Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part79


__ADS_3

Keduanya sudah berpakaian rapi, setelah bercinta dan mandi bersama membutuhkan waktu dua jam, dan alhasil Alena yang tidak jadi masuk kerja, karena kakinya terasa lemas, tubuhnya pun terasa remuk akibat ulah suaminya.


Bimo menatap wajah istrinya yang cemberut di atas tempat tidur, dirinya sudah berpakaian rapi lengkap dengan dasi yang melingkar dilehernya.


"Jangan cemberut, apa masih kurang." Goda Bimo dengan meluummat bibir Alena sekilas.


"Iss..nyebelin, aku mau kerja tapi kamu buat aku seperti ini." Ucap Alena dengan wajah kesal.


Dirinya kesal karena Bimo banyak memberi tanda merah di bagian kulitnya yang tidak bisa ditutupi, belum lagi kakinya masih terasa lemas.


"Besok kamu boleh bekerja, aku janji." Ucap Bimo dengan menaikan dua jarinya.


"Awas kalau bohong." Alena mengerucutkan bibirnya.


"Tidak akan, kalau tidak lupa." Ucap Bimo lagi yang langsung mendapat cubitan di perut nya.


"Auwss..sakit sayang." Bimo mengelus perutnya yang terkena cubitan Alena.


"Makanya jangan nyebelin."


"Iya..iya..ngak lagi." Bimo beranjak berdiri. " Aku berangkat, kalau lapar minta mbak Mirna, telfon aku kalau ada apa-apa." Bimo mencium kening Alena.


"Hem.. hati-hati." Ucap Alena meraih tangan Bimo, dan menciumnya.


"Iya sayang.." Bimo keluar kamar meninggalkan Alena yang kembali merebahkan dirinya lagi.


"Pas mulainya aja enak, sesudahnya bikin badan aku remuk." Alena menenggelamkan wajahnya didalam selimut tebal, wajahnya terasa panas mengingat pergumulan panas nya tadi malam dan pagi tadi dengan Bimo.


.


.


.


Bimo sampai di kantor sudah jam delapan lewat, beruntung dirinya pemilik perusahaan, jika bukan mungkin dirinya sudah kena SP.

__ADS_1


"Siang, bos." Ucap Daniel yang menunggu Bimo di ruangannya.


"Pagi." Bimo tersenyum, menjawab sindiran Daniel.


Daniel yang melihat senyum Bimo pun heran, karena bosnya itu jarang senyum.


"Apa agendaku hari ini Niel?" Tanya Bimo yang sudah duduk dikursi kebesarannya.


Daniel masih melamun, hingga tidak dengar bosnya bertanya.


"Daniel..!" Ucap Bimo sedikit keras.


"Eh..iya bos." Daniel segera tersadar.


"Ck. kamu minta dipecat." Ucap Bimo datar menatap Daniel.


Glek.


"Ti-tidak bos." Daniel menelan ludahnya kasar, bosnya sudah berubah kembali ke mode garang.


Daniel pun membacakan agenda bosnya hari ini, yang lumayan padat.


"Cancel saja yang tidak penting." Titahnya setelah stelah mendengar penjelasan Daniel.


.


.


"Sayang, kamu sudah lama menunggu." Leina mencium pipi Siera.


"Belum Tante, Siera baru datang." Ucapnya yang membalas cipika-cipiki Leina.


"Maaf ya, Tante baru sampai pagi tadi dari LN."


"Gak pa-pa Tante, santai saja."

__ADS_1


Siera mengajak Mama Bimo yaitu Leina untuk ketemuan makan siang di restoran pusat yang terkenal.


"Ada apa sayang, tumben kamu ajak Tante ketemuan." Ucap Leina sambil memakan pesanannya yang baru saja tiba.


Siera tersenyum sebelum berkata. "Aku setuju Tante, tentang perjodohan itu, dan aku sudah bicara dengan Daddy." Ucap Siera senang.


Leina membulatkan matanya. "Serius, kamu mau menerima Bimo sebagai jodoh kamu." Ucap Leina dengan senang.


Siera menganggukkan kepala. "Iya Tante."


"Tante senang sayang, pasti suami dan Bimo senang mendengarnya.


Siera nampak masam mendengar nama Bimo.


"Kenapa sayang, apa kata-kata Tante ada yang salah?" Tanya Leina yang melihat raut wajah Siera menjadi murung.


"Bimo Tante, Bimo bilang tidak akan mau menerima perjodohan ini." Adu nya dengan wajah sedih.


Leina menggenggam tangan Siera. "Kamu tenang saja sayang, Bimo pasti akan setuju, Tante akan pastikan itu." Ucapnya tersenyum menyakinkan Siera.


"Beneran tan?" Leina pun mengangguk. "aaahh...makasih Tante." Siera kegirangan mendengar ucapan Leina.


"Iya sayang, kamu tenang saja."


.


.


Thor konfliknya jangan berat, takut gak kuat..?


Thor..jangan ada konflik, pengen nya yang manis-manis aja..?


Thor anuu...emmm...??


Otor nya aja gak bisa bikin konflik, dan gak bisa bikin yang manis-manis...gimana dong..??😩😩

__ADS_1


__ADS_2