
Ren yang baru saja membersihkan diri tidak melihat Alexa di dalam kamar.
Memang sejak pulang dari taman tadi siang Ren praktis belum mengajak Alexa berbicara, sampai di apartemen Ren memilih menghabiskan waktunya di dalam ruang kerja.
Rencana yang akan mengajak Alexa jalan-jalan pun dia urungkan, karena mood nya sedang tidak baik-baik saja, setelah melihat istrinya dengan pria lain.
Di dalam ruang kerjanya Ren bukan bekerja, tapi memikirkan apa yang dia lihat tadi dia lihat, dimana istrinya bisa tersenyum kembali dengan pria lain, yang mungkin dirinya tidak bisa membuat senyum itu terbit kembali.
Bukan ingin egois, tapi mengingat Alexa dengan dirinya biasa saja dan tanpa bicara, lain dengan pria yang bernama Diaz yang Ren juga tahu jika Diaz adalah kepala di divisi keuangan dan Diaz juga kekasih Alexa sebelum dirinya merusak Alexa.
Dari siang hingga sore Ren hanya memikirkan tentang sang istri dan hubungan mereka yang monoton dan tidak ada perkembangan sama sekali.
"Kamu sedang apa?" Ren melihat Alexa sedang berdiri di depan tempat masak, dari baunya Ren bisa menebak jika Alexa sedang memasak sesuatu.
__ADS_1
"Kenapa harus repot masak, aku bisa pesan." Ucap Ren dengan berdiri di belakang tubuh Alexa, memeluk perut istrinya yang masih sibuk memasak.
Hening, tidak ada suara hanya terdengar alat masak yang Alexa pakai berdenting bertubrukan.
Ren yang awalnya menyerukan wajahnya di leher Alexa menjadi menjauh, karena Alexa hanya diam dan sibuk memasak.
Tak lama makanan yang Alexa masak sudah tersaji di atas meja, Ren yang sudah duduk lebih dulu di kursi meja makan segera mengambil alat makannya.
"Duduklah dan makan, setelah itu ada yang harus aku bicarakan." Ucap Ren tanpa melihat wajah sang Istri, dirinya sibuk mengambil hidangan yang tersaji.
Entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Ren yang lebih dulu selesai, memilih menunggu Alexa di ruang televisi, dirinya duduk di sofa dengan acara bisnis sebagai hiburan. Meskipun otaknya tidak mencerna berita tv.
__ADS_1
Alexa datang dengan membawa secangkir kopi, meskipun Alexa tidak tahu Ren suka atau tidak, setidaknya dirinya memperhatikan suami yang sudah peduli dan perhatian kepadanya.
"Duduklah." Ren menatap Alexa sekilas lalu menyuruhnya duduk.
"Maaf jika karena aku hidupmu menjadi berantakan, dan maaf jika selama tinggal bersamaku membuatmu tidak nyaman." Ren menatap lekat wajah istrinya yang juga sedang menatapnya.
Mungkin ini adalah keputusan terbaik untuk mereka, kebahagiaan Alexa mungkin bukan bersamanya, hanya saja dirinya yang selalu memaksakan kehendak.
Ren menghela napas sebelum dirinya berbicara yang mungkin akan membuat sesak di dada, dan pasti hatinya merasa sakit.
"Alexa, apa kamu merasa nyaman berada di dekatku?" Tanya Ren dengan menatap intens wajah sang Istri yang berada di sampingnya, dan kini keduanya saling berhadapan. "Jika iya, kamu bisa mengangguk kan kepalamu, jika tidak kamu bisa menggeleng."
Alexa menatap wajah serta kedua mata Ren dengan seksama, dan bisa Alexa lihat jika Ren sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Apa selama kita menikah kamu merasa lebih baik dan nyaman?" Tanya Ren lagi, meskipun pertanyaan sederhana, tapi jawaban Alexa akan menjawab semuanya.