Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 232. Mendapatkan Hadiah


__ADS_3

Mendengar perkataan Ma Guang, raja naga Long Wang langsung terdiam dan mulai berpikir.


"Apa benar seperti itu yang di katakan oleh kakak tertuaKu!?."


"Apakah aku harus menyerahkan kepada pemuda ini batu permata milkNya!?."


Raja naga laut timur itu menjadi dilema dengan apa yang baru saja dia ketahui tersebut.


"Apakah masih ada hal lain yang ingin di tanyakan oleh Yang Mulia Raja!? Jika sudah tidak ada lagi, aku mohon ijin untuk pamit, karena aku akan kembali menemui raja phoenix api." Tutur Ma Guang membuyarkan lamunan raja naga itu.


"Iya! MenurutKu sudah tidak ada hal lain lagi yang perlu untuk di pertanyakan." Ujar raja naga.


Kata - kata dari raja naga itu langsung mencairkan lagi situasi yang awalnya telah memanas.


"Pendekar Ma! Senang bisa bertemu dan bisa mengenal diriMu! Jika anda berkenan, sebelum menuju ke tempat raja phoenix api, bagaimana jika aku terlebih dahulu menjamu pendekar Ma dengan makanan yang kami miliki!?." Ucap raja naga menawarkan kepada Ma Guang.


Pemuda itu pun langsung mengiyahkan tawaran tersebut, hal itu di lakukannya agar supaya, jika mereka sedang merencanakan sesuatu yang buruk kepadanya, dengan cepat akan terungkap.


"Sepertinya itu adalah tawaran yang sangat menarik dan akan sangat tidak etis juga jika aku menolaknya." Jawab Ma Guang.


"Pelayan! Siapkan jamuan makan untuk menjamu tamu kita ini!." Perintah sang raja naga.


Raja naga langsung berdiri dan mengajak Ma Guang beserta semua yang ada di dalam ruang aula utama itu untuk menuju ke ruangan yang lain.


"Mari kita pergi ke ruang jamuan makan untuk menjamu tamu kita ini sambil berbincang - bincang." Ajak sang raja naga sambil berjalan mendekat ke arah Ma Guang dan mempersilahkannya untuk berjalan bersama - sama ke tempat yang dia maksudkan.


Saat tiba di depan pintu ruangan untuk jamuan makan tersebut, aura energi yang sangat kuat langsung menyambut mereka.


Ma Guang yang merasakan hal itu kembali bertanya - tanya di dalam hatinya.


"Apa yang mereka siapkan!? Sepertinya aura energi ini sangat kuat." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Saat memasuki ruangan tersebut, mata pemuda itu langsung terbelalak setelah pandangan matanya melihat ke arah makanan yang di sediakan oleh pelayan istana tersebut.


"Apakah mataKu ini tidak salah melihat semua buah - buahan ini!?." Kata - kata yang keluar dari mulut Ma Guang saat melihat buah - buahan abadi yang berasal dari dunia atas sudah tersaji di depannya.


Saat raja naga mendengar perkataan pemuda di sampingnya itu, dia langsung menanggapinya.


"Apakah pendekar Ma belum pernah memakan buah - buahan abadi dari dunia asal kami!?." Ujar sang raja merasa heran.

__ADS_1


Sebab peningkatan kultivasi yang Ma Guang capai saat ini dengan tidak pernah memakan satu pun buah abadi, itu akan lebih mengerikan lagi jika dirinya memakan satu buah abadi saja.


Hal itu akan berpengaruh terhadap kekuatan serta kekebalan tubuhnya, serta bisa meningkatkan juga tingkat kultivasinya.


Di dalam pikiran pemuda itu kini mulai terlintas keserakahan untuk memiliki semua itu dengan mengalahkan raja naga beserta para bawahannya itu.


Sedangkan untuk para naga itu, buah - buahan abadi itu adalah makanan yang biasa untuk mereka dan hanya menambah sedikit energi untuk mereka gunakan dalam beberapa tahun.


"Jika pendekar Ma baru untuk pertama kalinya memakan buah - buahan abadi ini, sepertinya tidak baik jika di makan di ruangan ini, karena kemungkinan besar ruangan ini akan menjadi rata dengan tanah." Ucap raja naga dengan nada suara seperti meminta Ma Guang untuk memakan buah itu di tempat lain.


Mendengar perkataan sang raja, Ma Guang langsung mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh sang raja naga itu.


"Baiklah! Jika Yang Mulia Raja tidak keberatan, aku akan memakan dan menyerap esensi dari buah abadi ini di tempat yang lain saja." Ucap Ma Guang.


"Begini saja! Biarkan pelayanKu menyiapkan segala jenis buah - buahan abadi yang ada untuk di bawah oleh pendekar Ma...serta aku juga mempunyai satu hadiah lagi yang akan aku berikan kepada anda sebelum meninggalkan alam buatanKu ini." Ucap raja naga dengan nada suara yang tulus.


"Namun sebelum aku memberikannya kepada pendekar Ma, bagaimana jika anda menemani kami terlebih dahulu sambil berbincang - bincang." Lanjut sang raja naga yang sangat berharap.


Ma Guang pun langsung menyetujui permintaan raja naga tersebut.


Pemuda itu kini sedang duduk di salah satu kursi khusus untuknya sambil berbincang - bincang dengan raja naga itu.


Sang raja naga mulai memberitahukan siapa dirinya dan bagaimana hubungannya dengan inti jiwa yang telah di serap oleh Ma Guang.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka mengakhiri perjamuan itu dan seekor naga yang adalah pelayan di istana itu langsung membawakan beberapa peti yang di dalamnya di penuhi oleh buah - buahan abadi.


Ma Guang sangat berterima kasih dengan pemberian tersebut.


Pemuda itu langsung memasukkan lima buah peti besar itu kedalam cincin penyimpanannya.


Raja naga langsung mengajak pemuda itu ke tempat dimana dirinya menyimpan batu permata dari raja naga api surgawi.


Merasakan aura energi yang sangat familiar dengannya mulai terasa makin kuat, hati, pikiran serta perasaan dari pemuda itu mulai merasa senang.


"Apakah hadiah yang akan di berikan oleh naga ini adalah batu permata milik ular tua itu!?." Pikir Ma Guang di dalam hatinya.


Dan benar saja, saat mereka sudah tiba di salah satu ruangan yang posisinya tepat berada di belakang aula utama, Ma Guang langsung melihat sebuah batu berwarna hitam dengan energi panas yang merembes keluar sedang berada di dalam formasi pelindung yang di ciptakan oleh raja naga laut timur itu.


"Pendekar Ma! Jika kamu bisa mengambilnya, berarti memang benar diriMu berjodoh dengan kakak tertuaKu."

__ADS_1


"Sehingga aku dan seluruh bawahanKu akan tunduk kepadaMu! Karena kamu sudah memiliki inti jiwa dan juga batu permata kakak tertuaKu yang adalah sebagai raja kami sebelum dirinya meninggal karena di jebak oleh ketiga kakakKu yang lain."


"Silahkan pendekar Ma!." Ujar raja naga menyuruh Ma Guang untuk mengambil batu permata tersebut.


Pemuda itu pun langsung melangkahkan kakinya dan mendekati tempat dimana batu permata itu berada.


Ma Guang langsung mengenali formasi pelindung yang melindungi batu permata tersebut.


Pemuda itu langsung mengerakkan kedua tangannya dan mulai membentuk simbol - simbol dari jari - jarinya.


Cahaya keemasan pun keluar dari kedua tangan Ma Guang dan langsung menyentuh dua buah titik yang terdapat di formasi itu secara bersamaan.


Formasi pelindung itu pun langsung menghilang.


Ma Guang dengan cepat langsung meraih batu permata itu dan memasukkannya kedalam cincin ruang penyimpanan miliknya.


Melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang, raja naga itu langsung membungkuk dan memberi hormat kepada pemuda itu dan di ikuti oleh para petinggi lainnya.


"Kami memberi hormat kepada Raja Naga Api Surgawi!." Ucap mereka semua secara serentak.


Ma Guang langsung memberi isyarat kepada mereka untuk kembali seperti sikap semula.


"Panggil saja aku dengan sebutan 'Penguasa' agar tidak terlalu rumit untuk memanggilKu." Ujar Ma Guang memberikan saran kepada mereka.


"Baik penguasa!." Ucap mereka secara serentak lagi.


"Dimana tempat yang tepat untuk bermeditasi!?". Tanya Ma Guang.


"Jenderal Jiangjun! Tolong kamu antarkan kepada Penguasa untuk bermeditasi.


"Jiangjun siap untuk melayani Penguasa!." Ujar Jiangjun yang lansung mempersilahkan Ma Guang untuk menungganginya agar makhluk itu bisa mengantarkan Ma Guang ketempat yang tepat untuk bermeditasi.


Ma Guang pun langsung menaiki punggung jenderal naga itu.


Setelah Ma Guang sudah berada di atas punggungnya, Jiangjun langsung melesat terbang dan akhirnya tiba di tempat yang raja naga maksudkan.


"Penguasa! Ini adalah tempat yang tepat untuk bermeditasi." Ujar Jiangjun.


Di tempat itu berbentuk sebuah bukit batu dan terdapat sebuah goa di salah satu sisi bukit tersebut.

__ADS_1


Ma Guang pun langsung melesat pergi dan memasuki lubang goa itu untuk menyerap batu permata milik raja naga api surgawi dan juga salah satu buah abadi yang di milikinya.


~Bersambung~


__ADS_2