
Zhou Lu Yun langsung melanjutkan kultivasinya.
Sedangkan Ma Guang kembali meninggalkan sekte Naga Surgawi.
Jiangjun sendiri kini di tugaskan oleh Ma Guang untuk kembali ke alam raja naga laut timur untuk membawa sebagian anggota pasukannya agar bisa tinggal di sekte Naga Surgawi dan menempati dunia dewa surgawi.
Akan tetapi, jika raja naga laut timur ingin untuk tinggal bersama di sekte Naga Surgawi, hal itu akan sangat membuat hati Ma Guang senang.
Karena ras mereka adalah naga surgawi, sehingga mereka bisa tinggal di dunia tersebut.
Sedangkan para anggota sekte Naga Surgawi sendiri saat ini, belum ada yang bisa memasuki dunia tersebut, sebab tubuh mereka belum mampu untuk menerima tekanan energi yang ada di dunia tersebut.
Ma Guang langsung melesat menuju ke sekte Bunga Persik.
Saat tiba di sekte tersebut, mata Ma Guang langsung di suguhkan dengan reruntuhan serta puing - puing dari sisa - sisa kehancuran sekte tersebut.
"Ternyata memang sekte Bunga Persik telah hilang dari dunia persilatan ini! Dimana nona Xia Jiao berada!?." Gumam Ma Guang.
Saat pemuda itu masih melihat kondisi sekte yang kini sudah hancur tersebut, sesosok wanita langsung menyerangnya.
"Hiaaattt!." Teriak seorang gadis menyerang Ma Guang.
Aura seorang pendekar petapa merembes keluar dari dalam tubuh gadis tersebut.
Ma Guang terus menghindari serangan gadis itu dan berkata.
"Dimana nona Xia Jiao berada!?." Tanya Ma Guang.
Mendengar pertanyaan pemuda yang di serangnya, gadis itu langsung mengingat wajah pemuda di depannya itu dan langsung berhenti untuk menyerangnya.
"Untuk apa kamu mencari matriak kami? Apakah ingin membuat hatinya kembali terluka?." Tanya gadis di depannya.
Ma Guang hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan tersebut.
"Siapa bilang aku datang untuk membuat hatinya terluka!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Laki - laki mesum sepertiMu tidak akan pernah mengerti tentang perasaan seorang wanita!." Ujar gadis itu lagi dengan nada suara yang ketus.
"Apakah kamu begitu memahami juga dengan perasaan para pria sehingga kamu ingin mengguruiKu!?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum sinis.
"Jangan terlalu banyak membuang - buang waktuKu! Cepat katakan dimana nona Xia saat ini berada!?." Tutur Ma Guang lagi.
"Aku tidak tahu dimana matriak kami berada!." Jawab gadis tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, Ma Guang langsung melesat pergi meninggalkan gadis itu tanpa sepata kata pun.
__ADS_1
"Dasar pria egois!." Gumam gadis tersebut melihat Ma Guang yang pergi meninggalkan dirinya.
Beberapa saat kemudian, Ma Guang pun dapat melihat sebuah kota di depannya.
Pemuda itu pun langsung mendarat beberapa ratus meter jaraknya dari gerbang kota tersebut agar tidak menarik perhatian banyak orang.
Seperti biasa, Ma Guang kembali menekan tingkat kultivasinya ke tingkat pendekar raja.
Pemuda itu pun melangkahkan kakinya untuk menuju ke pintu gerbang kota.
Ma Guang pun mendapatkan pemeriksaan dari prajurit yang menjaga gerbang kota tersebut.
Setelah di biarkan masuk, pemuda itu pun mencari sebuah kedai untuk mendapatkan informasi yang penting tentang Xia Jiao dan juga tentang pergerakan sekte aliran hitam.
Ma Guang pun memasuki sebuah kedai yang terlihat sederhana yang terletak di piggir jalan utama kota itu.
Saat memasuki kedai itu, Ma Guang langsung di sambut oleh pelayan di kedai tersebut.
"Selamat datang di kedai kami tuan! Mari tuan, silahkan masuk!." Sambut pelayan dengan ramah.
Ma Guang pun langsung mengikuti pelayan tersebut dan memilih tempat untuk di tempatinya tepat berada di sudut ruangan kedai tersebut.
"Aku duduk di tempat itu saja! Tolong siapkan arak dan daging terbaik yang kedai kalian miliki!." Ujar Ma Guang.
"Silahkan tuan! Tolong tunggu sebentar, kami akan segera menyiapkannya!." Ucap pelayan itu sambil meninggalkan Ma Guang.
"Aku mendengar para pendekar sekte aliran hitam ingin untuk pergi menyerang sekte Es Abadi!." Ucap seorang pria tua.
"Bagaimana bisa kamu mengetahui berita itu!?." Tanya seorang penasaran.
"Aku mendengar hal itu dari seorang pendekar sekte kecil aliran putih yang melarikan diri karena sektenya baru saja di hancurkan oleh sekte Seribu Racun!." Tutur pria tua itu lagi.
"Dimana pendekar itu saat ini!?." Tanya pria yang satunya lagi.
"Pendekar itu pergi untuk meminta bantuan ke sekte Tapak Suci!?." Jawab pria itu.
"Memang benar! Aku juga baru saja melakukan perjalanan dari wilayah kerajaan Yan dan selalu menghindari setiap anggota sekte aliran hitam yang selalu menyerang serta menjarah setiap desa yang mereka lewati." Sambung seorang pria dari meje yang berbeda.
"Kenapa kamu tidak membantu penduduk desa jika kamu telah menyaksikan hal tersebut!?." Tanya pria yang satunya lagi.
"Bagaimana bisa aku membantu mereka! Sedangkan banyak di antara para pendekar aliran hitam itu sudah memiliki tingkatan sebagai pendekar suci! Tidak hanya itu saja! Aku melihat sepertinya ada beberapa pendekar juga yang memiliki tingkatan kultivasi yang berada di atas dari pendekar suci!." Ujar pria itu.
"Apa!? Di atas pendekar suci!? Mengapa kekuatan para pendekar aliran hitam saat ini sudah meningkat seperti itu!?." Ujar seorang pria lagi dengan nada suara yang sangat terkejut.
"Iya! Aku juga merasa bingung dengan peningkatan kekuatan para pendekar aliran hitam! Sedangkan peningkatan kekuatan para pendekar aliran putih sendiri kini belum terlihat meningkat."
__ADS_1
"Aku dengar sekte Bambu Kuning kini sudah beroperasi lagi! Namun patriaknya bukan lagi Yao Han! Melainkan Chen Yufei! Dan memiliki tingkat kultivasi sebagai pendekar langit!."
"Benarkah!? Apakah kita hanya bisa berharap kepada sekte Bambu Kuning untuk menghadapi para pendekar aliran hitam!?." Tanya pria yang satunya lagi.
"Kemungkinannya seperti itu!." Jawab pria yang satunya lagi.
Ma Guang yang mendengar hal itu langsung berpikir untuk pergi membantu sekte Es Abadi yang terletak di pulau yang berada di sebelah timur wilayah kerajaan Qi dan juga di sebelah utara wilayah kerajaan Yan.
Ma Guang yang sudah selesai dengan arak dan juga daging bakar yang di pesannya itu, langsung mendekati para pria yang sedang berbincang - bincang tersebut.
"Mohon maaf tuan - tuan! Tetapi apakah informasi yang kalian katakan itu benar!?." Tanya Ma Guang.
"Iya tuan muda! Apa yang kami katakan itu adalah benar adanya." Jawab seorang di antara mereka.
"Dimana posisi terakhir para pendekar aliran hitam yang tuan lihat!?." Tanya Ma Guang sambil menatap ke arah pria tua yang mengatakan bahwa dirinya telah melihat para pendekar aliran hitam.
Pria tua itu langsung menjawab.
"Tuan muda! Posisi mereka yang aku lihat berada di arah utara dari kota ini dengan jaraknya kira - kira lima kilo meter jauhnya." Jawab pria tua itu.
"Terima kasih tuan atas informasinya!." Ucap Ma Guang setelah mendengar informasi tersebut.
Ma Guang langsung melangkah pergi dari kedai tersebut.
Beberapa pasang mata langsung melepaskan kepergian pemuda itu dengan penuh tanda tanya di pikiran mereka.
"Siapa pemuda itu!?."
"Sepertinya aku pernah bertemu sebelumnya dengan pemuda itu! Tetapi dimana yah!?." Ujar seorang pria tua.
"Apakah pemuda itu ingin mengejar para pendekar aliran hitam itu!?."
"Bagaimana mungkin pemuda itu melakukannya!? Tingkat kultivasinya saja baru berada di tingkat pendekar raja!." Ucap seorang pria menanggapi perkataan dari rekannya.
Ma Guang pun berjalan meninggalkan kota tersebut.
Saat sudah berada jauh di luar kota itu, pemuda itu pun langsung melesat terbang menuju ke arah yang di katakan oleh pria tua yang ada di dalam kedai sebelumnya.
Hanya dalam beberapa menit saja, kini Ma Guang sudah berada di salah satu desa yang kini sudah porak poranda.
Pemuda itu pun mendarat di tanah dan mulai memperhatikan sekelilingnya untuk melihat jika saja ada seseorang yang bisa dia temui.
Ma Guang langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya dan mulai menyisir area desa tersebut.
Akhirnya pemuda itu menemukan beberapa orang yang kini sedang bersembunyi di sebuah bunker.
__ADS_1
Ma Guang pun langsung menghampiri dan memanggil mereka untuk mendapatkan informasi.
~Bersambung~