Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part121


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di ruang kerjanya Bimo memutuskan untuk kembali masuk ke kamarnya pukul sebelas malam.


Ceklek


Membuka pintu kamar, Bimo tidak melihat istrinya di atas ranjang. berjalan mendekat ke kamar mandi tapi juga tidak terdengar jika Alena berada di dalam.


Melihat ke samping dirinya melihat gorden jendela meriap-riap terkena angin, itu berarti pintu balkon terbuka.


Lebih mendekat Bimo bisa melihat bayangan seseorang sedang berdiri.


Alena berdiri dengan menyilang kan kedua tangannya saling mengusap kedua lengannya.


"Kenapa belum tidur hm.." Bimo memeluk tubuh Alena dari belakang, tangannya melingkar di perut Alena. "Di luar udara nya sangat dingin." Wajahnya Ia taruh di atas bahu Alena.


Alena hanya diam, tangan nya bergerak untuk mengelus wajah Bimo yang berada di pundaknya. "Belum bisa tidur." Ucapnya yang masih menatap lurus ke depan. Malam ini tidak ada bintang atau pun bulan yang bercahaya di malam hari. Hanya ada awan gelap di atas sana.


"Em..tidak bisa tidur karena tidak ada aku." Bimo semakin mengeratkan pelukannya, kepalanya Ia miringkan untuk memberi satu kecupan di pipi Alena.


"Ge-er kamu yank." Alena terkekeh. "Hanya belum bisa tidur, mungkin kebiasaan satu Minggu di Paris yang tidak bisa tidur hingga larut." Ucapan Alena membuat Bimo tersenyum.


"Dan sekarang kamu ingin bilang jika itu karena aku."


"Menurut mu, siapa lagi yang bersamaku setiap hari ketika berada di Paris." Alena memajukan bibir nya sebal.


"Tentu aku, memang siapa lagi." Bimo yang gemas segera mengangkat tubuh Alena ala bridal style.


"Yank, turunin." Alena yang terkejut memukul pundak Bimo.


"Di luar dingin yank." Ucapnya berjalan masuk ke dalam kamar.


Merebahkan tubuh Alena di atas ranjang, Bimo kembali berjalan untuk menutup pintu balkon.


Alena duduk di atas tempat tidur dengan bersandar di kepala ranjang.


"Berbaringlah." Bimo duduk di samping Alena menyuruhnya untuk berbaring. "Pasti kamu masih capek karena belum istirahat sejak kita sampai." Tangannya membantu Alena untuk mengamankan posisinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kau belum sempat kasih Mama oleh-oleh dari Paris." Kepala Alena bersandar di dada bidang Bimo.


"Besok saja, tidak apa." tangannya bergerak mengelus kepala Alena.


"Baiklah, kalau begitu." Alena mendongak kan wajahnya.


Cup


"Selamat malam." Ucap Alena, namun detik berikutnya tubuhnya tak bergerak ketika secepat kilat Bimo menindih tubuhnya di bawah.


"Mau apa yank." Suara Alena tercekat ketika wajah Bimo sangat dekat dan tatapan matanya mengisaratkan akan sesuatu.


Bimo hanya tersenyum tanpa berucap langsung Melummatt bibir ranum Alena yang tadi memancingnya lebih dulu.


"Kamu membangunkan singa yang sedang tidur sayang." Ucapnya dengan mengelus bibir Alena yang baru saja dirinya *****.


"Engh." Alena menatap lekat bola mata hitam yang selalu memancarkan penuh cinta.


Bimo kembali memajukan wajahnya hingga bibir mereka kini saling bercumbu dengan penuh perasaan.


Alena yang mendengar kata cinta suaminya langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Bimo untuk memperdalam ciumannya.


Keduanya saling berlomba untuk menyalurkan gairah yang sudah menguasai keduanya. Bimo melumaatt dan menyesap bibir yang selalu membuatnya candu.


Keduanya saling membelit lidah, bertukar saliva dengan decapan suara yang khas.


Bimo segera melucuti pakaian istrinya ketika Alena sudah terangsang dan terbuai oleh cumbuannya.


"Engh.." Alena meleguh didalam ******* bibir nya, ketika tangan dingin Bimo menyentuh kedua buah dadanya yang terasa hangat.


Kepalanya mendongak memberi akses Bimo untuk menyusuri leher dan tulang selangkanya.


"Yank..Emm." Alena mendesahh ketika bibir Bimo mengecup dan menggigit kecil lehernya.


Turun kebawah lidahnya bermain di nippel Alena yang sudah menegang ingin di sentuh.

__ADS_1


"Emph..sah.." Alena terus mendesahh nikmat ketika dua buah dadanya di mainkan oleh bibir dan tangan Bimo.


"Bim..emm..lakukan." Tubuh Alena meliuk-liuk ketika lidah Bimo bermain di bawahnya sana dengan kedua tangan yang bekerja memanjakan dadanya.


Bimo mendongak ketika mendengar permintaan istrinya untuk pertama kali.


"Katakan lagi." Bimo menatap wajah Alena yang sudah begitu sayu karena gairahnya.


Napas Alena terengah-engah dadanya naik turun dengan pelan.


Karena gemas Bimo kembali meluumatt bibir Alena, kakinya bergerak membuka lebar kedua paha Alena.


Memejamkan mata Alena menikmati cumbuan dan sentuhan yang begitu membuat dirinya terbang melayang, Alena menyukai sentuhan suaminya.


"Ahh.." Keduanya kembali menggerang keras, ketika dengan kasar Bimo menumbuk milik Alena yang masih terasa sempit.


"Sah..Sempit yank." Bimo menunduk meraih satu gunung kembar untuk di sesap, merasakan miliknya yang begitu ngilu Bimo memejamkan matanya.


Alena menggigit bibir bawah nya kuat-kuat agar tak menjerit.


Mendongak melihat wajah istrinya yang begitu cantik Bimo menggerakkan pinggulnya di bawah sana dengan pelan namun penuh tekanan.


Keduanya kembali merengkuh kenikmatan untuk yang kesekian kali tanpa bisa terhitung lagi.


Cinta memang bisa membuat orang berubah, cinta hadir tanpa kita tahu kepada siapa, dan kini kedua insan yang sedang memadu kasih merasakan apa itu yang namanya mencintai dan dicintai.


.


.


Sampai jumpa besok...๐Ÿฅฐ


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...


LIKE....

__ADS_1


KOMEN... LOve you sekebon๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2