Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Mama baru


__ADS_3

"Duh, mentang-mentang ibu bos bisa dateng kapan aja nih." Mita mendekati Alexa yang baru saja datang dan duduk, Alexa tadi sudah ijin jika dirinya ingin keluar membeli cemilan yang dia inginkan, dan siapa sangka dirinya malah bertemu dengan ibunya Jihan.


"Bias gak kompor, lebih baik mbak makan ini deh, dijamin bisa ganjal perut yang keroncongan." Ucap Alexa memberikan kantung kresek yang tadi dia beli bersama suaminya, sengaja untuk rekan satu ruanganya.


"Nah, tipe istri bos kayak gini nih idaman gue." Mita tersenyum lebar mendapat sogokan perut.


Mereka yang mendengar ucapan Mita bersorak, "Giliran dapet makanan aja mbak Mita gercep banget mujinya." Ucap Gesya yang melihat Mita memberikan satu-satu bungkusan makanan itu.


"Iya dong, punya teman baik istri bos luka harus di manfaatkan demi kekenyangan perut." Ucapan Mita sontak membuat mereka kembali bersorak.


"Eh, tapi jangan ditiru ya, hanya gue yang boleh lakuin ini sama Alexa."


Mereka tertawa termasuk Alexa, ucapan Mita hanya candaan semata, karena diruangan itu hanya Mita yang paling aktif bersuara dibandingkan dengan yang lain, dan jika tidak ada Mita maka ruangan itu menjadi sepi.


"Eh, Lex tau ngak? atasan kita punya gebetan baru loh." Ucap Mita berbicara pada Alexa, tapi mereka yang disana bisa mendengarnya.

__ADS_1


"Maksud Mbak Mita pak Diaz?"


"Ya, siapa lagi menangnya atasan kita." Jawab Mita sambil mengerjakan pekerjanya, mata dan tangannya fokus tapi mulutnya juga ikut bekerja.


"Bagus dong, jadikan pak Diaz gak jomblo lagi." Alexa tersenyum. Dirinya juga ikut senang mendengar jika benar Diaz bisa move on darinya dan memiliki wanita yang dia sukai.


"Iya sih, tapi masih jadi rahasia tidak ada yang tahu siapa wanita itu, padahal mereka satu kantor." Mita nampak berpikir. "Ah, nanti juga Intel netizen bakalan gercep soal kucing-kucingan, iya gak Ge?" Tanya Mita menatap Gesya.


"Eh, em iya Mbak." Gesya pun tergagap menjawabnya.


"Ya sudah bairkan saja, sebaiknya mbak bekerja mau aku laporin atasan kalau mbak malah bergosip." Canda Alexa membuat Mita mencebik.


'Untung.'


.

__ADS_1


.


"Papa.." Ren yang sedang duduk fokus pada pekerjaan nya terkejut ketika pintu ruanganya dibuka dan ternayata adalah papanya bersama asisten nya.


"Kenapa wajah kamu terkejut seperti itu." Ucap Bimo yang duduk di sofa ruangan itu, dan Ren pun menghampiri.


"Hanya kaget, karena tiba-tiba pintu terbuka." Jawab Ren jujur. "Pasti papa bada perlu datang ke sini?" Tanya Ren yang menatap wajah papanya, dan Ren ingat pemandangan di pinggir jalan tadi.


"Hm, nanti malam papa ada undangan acara amal, dan papa ingin mengajak kamu dan Alexa datang ke sana." Bimo menyadarkan punggungnya di sofa, "Jika mengajak kakak mu itu tidak mungkin, pasti Ar tidak mengijinkannya."


Ren hanya mengangguk, sedangkan Daniel hanya menyimak.


"Oke, nanti aku beri tahu Alexa." Ren tersenyum. "Apa papa tidak punya pekerjaan sehingga bisa keluyuran di luar kantor?" Ucap Ren dengan nada menyindir.


"Kurang ajar kamu, papa tidak keluyuran." Bimo menjawab dengan kesal karena ucapan putranya, "Papa ada perlu di luar jadi sekalian mampir." Ucap Bimo santai.

__ADS_1


"Eleh, jangan bilang papa cari mama baru untuk Ren dan kak Sena."


Plak


__ADS_2