
Alexa langsung keluar ketika pintu lift terbuka di lantai dua, di lantai itu tempat kantin karyawan berada dan Alexa siang ini mendapat jatah untuk membawa makanan ke lantai tiga, dimana para rekan kerjanya memang tidak pernah pergi ke kantin dan memilih membawa makanan mereka ke meja kerja sambil mengerjakan tugas yang harus mereka selesaikan karena Dateline.
"Tunggu dulu." Ren menarik tangan Alexa yang sudah keluar dari pintu lift. Dengan kuat Ren menariknya hingga membuat tubuh Alexa kembali masuk ke dalam lift dan menabrak dada Ren, dan karena terlalu kuat tanpa sengaja bibir keduanya menempel untuk beberapa detik.
Bugh
Alexa mendorong dada Ren, membuat tubuh Ren mundur dan menabrak dinding lift.
Alexa menatap tajam dengan penuh amarah. Tanpa bicara apapun Alexa keluar begitu saja meninggalkan Ren yang menatapnya tak percaya.
"Sial..!!" Ren mengumpat ketika ingin mengejar Alexa, tapi wanita itu sudah Tek terlihat. "Kenapa jantung gue." Ren memegangi dadanya sebelah kiri, jantung nya berdetak cepat.
Ren memasuki lift itu kembali yang akan menuju lantai satu yaitu lobby kantor, karena tadi dirinya mendapat pesan jika kekasihnya menunggunya disana.
"Papa..!!" Ren yang akan keluar di kejutkan dengan kehadiran sang papa di depan pintu lift.
__ADS_1
"Papa disini?"
"Hm, kamu mau kemana?" Tanya Bimo dengan santai, menatap putranya yang sepertinya sedang buru-buru.
"Em, tadi ingin keluar mencari makan karena malas makan di kantin, tapi malah ketemu papa disini." Ucap Ren, ekor matanya melirik sofa tamu yang tak jauh dari tempatnya berdiri, disana sudah ada sang kekasih yang menunggu, dan Jihan juga sedang melihat ke arahnya.
"Papa ada perlu sama kamu, tadi papa ke kantor kamu tapi kamu tidak ada." Ucap Bimo yang masuk ke dalam lift. "Ayo.." Seru Bimo lagi, karena Ren hanya diam saja.
"Eh.. iya pah." Ren mau tidak mau mengikuti papanya, di mana dirinya melihat sang kekasih yang ingin mendekatinya, dan Ren segera masuk dan menekan tombol ke lantai dua. Karena Bimo ingin makan siang dengannya di kantin.
Waktu itu Jihan memang datang ke pesta karena ajakan Ren dan disana juga mereka menjadi sepasang kekasih, tapi karena keadaanya yang tidak mendukung, jadi Jihan tidak jadi dikenalkan dengan keluarga Ren.
"Ck. tau gitu gue gak usah kesini." Ucap Jihan yang kesal, karena Ren seperti tidak melihat dirinya dan mengabaikannya.
Ting
__ADS_1
"Sayang maaf, aku ada kepentingan yang tidak bisa di tinggal...nanti aku akan datang menemui mu.."
Pesan masuk dari Ren, membuat Jihan memutar bola matanya malas.
"Selalu sibuk." Gumamnya dengan kesal, meninggalkan lobby kantor dengan memesan taksi online.
Ren yang sudah berada di dalam kantin kantor mencari tempat duduk untuk dirinya dan juga Bimo sang papa, dan ketika ingin mengambil makanan tidak sengaja Ren menyenggol bahu seseorang, membuat makanan yang sudah di bungkus itu jatuh ke lantai.
"Maaf nona." Ucap Ren yang membantu mengambil bungkusan itu, dan memberikan kepada wanita yang baru saja dia tabrak.
Ren menatap wanita itu tertegun, dengan masih mengulurkan tangannya untuk memberikan bungkusan makanan itu.
Alexa meraih makanan nya kembali dan pergi tanpa berucap apapun kepada Ren, yang notabennya adalah bosnya di kantornya.
"Cih, perempuan sombong." Ucap Ren yang melihat tingkah Alexa tanpa memiliki rasa hormat pada dirinya.
__ADS_1