
Wajah Alexa memberenggut sejak keluar dari kamar mandi, bagaimana tidak jika dia yang baru saja mandi harus mandi lagi setelah di terjang oleh sang suami, dan si pelaku hanya tersenyum tanpa dosa.
"Sudah sih sayang jangan cemberut gitu." Ren memeluk Alexa yang berdiri dengan wajah kesalnya. "Kamu gak inget gimana kamu tadi ngedesahh aahhuwass.." Ren mengusap telinganya yang terasa panas karena di jewer Alexa.
Alexa menatap tajam suaminya dengan tangan berkacak pinggang, mood singa betina ngamuk.
"Gak mau tau, sekarang belikan aku rujak buah." Ucap Alexa tanpa bisa di bantah, wanita hamil yang sedang ngamuk itu pergi meninggalkan Ren yang diam mematung.
Jam sudah menunjukan pukul sembilan lewat dan dirinya tidak tahu harus mencari kemana rujak dimalam hari seperti ini, yang ada sampai keliling Jakarta pun pasti tidak akan dapat.
"Sayang yang benar saja, jangan aneh-aneh deh." Ren mengikuti langkah Alexa yang menuju ruang televisi, dimana Alexa sedang duduk menonton tv dengan iklan makan rujak.
Alexa tidak menggubris, dirinya tetap dalam mood betina galak.
Salah siapa sudah membuatnya mandi dua kali gegara penyatuan yang mereka lakukan, meskipun Alexa menikamati tapi dirinya masih tetap kesal dan ibu hamil tidak bisa disalahkan.
__ADS_1
"Gak mau tau, ini demi twins." Jawab Alexa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Ren yang melihat reaksi sang Istri garuk kepala. "Sayang makan nasi goreng saja ya, tadi sudah aku buatkan nasi goreng kesukaan kamu." Ucap Ren mencoba bernegosiasi, agar istrinya itu mengurungkan niatnya untuk meminta rujak buah di malam hari seperti ini.
"Tidak mau, aku ingin makan mie kuah." Ucap Alexa dengan bibir mengerucut, gemas Ren tertawa.
"Oke aku buatkan." Ren beranjak dari duduknya, tapi ucapan Alexa membuatnya kembali diam mematung.
"Tapi mie yang di jual seperti itu." Tunjuk Alexa pada layar tv yang menampilkan masakan mie yang khas dan tempatnya lumayan jauh, apalagi di sana tertera buka warungnya pukul sebelas malam.
"No, aku gak mau." Alexa semakin sedih sampai menjatuhkan air matanya meskipun tidak ada suara tangisan.
"Eh, loh kok nangis, jangan nangis dong sayang, iya..iya kita pergi ke sana." Ren pun akhirnya mengalah karena tidak tega melihat Alexa menangis gara-gara ingin makan mie nyemek seperti julukan nama mie tadi.
Wajah Alexa seketika berbinar, dengan senyum mengembang.
__ADS_1
Ren menatap warung yang menjual mie yang istrinya maksud dengan tatapan tak percaya. Butuh waktu lebih dari satu jam untuk mereka sampai di tempat itu dan kini Ren harus rela mengantri panjang demi satu porsi mie yang istrinya mau.
Ren tidak pernah melakukan hal seperti ini dan ini kali pertama dirinya mengantri panjang, biasanya Ia akan menggunakan kekuasaannya untuk lebih mudah mendapatkan sesuatu, tapi sekarang dirinya tidak punya kekuasaan apapun untuk melakukan hal itu, karena tidak tega dengan orang-orang yang sudah mengantri, bahkan ada wanita hamil besar juga ikut mengantri.
Alexa hanya menunggu di dalam mobil, dirinya tersenyum melihat suaminya yang sabar mengantri demi menuruti keinginannya, sebenarnya Alexa juga merasa kasihan tapi dirinya menginginkan makanan itu.
Hingga lebih dari tiga puluh menit Ren berdiri dan selangkah demi selangkah maju, kini giliran dirinya yang mendapatkan jatah pesanan.
"Duh mas, ganteng kok mau sih berdiri lama demi semangkuk mie." Ucap ibu-ibu yang sejak tadi memperhatikan Ren dengan sabar ikut mengantri, kalau dilihat dari penampilan pria itu adalah orang kaya dan rela mengantri demi mie seharga dua belas ribu.
Ren hanya tersenyum tipis. "Demi istri yang sedang ngidam bu." Jawab Ren jujur.
"Walah masehh, kalau istrinya yang lagi ngidam kenapa ndak bilang dari tadi, kan bisa saya kasih dulu, kasihan yang lagi ngidam nungguin." Ucap bapak penjual yang mendengar ucapan Ren.
Seketika Ren menepuk keningnya sendiri. "Beginilah kalau malu bertanya sesat di jalan." Ucapnya dengan apes.
__ADS_1