
Sang komandan yang menjadi pemimpin pasukan yang bertugas menjaga pintu gerbang langsung memberi hormat kepada jenderal tersebut dan langsung menanyakan tentang situasi yang terjadi.
"Ada tiga orang pendekar muda yang berusia sekitar 19 atau 20 tahun telah melakukan pembantaian terhadap keluarga bangsawan Yun. Dan mereka sedang berusaha untuk meninggalkan kota ini." Ucap sang jenderal.
"Apakah ada orang yang baru saja meninggalkan kota ini?." Tanya sang jenderal.
"Ada jenderal! Tetapi orang itu adalah komandan Liang Kun dan juga sepuluh prajurit bawahannya yang akan kembali ke desa yang mereka jaga dengan perbekalan yang seperti biasa mereka bawah." Ucap sang komandan.
"Apakah tidak ada hal yang mencurigakan?." Tanya sang Jenderal.
"Menurut pengamatan hamba, tidak ada yang mencurigakan jenderal." Ucap sang komandan.
"Baik jika memang seperti itu. Tetapi kita tetap harus mengejar dan harus memeriksa mereka." Ucap sang jenderal sambil memerintahkan pintu gerbang untuk keluar dan mengejar rombongan Liang Kun.
Sudah sekitar empat puluh menit berlalu, empat orang prajurit yang baju zirahnya di gunakan oleh kelompok Ma Guang langsung menyambut kedatangan kelompok Ma Guang.
Mereka dengan cepat menggunakan kembali baju zirah milik mereka masing - masing dan kembali melakukan perjalanan.
Sedangkan Ma Guang dan tiga orang lainnya langsung bergegas dari tempat itu sambil membawa kantong - kantong yang berisi koin emas hasil jarahan mereka.
"Untung saja kita sudah di latih dengan keras saat pembentukan kualitas tulang kita. Jika tidak, pasti tubuhKu sudah rontok karena membawa kantong koin emas ini." Ucap Xia Jiao.
Yuan Jiali langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya menanggapi pernyataan dari Xia Jiao.
Sedangkan Ma Guang dan juga Su Tian sedang memikul masing - masing empat kantong yang berisi koin emas.
Dua puluh menit kemudian, akhirnya rombongan Liang Kun mendengar suara gemuruh bunyi kaki kuda yang berlari mendekati mereka dari arah belakang.
Liang Kun dan juga rombongannya langsung berhenti dan menatap kearah rombongan tersebut.
Setelah rombongan itu mendekat, akhirnya Liang Kun langsung mengenali sang pemimpin rombongan yang berkuda tersebut.
Setelah sudah berada di dekat, Liang Kun langsung memberi hormat kepada jenderal itu.
__ADS_1
Sang jenderal melihat dan menghitung jumlah rombongan Liang Kun masih sama sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh komandan jaga pintu gerbang.
"Komandan Liang Kun! Sepertinya anda tergesah - gesah untuk kembali ke desa! Apa yang membuatMu begitu cepat untuk kembali ke desa?." Tanya sang jenderal.
"Maafkan hamba jenderal! Hamba ingin segera kembali ke desa agar supaya kami memiliki waktu yang cukup untuk bisa beristirahat. Sebab mereka juga akan menggantikan tugas jaga prajurit yang lain." Jawab Liang Kun.
"Apakah kamu mengetahui apa yang baru saja terjadi di dalam kota?." Tanya sang jenderal.
"Hamba tidak tahu jenderal! Jika hamba boleh mengetahuinya, apa sebenarnya yang telah terjadi?." Tanya sang komandan.
"Ada tiga orang pendekar muda yang telah melakukan pembantaian di keluarga bangsawan Yun!." Ucap sang jenderal.
"Apa!? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Siapa mereka yang berani melakukan hal itu?." Ucap Liang Kun dengan wajahnya yang menunjukan keterkejutan yang sangat.
"Lantas ada perintah apa dari jenderal untuk hamba?." Tanya Liang Kun yang dalam posisi hormat.
"Siapa pun yang masih berusia di bawah 23 tahun kebawah harus di tahan dan jangan membiarkan mereka meninggalkan desa yang kau jaga." Ucap sang jenderal.
"Hamba siap melaksanakan perintah!." Ucap Liang Kun.
Akhirnya rombongan sang jenderal pun kembali ke kota Ji.
Sedangkan Ma Guang dan tiga orang lainnya tetap berjalan di dalam hutan tidak jauh dari jalan utama dan mereka juga mendengar apa yang di bicarakan oleh sang jenderal dan juga Liang Kun.
Empat orang prajurit langsung pergi memasuki hutan untuk membantu membawakan kantung koin emas yang di bawah oleh kedua gadis dan juga sebagian yang di bawah oleh Ma Guang dan juga Su Tian.
Setelah beberapa jam kemudian saat mereka sudah dekat untuk memasuki desa. Seluruh kantong emas di taruh di dalam gerobak.
Sedangkan Ma Guang dan tiga orang lainnya memasuki desa dengan melompati pagar pembatas desa dan langsung kembali menuju ke penginapan yang mereka tempati.
Koin emas hasil jarahan mereka langsung di bawah keluar dari desa dan menunggu kedatangan rombongan Ma Guang untuk mengambilnya.
Pagi hari pun tiba.
__ADS_1
Kegemparan terjadi di ibu kota kerajaan Yan. Karena keempat keluarga yang menjadi pilar kerajaan telah di musnahkan hanya dalam waktu semalam.
Raja kerajaan Yan sangat geram dengan apa yang terjadi.
Dia memerintahkan untuk menutup sementara ibu kota kerajaan dan langsung memeriksa seluruh area yang ada di ibu kota kerajaan.
Kejadian ini membuat raja Yan Xi sangat terpukul, hal itu di sebabkan karena situasi politik yang terjadi di ibu kota kekaisaran Zhou yang membuat ada beberapa bangsawan yang menguasai beberapa kota sudah mengukuhkan diri mereka sebagai raja. Dan juga pergerakan kerajaan Chu dan juga kerajaan Qin yang mulai menginvasi beberapa kota kecil yang berdekatan dengan wilayah mereka masing - masing.
Sedangkan kerajaan Qi sendiri sedang bersih tegang dengan bangsawan dari Lai, yaitu Gong Furou yang sudah mengukuhkan dirinya sebagai raja kerajaan Lai.
Kerajaan Qi belum mengambil tindakan militer terhadap Lai karena kerajaan Chu sendiri sedang menunggu momentum yang tepat untuk menginvasi wilayah kerajaan Qi.
Sedangkan kerajaan Yan sendiri sangat berhati - hati dengan pergerakan Zhongshan dan juga Dai yang berada di wilayah bagian barat kerajaan Yan.
Jadi kehancuran empat pilar kerajaan Yan sangat berpengaruh bagi kerajaan Yan.
Setelah beberapa hari memeriksa seluruh tempat yang berada di ibu kota kerajaan Yan. Akhirnya mereka menghentikan aktivitas tersebut, karena tidak mendapatkan apa yang sesuai dengan raja Yan harapkan.
"Apakah ketiga pemuda itu adalah setan atau siluman? Sehingga kalian tidak bisa menemukannya?." Ucap sang raja dengan sangat geram kepada semua petinggi kerajaan yang hadir di aula istanah kerajaan Yan.
"Ampun Yang Mulia! Apakah hal ini seharusnya kita sampaikan ke kerajaan Qi! Agar supaya mereka bisa menindak pendekar muda itu?." Ucap salah satu menterinya.
"Apakah kamu tidak berpikir dengan situasi politik yang terjadi di ibu kota kekaisaran? Apakah kamu ingin memicu peperangan dengan kerajaan Qi? Sekte Bambu Kuning adalah satu kekuatan yang menjadi kekuatan kerajaan Qi. Dan hal itulah yang menjadi alasan kerajaan Chu tidak menyerang kerajaan Qi. Belum lagi mereka memiliki ahli strategi dalam berperang. Apakah kamu berpikir kerajaan Qi akan mengabulkan permintaan kita? Itu seperti halnya kita melakukan langkah bunuh diri saja." Ucap raja Yan Xi.
"Jadi hal apa yang harus kita lakukan yang mulia?." Tanya salah satu jenderal besarnya.
"Kita akan menyewa pendekar - pendekar hebat dari wilayah Wuzhong, Guzhu dan juga dari suku Xiongnu dan pendekar - pendekar dari Gojoseon yang ingin mendapatkan bayaran untuk membunuh Ma Guang dan kelompoknya." Ucap raja Yan Xi.
Raja Yan Xi langsung memerintahkan salah satu jenderal kecil untuk mencari pendekar - pendekar yang mau bersedia di bayar untuk membunuh Ma Guang dan juga kelompoknya.
Sedangkan Ma Guang dan rombongannya kini sudah keluar dari wilayah kerajaan Yan dengan membawa harta jarahan yang di kawal langsung oleh komandan Liang Kun.
Perjalanan mereka sedikit mendapat hambatan saat berada di kota Guanping, namun semua itu bisa di atasi oleh Liang Kun. Dan juga Ma Guang dan empat orang lainnya sedang melakukan penyamaran agar tidak di kenali oleh pasukan keamanan yang berada di kota Guanping.
__ADS_1
~Bersambung~