Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part71


__ADS_3

Acara berlangsung dengan lancar, tanpa halangan apapun membuat Diki bahagia. Kini wanita yang dicintainya sudah sah menjadi miliknya.


"Kamu cantik sayang." Ucap Diki tersenyum kepada Alena, istrinya itu kini terlihat sangat cantik.


Alena hanya tersenyum mendengar ucapan Diki.


Sedangkan di ambang pintu seorang pria menatap nanar kedepan sana, dimana dua orang pengantin yang sudah sah menjadi suami istri.


Bimo hanya bisa melihat dari jauh dirinya tak kuasa untuk mendekat karena hatinya kini sudah hancur.


Wanita yang Ia cintai kini sudah menjadi milik orang lain, dirinya hanya bisa meneteskan Air mata.


.


.


.


Bugh


"Akhh si*al..!!"


"Bagun woy, udah sampe." Yuda menimpuk wajah Bimo menggunakan botol minuman yang tinggal sedikit setelah dirinya minum.


Bimo mengusap keningnya yang mendapat lemparan botol dari Yuda.

__ADS_1


"Loe kebangetan Bim, cewek loe mau nikah loe enak-enak tidur, gak mikirin ngegagalin rencana pernikahan Ale." Ucap Yuda kesal.


Yuda sejak tadi sudah lebih dulu bangun dan turun dari mobil, segera membereskan sesuatu yang begitu penting, dan ketika kembali ke mobil ternyata Bimo masih tertidur.


"Ck. gue bayar mahal loe buat apa be*go, kalau loe gagal mati loe ditangan gue." Bimo mengusap wajahnya kasar.


Dirinya mengingat mimpinya yang begitu terasa nyata, namun semua hanya bunga tidur. ahh leganya.


"Gue udah beresin, tinggal nonton acara live streaming aja." Ucap Yuda yang sudah kembali masuk ke mobil.


"Gue mau mandi, mau dandan ganteng siapa tahu dapet cewek cantik kan dateng ke nikahan Ale." Ucap Yuda.


Bimo hanya menatap Yuda malas.


.


.


.


Alena begitu cantik dengan penampilannya yang dirias sedemikian rupa, tidak lupa Alisa kecil juga begitu cantik dengan gaun putih ala peri kecil.


Memasuki ruangan yang sudah tersedia sedemikan rupa untuk acara ijab kabul, Alena duduk di samping Diki yang sejak tadi memandang dirinya lekat tak berkedip.


Dada Diki terasa berdebar-debar ketika melihat calon istrinya sudah duduk di samping nya.

__ADS_1


"Pak, kenapa pak penghulunya belum datang." Ucap Hesti cemas bertanya pada suaminya.


Pasalnya lima belas menit lagi acara akan di mulai, tapi pak penghulunya belum juga datang, padahal biasanya penghulu lebih dulu datang dari pada pengantin.


"Bapak udah hubungi, katanya masih dijalan kena macet." Ucap Yusuf ayah Diki.


"Kamu cantik sayang, Mas semakin cinta sama kamu." Diki menyentuh tangan Alena dan mengelusnya.


Alena hanya diam dan tersenyum seadanya.


"Bu, ini si curut kenapa belum nongol sih." Tanya Gina berbisik pada Mirna, yang dimaksud curut adalah Yuda.


"Ibu juga khawatir kalau mereka tidak jadi datang, atau telat datang" Ucap Mirna gelisah.


Pasalnya mereka yang disuruh Yuda untuk mengulur waktu, dan ternyata kebaikan berpihak pada mereka, karena penghulu juga belum datang.


"Ck. bikin panik aja." Gina mencoba menghubungi nomor Yuda, namun tak ada jawaban. membuat Gina kesal.


Alena hanya menunduk, perasaan berkecamuk ingin rasanya pergi dari sini, namun itu tidak kan mungkin.


Hanya Bimo harapan Alena satu-satunya untuk membawanya keluar dari masalah ini.


Sedangkan dua pria yang ditunggu masih asik merapikan penampilan mereka di tempat masing-masing karena apartemen mereka satu tempat namun beda unit, disini Yuda yang mengikuti Bimo.


.

__ADS_1


.


Mimpi gaesss🤣🤣🤣


__ADS_2