
"Kita mau kemana mas?" Alexa menatap suaminya yang berjalan di samping nya dengan mengandeng tangannya.
Setelah pergumulan panas mereka yang ke tiga, Alexa Istirahat sejenak karena tubuhnya merasa sangat lelah, bahkan untuk mandi saja Alexa harus manja pada sang suami untuk membantunya.
"Nanti kamu juga tahu." Ren tersenyum sekilas ke arah Alexa.
Suaminya itu menjadi pusat perhatian orang sekitar, perawakan tinggi dengan pakaian cansual yang membuat semua wanita terpesona apalagi kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya membuat Ren berpenampilan sempurna dengan speak yang mendukung.
Alexa memang tidak pernah salah memilihkan pakaian untuk sang suami pakai.
Alexa mengerucutkan bibirnya kesal.
Setelah menunggu boarding, akhirnya mereka bisa langsung berangkat.
Sejak tadi Ren memang tidak melepaskan genggaman tangannya, bahkan Ren suka membantu Alexa untuk mengikat rambutnya, ketika Alexa merasa gerah.
Alexa memang diperlukan seperti ratu oleh suaminya, dan itu tidak akan sulit untuk wanita seperti Alexa tahluk dengan kata cinta.
Alexa memang belum mengatakan tiga kata yang sangat berarti untuk seseorang yang sedang menjalin hubungan.
"Kita akan ke kota J, untuk menghadiri undangan klien." Ucap Ren ketika mereka duduk di kursi dalam pesawat kelas eksklusif.
"Kenapa aku di ajak, nanti kamu sibuk dana aku sama siapa?" Tanya Alexa menatap suaminya.
__ADS_1
Ren tersenyum, "Tentu saja sama aku, memangnya mau sama siapa?" Mata Ren memincing menatap Alexa selidik.
"Siapa tau, kamu pergi aku bisa bersenang-senang di sana dengan_"
"Awas saja, kalau kamu berani macam-macam aku tidak akan segan-segan mengurungmu selama satu Minggu di kamar." Ren merangkul leher Alexa membuat Alexa tertawa sekaligus minta ampun.
Ren langsung memeluk bahu sang istri, dan mendaratkan kecupan di kepalanya.
"Tidak akan ada orang lain di antara kita, jika itu ada maka anak kita orangnya." Ren mengelus perut Alexa lembut dari atas bajunya, Ren ingin sekali melihat Alexa hamil dan mengandung anak-anak. Apalagi sering mendapat kiriman foto Beby twins dari sang kakak membuatnya bertambah ingin.
"Semoga sayang." jawab Alexa tersenyum dalam dekapan sang suami."
Memang ini bukan pertama kali Alexa memanggilnya sayang, tapi Alexa jarang mengucapkannya, yang sering Alexa memanggilnya Mas.
Mereka beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah, lelah di perjalanan di tambah lelah pergulatan panas mereka sebelum berangkat.
"Kamu suka tempatnya." Ren memeluk pinggang sang istri yang duduk di atas ranjang dengan menghadap kaca besar didepanya, dari sana Alexa melihat pemandangan kota.
Ren masih bermalas-malasan di paha sang istri. Mereka yang awalnya istirahat namun kegiatan yang mereka jauh lebih penting dari apapun.
Ren tidak menyia-nyiakan waktu, dirinya memanfaatkan tempat mereka yang begitu mendukung untuk pasangan pengantin baru yaitu bulan madu.
__ADS_1
Setelah sampai kamar mereka kembali berduel dalam artian mengejar kenikmatan yang tiada tara. Dan disinilah mereka sekarang masih bergelung di atas ranjang.
Alexa mengelus kepala Ren lembut. "Nanti kita terlambat Mas, ayo bangun." Ucapnya tanpa menjawab pertanyaan sang suami, dirinya sangat menyukai hotel penginapan yang suaminya siapkan.
"Rasanya malas sekali sayang, aku butuh energi." Suara Ren terdengar serak, pria itu masih memejamkan mata.
"Mandi gih, biar segar." Jawab Alexa.
Ren mendongak menatap wajah sang istri. "Kenapa harus mandi, jika ini." Ren menyentuh dada Alexa yang tanpa bungkusan, "Adalah sumber energi ku." Ucapnya dengan wajah mesum yang menyebalkan.
"Shh..sejak pagi kamu sudah wmngasinya." Alexa sedikit mendesis, karena remasan tangan Ren.
"Aku tidak akan puas sayang." Tangannya menyibak baltrobe yang Alexa pakai, dan menyentuh gundukan itu tanpa penghalang.
"Hanya ingin ini, tidak lebih." Ucap Ren dengan tatapan memohon.
Alexa yang mudah terangsang, mengigit bibir bawahnya. Kulit tubuhnya kembali meremang.
"Kenapa aku memiliki suami mesum sepertimu."
Ren hanya tersenyum, mendengar ucapan Alexa.
melihat wajah Alexa, Ren semakin gencar memijatnya dan akhirnya, "Emph." Alexa meleguh dengan menundukkan tumbuhnya.
__ADS_1
Bibir Ren langsung menyambar pucuk gunung yang sudah mencuat untuk di sentuh, dirinya menyukai bagian favorit ini, Ren begitu menggilai milik istrinya.?