Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 130. Pertarungan (II)


__ADS_3

Dua bilah pedang yang tersisa melesat ke arah tubuh lawan Ma Guang dan menembusnya.


Tidak sampai di situ saja, pedang yang berada di tangan pemuda itu langsung di lemparkan ke arah tubuh lawanya yang sedang menuju ke arahnya.


Saat pendekar itu ingin membentuk perisai pertahanan, luka yang di akibatkan oleh kedua bilah pedang yang terbentuk dari energi tenaga dalam milik Ma Guang langsung terbuka lebar dan darah segar langsung membanjir keluar dari tubuhnya.


Tubuh pendekar itu langsung jatuh dan terbujur kaku sudah tidak bernyawa lagi.


Melihat apa yang terjadi dengan orang yang biasa di panggilnya kakak itu, pendekar yang menggunakan golok itu langsung berteriak histeris.


Raungannya seperti seekor harimau yang sangat murka terhadap lawannya.


Suara raungan itu membuat telinga para prajurit menjadi sakit.


Para prajurit langsung bergerak menjauhi area pertarungan tersebut.


Sedangkan para petinggi sekte Bambu Kuning langsung membuat perisai pertahanan dengan energi tenaga dalam milik mereka masing - masing, tidak terkecuali juga dengan Ma Guang, Ki Kebo Pengging, pendekar yang menjadi lawan awal Ma Guang, dan amat terlebih Xia Jiao yang posisinya berada di dekat lawannya itu.


Raungan suara itu terus keluar dari mulut pendekar tersebut.


Setelah melihat hal itu sudah tidak lagi berpengaruh bagi orang - orang di sekitarnya, pendekar itu langsung menerjang Xia Jiao secara membabi buta dengan cakarnya bersamaan dengan goloknya yang kini sudah berubah menjadi harimau.


Xia Jiao langsung membuat perubahan energi tenaga dalamnya menjadi ratusan bunga persik yang bertebaran menyerang ke arah lawannya.


Golok yang kini sudah menjadi seekor harimau langsung mengaum dengan kuat dan menghancurkan semua bunga persik yang melesat ke arah mereka.


Bersamaan dengan itu, telinga Xia Jiao langsung merasa kesakitan yang di akibatkan auman harimau tersebut.


Situasi itu sangat merugikan bagi gadis tersebut.


Lawannya langsung memiliki peluang emas untuk menghajar Xia Jiao.


Kedua cakar yang terbentuk dari jari tangannya langsung mengenai lengan gadis itu yang sempat memblokir serangan lawannya.


Tubuh Xia Jiao terhempas ke belakang sejauh lima meter dengan kedua lengannya yang kini sudah terluka karena serangan cakar lawannya.


Melihat hal itu, Ma Guang langsung bergegas untuk menuju ke arah Xia Jiao.


Bersamaan dengan Ma Guang, Yuan Jiali juga yang melihat hal itu langsung melesat untuk membantu Xia Jiao.


Namun pergerakan Ma Guang terhenti di sebabkan karena Ki Kebo Pengging sudah menghadang jalannya.


Pendekar yang menjadi lawan Xia Jiao tidak tinggal diam di saat tubuh gadis itu sudah terhempas ke belakang.

__ADS_1


Pendekar itu langsung melesat ke arah tubuh Xia Jiao dengan cakarnya yang sudah di aliri energi tenaga dalam miliknya.


Pergerakan pendekar tersebut langsung di hentikan oleh serangan perubahan energi tenaga dalam milik Yuan Jiali.


Duuuaaarrrr


Bunyi benturan serangan Yuan Jiali dan juga energi tenaga dalam milik lawan Xia Jiao.


Xia Jiao langsung memulihkan luka dalamnya serta langsung bermeditasi.


Yuan Jiali kini sedang bertarung melawan pendekar tersebut sambil melindungi Xia Jiao dari serangan harimau dan juga serangan pendekar tersebut.


Beberapa saat kemudian, jiwa Xia Jiao sudah terlepas dari tubuhnya dan langsung menyerang pendekar yang awalnya adalah lawannya.


Tanpa di sadari oleh pendekar tersebut, jiwanya mulai di serang oleh jiwa Xia Jiao.


Namun di luar dugaan gadis itu, serangan tersebut tidak bisa menyerang jiwa lawannya.


Golok yang kini sudah berubah menjadi seekor harimau itu langsung menyerang jiwa Xia Jiao.


Pertarungan mereka pun kini menjadi sorotan semua petinggi sekte Bambu Kuning.


Mereka mulai merasa bingung dengan pergerakan harimau yang seperti sedang menyerang ruang kosong.


Ma Guang sendiri, kini sedang bertarung menghadapi Ki Kebo Pengging.


"Sepertinya gerakan jurus - jurus pria ini juga sangat mirip dengan pendekar yang baru saja Ku bunuh". Gumam Ma Guang.


"Anak muda! Ternyata kemampuanMu memang hebat sesuai dengan rumor yang beredar".


"Tuan pendekar! Rumor itu terlalu berlebihan, semua itu tidak benar seutuhnya".


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha...sangat mengesankan sekali. Walau pun masih berusia muda dan memiliki kemampuan ilmu bela diri yang sangat tinggi, namun tidak memiliki pendirian yang sombong. Secara pribadi aku merasa sangat salut kepadaMu".


"Mari kita lanjutkan lagi pertarungan kita berdua". Ucap Ki Kebo Pengging.


Kedua pendekar yang berbeda usia tersebut langsung bertukar serangan dengan jurus - jurus tangan kosong mereka berdua.


Gerakan langkah kaki dan tangan Ki Kebo Pengging seperti gerakan ilmu silat.


Menyerang sambil berusaha untuk melakukan kuncian kepada lawannya.


Ma Guang sendiri sangat berhati - hati meladeni serangan dari lawannya tersebut.

__ADS_1


Pemuda itu menggunakan jurus Tinju Peremuk Tulang miliknya dan juga Cakar Elang serta Cakar Harimau Buas miliknya secara bergantian sesuai dengan situasi yang tepat untuk menggunakan jurus - jurus miliknya itu.


Yuan Jiali sendiri kini menggunakan jurus pedang hampa dan juga jurus Langkah Bayangan yang Ma Guang ajarkan kepadanya.


Sedangkan lawannya kini hanya mengandalkan jurus tangan kosong miliknya karena sudah tidak memiliki senjata untuk dia gunakan lagi.


Situasi pertarungan Yuan Jiali terlihat sangat berimbang, hal itu di sebabkan karena dirinya juga sedang melindungi tubuh Xia Jiao yang jiwanya sedang bertarung dengan harimau milik lawannya.


Yuang Gao yang melihat situasi tersebut, langsung melesat melindungi tubuh Xia Jiao agar membuat putrinya dengan leluasa untuk bertarung dengan lawannya.


Tindakan Yuan Gao membuat lawan Yuan Jiali menjadi sangat geram, sebab hanya hal itu yang membuat pertarungannya begitu berimbang.


Yuan Jiali terus melepaskan tebasan pedangnya yang pergerakannya sangat sulit untuk di tebak oleh lawannya. Itulah keunggulan dari jurus pedang hampa yang di miliki oleh sekte Bambu Kuning apa lagi jurus itu di padukan dengan jurus langkah bayangan yang keduanya sama - sama mengandalkan kecepatan dan sangat sulit untuk di hadapi.


Duaarrr...duuuaaaarrr...duuuaaarrr


Bunyi ledakan energi tenaga dalam milik Yuan Jiali saat membentur perisai pertahanan milik lawannya.


Serangan Yuan Jiali tidak dapat menghancurkan perisai pertahanan tersebut, namun tubuh lawannya terdorong sejauh sepuluh meter ke belakang.


Pendekar itu langsung kembali melesat dan menyerang Yuan Jiali dengan cakarnya yang sudah di selimuti dengan energi tenaga dalam miliknya.


Yuan Jiali pun demikian, gadis itu langsung menebas dan melepaskan energi tenaga dalam miliknya dari pedang di tangannya dan menyambut serangan cakar lawannya.


Blaaarrrr


Bunyi benturan kedua energi tenaga dalam milik keduanya.


Sedangkan jiwa Xia Jiao yang menghadapi harimau milik lawannya sangat mudah untuk menghindari serangan hewan tersebut.


Jiwa Xia Jiao langsung menghilang saat di serang oleh harimau itu, dan dengan kekuatan jiwa gadis itu langsung meledakkan jiwa golok yang kini telah menjelma menjadi seekor harimau itu dengan jurus tebaran bunga persik miliknya.


Tubuh harimau itu langsung menghilang dan kembali ke wujud golok seperti semula sehingga langsung terjatuh ke tanah.


Pendekar yang adalah pemilik golok tersebut langsung teralihkan pandangan dan juga konsentrasinya ke arah hewan yang kini sudah kembali menjadi sebuah golok.


Yuan Jiali tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut.


Pedangnya langsung menebas salah satu lengan milik lawannya itu.


"Aaahhhccckkk". Teriak pendekar tersebut saat lengan kanannya sudah terpisah dari tubuhnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2