
Ren menatap nanar pintu kamar yang tertutup rapat, bahkan terdengar kunci di putar.
"Sayang, buka dong, masa kamu tega biarin aku tidur diluar sama nyamuk." Ren berbicara dengan diiringi ketukan pintu berharap Alexa mau membuka kunci pintunya.
"Say_"
Ceklek
"Ni, biar gak digigit nyamuk." Alexa melemparkan selimut ketangan Ren, dan bantal juga.
"Bukan ini sayang tap_"
Brak
Alexa kembali menutup pintu, membuat Ren memejamkan matanya.
"Ck, apes gara-gara kotak susu." Ren mengusap rambutnya kasar, berjalan menuju sofa didepan tv, dan berbaring di sana. "Nak bantu papa untuk membuat mamamu membukakan pintu." Ucap Ren lagi seperti berdoa, dan dia berharap doanya terkabul. Karena dia ataupun Alexa tidak bisa tidurlah sendiri tanpa memeluk giling hidup satu sama lain.
Satu jam dua jam, Ren tetap menunggu, matanya masih terbuka berharap twins membantunya.
Ceklek
Bibir Ren tersenyum dia memejamkan matanya, pura-pura tidur.
Alexa berjalan mendekati sofa tempat biasa Ren tidur, jika dihukum dan Alexa melihat suaminya sudah memejamkan mata.
Alexa mengehela napas, sejak tadi dirinya hanya berguling gelisah di kamar tidur, dirinya tidak bisa memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Ren memejamkan mata tapi dia merasakan jika sang istri mondar mandir di sekitar nya, ingin membuka mata tapi memilih diam ingin tahu apa yang akan istrinya lakukan.
"Duh, mau bangunin tapi ntar di ketawain." Gumam Alexa kesal sendiri, diirinya memang tidak bisa tidur tanpa lengan suaminya yang mendekapnya.
Emhh
Ren menggeliat merubah posisinya terlentang membuat Alexa menoleh dengan perasaan terkejut dan takut jika Ren membuka mata.
Karena kesal sendiri, Alexa kembali masuk ke dalam kamar entah apa yang mau bumil itu lakukan di kamar karena tidak bisa tidur.
Ren membuka kedua matanya ketika mendengar pintu kembali tertutup, dirinya tidak tega melihat Alexa yang seperti itu apalagi wanitanya itu sedang mengandung, membuat Ren berdiri dan menghampirinya di dalam kamar.
Ceklek
Ren membuka pintu yang tidak terkunci dan melihat kedalam Dimana Alexa sedang meringkuk di atas ranjang membelakanginya.
Hiks...hiks..
"Aku," Suara Alexa tercekat wanita hamil itu menangis sesenggukan. "Ssttt sudah jangan menangis." Ren memeluk tubuh Istrinya, mendekapnya dalam pelukan.
"Tidurlah, kamu tidak bisa tidurkan." Ucap Ren yang hanya mendengar suara kecil Alexa yang sesenggukan. Ingin rasanya Ren tertawa tapi dirinya tahan, tidak ingin membuat mood Istrinya semakin buruk, dan Ren takut jika malah benar-benar di usir dari dalam kamar. Sungguh ibu hamil sangat membingungkan.
"Kenapa belum tidur?" Ren menundukkan kepalanya, melihat mata Alexa yang terbuka, sudah lebih dari tiga puluh menit dirinya memeluk tapi Alexa tak kunjung menutup mata.
"Apa kamu ingin sesuatu." Ucap Ren lagi, dia mengingat jika Alexa sering menginginkan sesuatu di tengah malam.
Kepala Alexa mendongak menatap wajah suaminya yang juga menatapnya. "Em." Alexa mengangguk ragu.
__ADS_1
"Mau apa hm." Ren menatap lekat wajah Istrinya, Alexa yang di tanya hanya menggigit bibir bawahnya, malu dan juga tidak yakin dengan permintaanya.
"Jangan di gigit." Jari Ren mengusap bibir bawah Alexa. Mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir tipis itu. "Hanya aku yang boleh mengigit nya." Ren tersenyum, membuat wajah Alexa terasa panas, apalagi sesuatu dalam dirinya ingin lebih.
"Masss.." Alexa berkata lirih, namun terdengar seksi telinga Ren. "Aku ingin_ Emph." Belum sempat Alexa melanjutkan ucapanya Ren sudah lebih dulu menyambar bibir sang istri, melumatt dan menyesap atas bawah bergantian dengan dalam dan menuntut.
Alexa yang mengingkan hal lebih pun, dengan senang hati menerima cumbuan suaminya, gairahnya semakin menggebu ketika tangannya Ren menyentuh area sensitifnya dan mengelusnya.
"Kamu menginginkan ini." Ren menatap wajah Alexa yang sudah diliputi gairah, tangannya mengelus wajah Alexa menyingkirkan anak rambut.
"Em.." Alexa tidak menjawab melainkan, kembali menempelkan bibirnya pada bibir tebal milik suaminya, ciuman keduanya semakin lama semakin menuntut.
"Sabar sayang." Ren tersenyum menyeringai lalu melepaskan semua pakaian yang dia kenakan, setelah Alexa membantu melepas pakaiannya sendiri.
"Nice baby i like you like this.." Ren mengusap perut buncit Alexa, menciumnya sebentar lalu mengangkat wajahnya untuk meraih bibirnya.
"Mas, emph.." Alexa meleguh ketika bibir dan tangan Ren bekerja sama, tumbuhnya merespon dengan cepat hingga Alexa tidak kuasa menahan sesuatu dalam dirinya.
Ahhh
Desahann kuat meluncur dari bibir Alexa, tumbuhnya meliuk dengan napas yang sudah tak teratur.
Ren tersenyum bangga, melihat Istrinya yang sudah mendapatkan pelepasan. Ren mengukung tubuh Alexa dengan kedua tangannya sebagai penyangga, takut jika membuat perut Alexa terjepit.
"Mas, aku ingin." Alexa tidak melanjutkan ucapanya, karena tangannya sudah lebih dulu mendorong dada suaminya hingga terlentang.
Ren tersenyum lebar, melihat kenakalan Istrinya, Ren menyukai keberanian Alexa untuk memimpin permainan.
__ADS_1
"Came on dear."
Ahh