Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Tidak ada jatah


__ADS_3

Alexa terlelap setelah Ren benar-benar membuatnya kelehan hingga lewat dini hari, suaminya itu seperti tidak akan habis tenaga kalau tidak Alexa yang memohon ampun.


Punggung polos menyapa matanya ketika pagi Ren membuka matanya, ternayata semalam dirinya benar-benar memiliki Alexa seutuhnya kembali, terlihat area punggung Alexa terdapat bercak yang keunguan hasil cetakannya.


Bibirnya seketika terbit begitu manis, Ren mengecup punggung polos Alexa yang membelakanginya.


"Terima kasih, sudah membuka hati untuk ku. Aku janji tidak akan membuatmu kembali sedih dan menderita." Ren mengeratkan pelukannya diperut Alexa membuat Alexa mengeliat.


"Pagi..." Sapa Ren dengan tersenyum.


"Pag_ emph."


Ren langsung mengecup bibir Alexa yang semalam dia buat menjerit dan berteriak indah. "Morning kiss sayang." Ucapnya setelah melepas pangutan itu.


Alexa mendengus dengan memeluk leher sang suami, wajahnya Ia tempelkan di leher Ren, aroma tubuh Ren masih wangi, membuatnya merasa nyaman.


Ren yang merasa lehernya di endus Alexa tersenyum menyeringai. "Jangan menggoda sayang, kalau tidak mau berakhir dengan ******* mu." Ren berucap tepat di telinga Alexa membuat meremang.


Dengan senagaja Ren menggigit bahu Alexa yang tepat di bawah dagunya.


"Auws..sakit mas." Alexa merengek dan melepas rangkulan tangannya, menatap Ren sebal.

__ADS_1


"Tidak kamu pancing saja dia sudah bereaksi." Ren membuka selimutnya, dan terlihatlah miliknya setengah mengembung di balik bokser. "Apalagi kamu pancing seperti tadi." Ren menatap Alexa yang membuatkan matanya, dirinya tidak tahu saja jika tuannya bangun makan adik kecilnya juga ikut bangun.


"Aku mau mandi." Ucapnya dengan gesit untuk menghindar sesuatu yang mungkin akan membuatnya menjerit keenakan.


Dengan cepat Ren menarik tangan Alexa yang memegangi erat selimut di tubuhnya. "Mau kemana, kamu harus bertanggung jawab." Dengan sekali tarikan tubuh Alexa langsung menubruk dada bidang sumainya.


"Ren nanti kita akan telat." Ucap Alexa dengan wajah memelas dan bercampur kesal.


"Kamu tidak ingin menjerit di bawahku hm.." Ren mengelus wajah Alexa menggunakan jarinya.


Tangan Ren turun ke dada meremas dua kelembutan Alexa. "Ahh..Ren," Alexa meleguh dengan memejamkan matanya pelan.


"Bibir mu menolak, tapi tubuhmu tidak sayang." Ren menyusuri telinga hingga wajah Alexa dengar bibirnya, dan melepaskan penutup terakhir miliknya.


"Akh.." Alexa menjengit ketika tubuhnya diangkat di dudukan di atas tubuh suaminya.


Dengan wajah sayu Alexa menatap wajah suaminya. "Kali ini aku ingin kamu yang pegang kendali." Ucap Ren dengan tersenyum menggoda, tangannya membatu pinggang Alexa untuk sedikit naik.


"Ahh..Mas..engh.." Alexa memejamkan mata dengan tubuhnya sedikit bergetar ketika milik suaminya masuk begitu dalam membuatnya merasa frustasi.


Ren ikut memejamkan mata dengan menggigit bibir bawahnya ngilu.

__ADS_1


"Bergeraklah, sesuai yang kamu inginkan." Ren mengusap bibir bawah Alexa dengan ibu jarinya, dan perlahan Alexa menuruti ucapan sumainya, bergerak naik turun membuatnya tidak berhenti bersuara.


"Ah,,yeah sayang..lebih cepat." Ren membantu tubuh Alexa bergerak lebih cepat, membuat Alexa semakin menjerit nikmat.


Suara kamar yang tadi malam me jadi ajang pertempuran, kini kembali terjadi di pagi hari, suara rintihan dan jeritan keduanya menjadi melodi indah di pagi buta.


.


.


Alexa mengerucutkan bibirnya lima senti sejak dirinya keluar dari apartemen, dirinya kesal dengan kelakuan suaminya.


Jika tadi malam dirinya dibuat kelelahan pagi ini Alexa yang kembali lelah karena harus mengendalikan permainan panas itu. Meskipun Alexa akui jika dirinya bisa leluasa dengan apa yang dia inginkan, tapi begitu saja sudah membuatnya susah berjalan, bahkan sampai sekarang lakinya masih lemas.


"Jangan cemberut terus, nanti gak dapet jatah dari suami." Bisik Ren pada Alexa yang berada di sampingnya, mereka baru saja sampai di lobby kantor, dan masih menjadi pusat perhatian.


Bugh


"Tidak ada jatah satu Minggu." Alexa mendelik dan pergi lebih dulu meninggalkan Ren yang diam mematung.


"Loh kok, aku yang kena." Ren menatap punggung Alexa yang semakin menjauh.

__ADS_1


"Matilah aku." Ren menepuk jidatnya sendiri.


__ADS_2