket hijau itu mendapat orderan harus di kasih ke orang nya langsung, alhasil pria berjaket hijau itu menunggu, karena sudah mendapat tips banyak dari seseorang yang mengirim makanan itu.


"Maaf, anda mengantar apa Mas?" Tanya Alena yang berdiri didepan pria itu. Mirna membantu mendorong kursi roda Alisa, sedangkan Diki membawa beberapa barang dari rumah sakit.


"Ada pesanan makanan khusus untuk adek Alisa dan mbak Alena." Ucap pria itu lagi.


"Yasudah sini pak biar saya ambil." Ucap Mirna yang menerima beberapa box yang pasti dirinya tahu apa isinya dan dari siapa.


"Eh..mbak kita kan gak tau siapa yang kirim." Ucap Alena.

__ADS_1


"Rezeki tidak boleh ditolak Len." Mirna pun membawa makanan itu masuk ke dalam.


"Dari siapa sih yank, kok buat Alis sama kamu." Ucap Diki yang sudah duduk di ruang tamu.


"Aku juga gak tahu Mas."


"Wahhh ayam goreng, ibu banyak banget, ada burger dan pizza juga." Suara kegirangan Alisa terdengar sampai depan bahkan Diki dan Alena bisa mendengarnya jelas.


"Iya sayang, ayo dimakan..kamu kan sudah lapar." Ucap Mirna sengaja mengeraskan suaranya.


"Iya ibu, Alis tidak bisa makan seafood jadi Alis senang dapet makanan kesukaan Alis." Ucap gadis itu sambil mengambil sepotong pizza dan sepotong ayam goreng masing-masing di tangan nya.


Diki menatap Alena, mendengar ucapan Alis. "Jadi tadi Alis tidak makan?" Tanya Diki.


Diki menghela napas dalam, dirinya tidak tahu jika Alisa tidak bisa makan seafood dan gadis itu sampai kelaparan karena tidak makan.


"Ibu siapa yang mengirim Alisa makanan sebanyak ini." Tanya gadis kecil yang mulutnya penuh dengan makanan.


Mirna menelan makanan yang dia makan sebelum menjawab pertanyaan Alisa. "Kak Bimo sayang, jangan lupa nanti berterima kasih ya sama kak Bimo." Ucap Mirna tanpa rasa bersalah.


Diki mengepalkan tangannya kuat dirinya merasa marah ketika pria itu sengaja membuat dirinya tidak baik Dimata Alisa.


Alena diam tidak percaya, kenapa pria itu bisa tahu jika Alisa sedang lapar, dalam hati Alena tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja ibu, kak Bimo adalah kakak Alisa yang paling baik, setelah kak Lena, apalagi kak Bimo selalu tahu kemauan Alisa."


Seakan sudah panas dan di siram bensin, dada Diki semakin bergemuruh menatap Alena tajam. Jadi pria itu sudah sejauh itu mengambil hati Alisa?


Diki merasa semakin emosi ketika Alena hanya diam saja.


"Jangan lagi kamu berhubungan dengan pria itu." Ucap Diki tegas menatap Alena tajam.


"Maksud mas apa?" Tanya Alena.


"Bimo, jangan lagi kamu berhubungan dengannya."


"Memangnya kenapa dia juga bos aku, dan Alisa juga berteman baik dengan dia." Ucap Alena yang merasa aneh dengan ucapan Diki.


"Aku bilang jangan ya jangan, kamu turuti itu." Diki pun langsung dan pergi karena enggan mendengarkan Alisa yang sejak tadi membahas Bimo dan kebaikan nya.


"Boleh kak Lena minta Lis, kakak juga masih lapar."


Akhirnya mereka bertiga makan bersama dengan sambil tertawa senang.


'Terimakasih Bim-Bim jelek'


__ADS_1


__ADS_2