
Matahari pagi sudah menyingsing tinggi menampakan sinarnya, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, tapi sepasang suami istri itu juga belum keluar kamar sama sekali.
Art yang menemani Alexa sudah pergi, setelah tahu jika majikannya sudah kembali, menyiapkan makanan di atas meja membersihkan apa yang harus dibersihkan.
Beliau kembali kediaman Bagaskara, karena tugasnya untuk menemani nona Alexa sudah selesai di gantikan dengan tuan muda Birendra.
Gorden yang masih tertutup rapat membuat keduanya semakin nyenyak, sinar matahari di luar tidak membuat keduanya untuk beranjak. Pergulatan panas di pagi hari tadi cukup membuat keduanya kelelahan, bahkan Ren tidak cukup sekali untuk memakai tubuh Istrinya, setelah istirahat cukup Ren kembali menggunakan tubuh yang tidak pernah membuatnya puas melainkan selalu menginginkan ya terus.
Drt..Drt..Drt..
Ponsel Alexa berdering, sebuah panggilan masuk. Meskipun telinganya mendengar tapi matanya enggan untuk terbuka, seakan pelukan hangat yang sudah lama tidak Ia rasakan sayang untuk dilewatkan.
"Emh.." Ren mengusap matanya, mendengar deringan ponsel terus menerus membuatnya membuka mata.
"Sayang, ponselmu berdering." Ucap Ren dengan suara serak, bibirnya mengecup pundak Alexa yang masih terbuka.
"Emp, angkat saja Mas." Gumam Alexa yang sangat malas untuk membuka mata.
Ren pun mengecup kening Alexa, dan sedikit mencondongkan tubuhnya agar bisa meraih ponsel yang berada di meja samping Alexa.
"Mita..sayang." Ren melihat nama yang tertera.
Alexa perlahan membuka mata, ponselnya sudah mati, tapi tak lama kembali berdering.
"Ck, mbak Mita reseh." Gumam Alexa yang merasa Mita sebagai pengganggu.
"Halo.." Alexa mengangkat, tapi tidak ada suara di seberang sana.
"Mass, ish geli." Ucap Alexa, yang menyingkirkan tangan suaminya dari dadanya, karena Ren memainkan pucuk kelembutannya.
"Gemas sayang," Ucap Ren terseyum.
Diseberang sana Mita dan Gesya sudah mati-matian menahan suara mereka. Mita sengaja hanya ingin mendengar suara Alexa.
"Mbak, jangan suka jahil. Awas aja akhir bulan gaji mbak aku akan suruh suamiku potong."
Tut..
Setelah mengatakan itu Alexa memutuskan sambungan sepihak, dan tak lama kembali berdering tapi Alexa mengabaikannya.
"Kamu tega sayang." Ucap Ren sambil mengusap perut istrinya.
"Lagian mbak Mita kurang kerjaan." Alexa Kemabli merebahkan kepalanya di atas bantal.
__ADS_1
"Sudah siang, apa kamu tidak lapar." Tanya Ren yang melihat Istrinya malah kembali memeluk perutnya.
"Hm," Gumam Alexa dengan wajah berada di dada telanjang suaminya.
"Mandi dan makan, kasihan anak-anak papa kelaparan." Ucap Ren mengusap wajah sang Istri.
Alexa hari ini begitu manja, mungkin efek dari satu Minggu Ia tinggalkan.
"Hm, mandiin." Ucapnya dengan nada manja.
Ren tersenyum lebar. "Manja." Ucap Ren mencubit hidung kecil Alexa.
Ren pun berdiri dengan hanya memakai boxernya saja, dan mengendong Alexa yang hanya berbalut selimut.
Ren mendudukkan Alexa didalam bathtub, dan mengisi air hingga menutupi dada polos Alexa, Ren menuangkan sabun aroma terapi diatas tangan Alexa yang mengeadah membuat Alexa tertawa.
Busa sabun yang Ren tuang menutupi tubuh mereka sebatas dada, Ren duduk dibelakang Alexa yang bersandar di dadanya, ditengah-tengah antara dua kakinya Alexa duduk.
"Nakal." Ucap Ren yang merasakan tangan Alexa mengusap paha hingga bagian pangkal membuat Ren tersenyum menyeringai. "Nanti dia berontak dan ingin masuk rumahnya lagi." Bisik Ren tepat berada di telinga Alexa.
"Ish, Mas aja yang mesum." Keluh Alexa dengan wajah mengulum senyum. "Aku lapar." Ucap Alexa manja.
.
.
.
"Sayang kita renang yuk." Ucap Ren dengan melihat cuaca siang hari yang lumayan sejuk. Hujan deras tadi malam, tidak membuat siang hari begitu terik.
"Tapi aku tidak bisa berenang Mas," Tutur Alexa merasa malu.
"Kalau begitu aku yang ajarin, sekarang ganti pakaian kamu yang_" Ren menatap Alexa dari atas sampai bawah, membayangkan istrinya memakai bikini dengan perutnya yang buncit pasti begitu sangat seksih.
"Ish, jangan mesum." Alexa menutup dadanya menggunakan kedua tangannya.
"Ck, mesum sama istri itu pahala, yang dosa mesum sama istri orang." Ucap Ren tertawa melihat Alexa yang mencebikkan bibirnya.
Alexa pun masuk ke kamar utuk mengganti pakaian rumahnya, di apartemen Ren memang terdapat kolam renang yang lumayan lebar.
Apartemen elite dengan kapasitas sesuai permintaan pembeli, dan Ren mendesain apartemennya sedemikian rupa.
Ren pun lebih dulu masuk ke kolam renang, pria itu melakukan pemanasan dengan berputar beberapa kali di dalam air.
__ADS_1
Alexa berjalan pelan mendekati kolam, dirinya memakai jubah mandi untuk menutupi tubuhnya yang menurutnya sangat seksi. Lemarinya terdapat beberapa bikini dan Ligeri seksih, dan semua itu hasil dari ulah suaminya yang membelikannya namun belum pernah Alexa pakai.
"Sayang ayo kemari." Ren mengusap wajahnya ketika baru saja muncul dari dalam air, pria itu sudah melihat Istrinya yang berada di pinggiran kolam.
"Aku malu Mas." Ucap Alexa, dengan wajah bersemu.
"Malu kenapa, bahkan aku sudah hafal lekuk tubuhmu, ayolah." Ren mendekati Istrinya yang berada dipinggir kolam. "Tidak ada yang melihat selain aku." Ucapnya lagi dengan tersenyum mempesona.
Alexa malu-malu membuka tali yang mengikat di perutnya, wanita itu perlahan membukanya.
"Beautiful." Puji Ren dengan senyum mengembang matanya begitu takjub melihat Istrinya.
"Mas jangan liatin aku seperti itu." Alexa malu, bahkan wajahnya sudah terasa panas.
"Kamu cantik sayang, tapi aku lebih suka jika kamu tidak memakai apapun didepanku.
Alexa mengerucutkan bibirnya, ucapan Ren membuatnya kesal. Suaminya tidak akan bisa jauh-jauh dari kata mesum.
Perlahan Ren membantu Alexa untuk turun dan keduanya sampai di tangan-tangan kolam.
"Mas jangan dilepas." Alexa merasa akan tenggelam jika tangannya dilepas oleh suaminya, apalagi kakinya hanya sedikit menyentuh lantai dasar kolam jika selip sedikit Alexa akan tenggelam.
"Tidak usah takut, aku akan menjagamu." Ren berdiri dibelakang Istrinya, mengecupi bahu dan leher jenjang Alexa. Alexa mengikat rambutnya tinggi-tinggi hingga membuat Ren leluasa untuk menjamahnya.
"Mas, katanya mau ajarin aku berenang." Alexa menggoyangkan bahunya, untuk membuat Ren melepaskan bibirnya.
"Tapi seperti ini lebih asik sayang." Kedua tangan Ren berada di depan gundukan yang menurutnya semakin besar ketika Alexa sedang hamil.
"Lebih baik aku naik." Kesal Alexa karena Ren malah sengaja menggerayanginya, dan tidak mau mengajarinya untuk berlatih renang.
"Tidak, temani aku disini." Ren meriah pinggang Alexa. dengan senyum smiriknya.
Mata Alexa memincing, sepertinya dia salah menuruti perkataan suaminya. Dan wajah Ren membuat Alexa bisa menangkap sinyal kemesuman.
"We play here baby.."
Alexa melototkan kedua matanya, menatap Ren tajam.
"Oke, setelah itu jangan harap bisa main lagi selama satu Minggu."
Glek
Ren menelan ludah kasar.
__ADS_1