
Setelah Xia Jiao sampai di dekat tempat Ma Guang dan Yuan Jiali berada. Ma Guang langsung mengisyaratkan dengan tangannya agar gadis itu duduk di dekatnya.
Xia Jiao langsung menanggapinya dengan duduk di samping pemuda itu.
Ma Guang langsung membelai rambut gadis tersebut dan mengecup kening dan juga bibir Xia Jiao.
Mendapatkan perlakuan dari Ma Guang, wajah Xia Jiao langsung memerah.
"Kenapa? Apakah aku melakukan hal yang tidak sepantasnya aku lakukan?." Tanya Ma Guang.
"Eeehhhmmm....ti...ti...tidak! Bu...bukan seperti itu." Ucap Xia Jiao sambil tergagap.
"Lantas kenapa? Apakah kamu berpikir bahwa aku adalah pria yang bodoh?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum menatap Xia Jiao.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, gadis itu langsung tersenyum dan memukul bahu pemuda itu dengan pelan.
"Jadi kamu berubah menjadi pintar disaat kami melakukan hal itu?." Tanya Xia Jiao.
"Kemungkinan demikian!." Ucap Ma Guang.
Mereka bertiga langsung tertawa dengan apa yang telah mereka perbincangkan saat itu.
"Mulai saat ini, Aku akan selalu menjaga kalian berdua!." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang serius.
Mendengar perkataan Ma Guang, kedua gadis itu langsung tersenyum menatap kearah pria yang bersama dengan mereka berdua.
"Nona Xia! Nona Yuan! Jika melihat apa dan menilai apa yang kalian lakukan selama ini terhadap diriKu, aku juga mengingat seorang gadis yang telah menyelamatkan hidupKu saat aku terluka dan terjatuh di sungai. Gadis itu juga selalu melakukan yang sama dengan apa yang kalian berdua lakukan. Bagaimana jika gadis itu juga menyukai diriKu?."
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang. Kedua gadis itu langsung terdiam dan seperti sedang berpikir.
"Apakah kamu menyukainya juga?." Tanya Xia Jiao memecah keterdiaman mereka.
"Sepertinya begitu menurutKu!." Ucap Ma Guang.
"Dasar laki - laki mata keranjang! Setiap melihat gadis cantik langsung menyukainya." Ucap Xia Jiao sambil menjewer telinga Ma Guang.
"Aduh...aduh...bukan seperti itu! PikiranKu tidak seperti itu." Ucap Ma Guang sambil menahan rasa sakit.
"Terus seperti apa?." Tanya Xia Jiao.
"Gadis itu yang menolongKu! Dia juga yang selalu mendampingiKu saat berada di sekte Bambu Kuning serta dia juga yang mengajarkanKu sampai aku bisa membaca!." Ucap Ma Guang sambil menahan rasa sakit di telinganya.
Mendengar perkataan Ma Guang, akhirnya Xia Jiao melepaskan jewerannya.
__ADS_1
"Oh, jadi seperti itu yah! Baiklah kalau begitu, aku akan menerimanya jika memang benar gadis itu sangat menyukai diriMu." Ucap Xia Jiao.
Sedangkan Yuan Jiali hanya tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh Xia Jiao terhadap Ma Guang.
Mendengar apa yang di katakan oleh Xia Jiao, Ma Guang akhirnya merasa lega dengan situasi yang dirinya hadapi saat itu.
Ma Guang sendiri hanyalah berpikir untuk mengantisipasi situasi yang akan terjadi jika Duan Meng memang benar - benar menyukai dirinya.
Tetapi jika Duan Meng tidak menyukainya, hal itu juga tidak menjadi masalah buat Ma Guang.
Setelah mereka berbincang - bincang, akhirnya Xia Jiao dan juga Yuan Jiali langsung kembali ke kamar mereka masing - masing untuk membersihkan diri mereka dan juga mengganti pakaian untuk menemui penguasa kota serta jenderal dan para komandan pasukan yang ada di kota Pingdu.
Sebelum mereka meninggalkan bangun rumah yang mereka tempati. Ma Guang dan juga dua orang gadis tersebut bersama - sama sarapan sebelum mereka berakhivitas.
Setelah selesai sarapan, barulah mereka bertiga menuju ke istana penguasa kota.
Sedangkan kelima kamandan pasukan tetap mempersiapkan pasukan mereka.
Setelah tiba di depan gerbang istana, Ma Guang dan dua orang gadis yang bersamanya langsung di persilahkan untuk memasuki istana penguasa kota.
Akhirnya ketiga muda - mudi tersebut memasuki ruang aula istana.
Di dalam ruangan tersebut penguasa kota, seorang jenderal dan juga 12 orang komandan sudah duduk menunggu kehadiran Ma Guang dan yang lainnya.
Setelah sudah berada di dalam ruangan aula, Ma Guang dan juga dua orang yang bersamanya langsung di persilahkan duduk oleh penguasa kota.
Seorang komandan yang melihat Ma Guang, merasa tidak percaya jika seorang anak muda sudah menjadi seorang jenderal di kerajaan Qi. Serta merasa tidak percaya dengan rumor yang pernah dia dengar beberapa tahun terakhir.
Karena yang di lihatnya dari diri Ma Guang, hanyalah terlihat biasa - biasa saja.
Akhirnya komandan itu bersuara.
"Apakah bisa jenderal Ma memberi sedikit petunjuk kapada bawahan ini?." Ucap kamandan tersebut.
Ma Guang pun tidak sungkan - sungkan untuk menerima tantangan tersebut. Pemuda itu dengan posisi yang sangat terlihat santai saat menjawab pertanyaan salah satu komandan tersebut.
"Setelah aku dan komandan pasukan melakukan uji tanding, bagaimana jika para prajurit kita melakukan uji tanding juga?." Ucap Ma Guang.
Memang tujuan Ma Guang untuk melihat kesiapan kekuatan pasukan yang ada di kota Pingdu, agar dirinya bisa mengukur kemampuan yang ada pada mereka.
Saat Ma Guang telah berdiri dan mau beranjak dari tempat duduknya, mata sang komandan yang menantangnya langsung tertuju ke pedang yang di bawah oleh Ma Guang.
"Jenderal Ma! Jika aku bisa mengalahkanMu, bagaimana kalau pedang itu menjadi milikKu?." Ucap Sang komandan.
__ADS_1
"Komandan Shan Zhang! Jika kamu bisa menahan 5 kali saja serangan dariKu, aku akan memberikan pedang ini kepadaMu!." Ucap Ma Guang yang sudah mulai gerah dengan tingkah Shan Zhang.
Memang Ma Guang sendiri pergi ke istana penguasa kota dengan membawa pedangnya saja. Sedangkan tombak yang dia miliki di tinggalkannya di kediaman tempat dia beristirahat.
Pedang milik Ma Guang saat ini adalah senjata rantai milik lawannya yang dia bawah.
Pedang itu lebih keras dan lebih tajam dari pedang yang biasa dia bawah.
Sedangkan tombaknya juga terbuat dari bahan yang sama dengan pedangnya.
Begitu juga dengan Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
Pedang yang mereka miliki juga terbuat dari bahan yang sama dengan yang Ma Guang miliki.
Karena di kota Yingqiu terdapat seorang ahli penempa senjata yang menguasai elemen api sehingga dirinya mampu untuk membuat senjata dengan bahan yang sangat keras.
Dan proses pembuatan senjata mereka sangatlah memakan waktu yang panjang.
Akhirnya mereka tiba di arena tempat yang biasa di gunakan oleh prajurit kota Pingdu berlatih.
"Bagaimana komandan Shan Zhang!? Apakah kita sudah bisa memulainya?." Tanya Ma Guang dengan tersenyum sinis menatap Shan Zhang.
"Iya! Kita sudah bisa memulainya!." Jawab Shan Zhang sambil mencabut pedangnya bersiap untuk bertarung.
Ma Guang langsung melemparkan pedangnya kearah Xia Jiao, dan gadis itu pun langsung menangkapnya.
Melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang, mata Jin Xian, Fan Gui dan juga beberapa komandan pasukan langsung terbelalak. Tidak terkecuali dengan Shan Zhang.
"Pemuda ini terlalu meremehkanKu!." Gumam Shan Zhang.
Shan Zhang sendiri lengkap dengan baju zirahnya, sedangkan Ma Guang hanya memakai pakaian biasa saja tanpa baju zirah.
Setelah melihat Shan Zhang sudah siap. Ma Guang langsung melesat dengan menggunakan teknik langkah bayangan dan juga jurus tinju peremuk tulang miliknya.
Melihat Ma Guang menyerangnya. Shan Zhang langsung menebaskan pedangnya untuk membalas serangan Ma Guang.
Tetapi tebasan yang di lancarkan oleh Shan Zhang tidak mengenai sasaran yang di tuju. Tebasannya menenagia ruang kosong.
Sedangkan tinju milik Ma Guang langsung mengarah ke perut pria tersebut.
Buukkk
Bunyi tinju yang bersarang di perut Shang Zhang.
__ADS_1
Untuk menjaga agar tidak terjadi cedera yang serius, Ma Guang langsung menurunkan kekuatan pukulannya. Sehingga Shan Zhang hanya terdorong kebelakang sejauh 5 meter.
~Bersambung~