
Saat Ma Guang memasuki kediaman yang ditempati oleh Xia Jiao dan juga Ma Tian Shen, Xia Jiao bersama dengan putranya kini sudah berdiri didepan kediaman tersebut untuk menyambutnya.
"SuamiKu!." Ucap Xia Jiao.
"Ayah!." Teriak Ma Tian Shen sambil menghamburkan dirinya ketubuh Ma Guang.
Ma Guang pun langsung memeluk putranya itu serta mencium pipi bocah laki - laki tersebut.
Kebahagiaan pun terpancar di wajah mereka bertiga saat bertemu.
Ketiganya segera memasuki kediaman itu dan melanjutkan aktivitas untuk saling melepas rindu didalam kediaman tersebut.
Xia Jiao sendiri tidak ingin mengganggu kebersamaan keduanya.
Wanita itu segera bergegas kebelakang untuk menyediakan hidangan untuk kedua laki - laki yang sangat dia cintai dan kasihi.
Sedangkan Ma Guang tetap ditemani oleh putranya sambil berbincang - bincang.
"Shen'er! Bagaimana dengan perkembangan kultivasiMu?." Tanya Ma Guang.
"Ayah! Saat ini kultivasiku sudah berada ditingkat pendekar dewa Surgawi!." Jawab bocah tersebut dengan nada suara polosnya.
"Terus, teknik - teknik apa yang sudah Shen'er pelajari?." Tanya Ma Guang penasaran.
"Aku sudah melatih teknik dari kedua paman Naga yang selalu menjagaKu!."
"Mereka melatihKu untuk menyemburkan api hitam dari mulutKu serta perisai tubuh naga dan cakar naga yang mereka miliki!." Jawab Ma Tian Shen polos.
"Oh, jadi Shen'er sudah melatih teknik - teknik tersebut!?." Ujar Ma Guang.
"Iya ayah! Tetapi aku juga sudah melatih formasi pelindung dari mereka!." Lanjut bocah itu dengan bangganya.
"Apakah ayah bisa melihat kemampuanMu itu?." Tanya Ma Guang menggoda putranya.
"Iya ayah! Bisa ayah!." Jawab Ma Tian Shen senang dan langsung turun dari pelukan ayahnya serta segera menarik tangan pria tersebut untuk keluar dari kediaman itu dan menuju ketempat yang biasa dia gunakan untuk berlatih.
Keduanya keluar dan melesat terbang menuju ketempat yang bocah itu maksudkan.
Setelah tiba di tempat yang memang sengaja disiapkan untuk menjadi tempat berlatih tanding pasukan Kilin Api, Ma Tian Shen langsung menunjukkan kemampuannya.
Terlihat dari dalam tubuh bocah itu merembes keluar asap hitam bercampur warna emas yang dengan cepat membentuk seperti seekor Naga hitam keemasan.
Ma Guang yang melihat apa yang ditampilkan oleh putranya tersebut merasa takjub dengan hal itu.
"Sepertinya tubuh dewa naga surgawi milik Shen'er adalah seekor Dewa Naga Hitam!."
"Tubuhnya ini tidak bisa dimiliki oleh siapa pun! Sebab itu akan sangat membahayakan bagi semua makhluk!."
Ma Guang terus berpikir dengan keistimewaan dari tubuh putranya tersebut.
"Apakah aura jahat didalamnya akan mempengaruhi cara berpikir anak ini kedepan?." Gumam Ma Guang didalam hatinya.
"Baiklah ayah! Apakah ayah sudah siap?." Tanya Ma Tian Shen.
__ADS_1
Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya tanda sudah siap untuk menghadapi serangan dari anaknya tersebut.
Tubuh Ma Tian Shen dalam sekejab kini sudah berada didepan Ma Guang sambil menyemburkan Api Hitam dari mulutnya.
Mendapatkan serangan dari putranya, Ma Guang dengan cepat segera menghindarinya.
Api hitam itu hanya mengenai udara kosong.
Ma Tian Shen terus menyerang ayahnya yang hanya terus menghindari serangan api dan cakar miliknya.
Karena usianya yang masih sangat belia sehingga teknik serangan yang dia keluarkan masih belum sempurna.
Namun jika kultivasi lawannya hanya berada di tingkat pendekar dewa bumi, sudah bisa dipastikan akan merasa kerepotan dengan serangan bocah tersebut.
Dan hal terburuk yang bisa mereka alami adalah kematian.
Sebab bocah itu belum bisa sepenuhnya untuk mengendalikan kekuatannya.
"Bagaimana ayah? Apakah teknik yang aku miliki sudah baik menurut ayah?." Tanya Ma Tian Shen.
"Iya! Teknik yang Shen'er pelajari sudah baik! Namun harus lebih giat lagi untuk berlatih agar efektivitas serangannya lebih maksimal!." Jawab Ma Guang.
"Baik ayah! Aku akan lebih giat lagi untuk berlatih!." Balas Ma Tian Shen dengan penuh semangat.
Ma Guang juga memberikan petunjuk kepada putranya itu teknik Langkah Bayangan yang dia miliki agar lebih mempermudah putranya untuk menyempurnakan setiap teknik yang dia pelajari.
"Ayah! Teknik ini sangat sulit untuk di pelajari!." Ujar Ma Tian Shen.
"Seistimewah itukah teknik ini?."
"Baiklah! Aku akan dengan giat untuk berlatih agar bisa menguasai teknik yang ayah ajarkan kepadaKu ini!."
"Tetapi ayah juga harus berjanji, bahwa ayah akan sering - sering mengunjungi diriKu dan juga ibu!." Ujar Ma Tian Shen.
"Kalau begitu, Shen'er lanjutkan saja latihannya bersama paman Naga! Ayah akan pergi untuk menemui ibuMu!." Tutur Ma Guang.
"Iya ayah!."
"Paman Naga! Ayo kita berlatih!." Teriak Ma Tian Shen memanggil kedua prajurit Naga yang terus menjaganya.
Sedangkan Ma Guang segera menghilang dari tempat itu untuk menuju kekediaman dimana istri pertamanya berada.
Ma Guang pun muncul dibelakang istri pertamanya itu dan segera memeluk Xia Jiao dari belakang.
Merasakan pelukan dari pria yang dia cintai itu, Xia Jiao pun merasa sangat bahagia.
Wanita itu pun membalikkan tubuhnya dan mulai meluapkan semua rasa rindu kepada suaminya itu.
Keduanya menghabiskan beberapa saat untuk saling melepas rindu.
Setelah itu, Ma Guang pun memberikan tiga harta berharga dari Phoenix Api serta dua harta berharga dari makhluk kuno.
Ma Guang pun memberikan petunjuk kepada Xia Jiao bagaimana caranya untuk menerobos menjadi seorang dewi sejati.
__ADS_1
Xia Jiao dengan cepat bisa memahami apa yang di sampaikan oleh suaminya.
Setelah sudah selesai memberikan petunjuk kepada istri pertamanya itu, Ma Guang pun berkata.
"Jiao'er! Aku selalu berharap agar kamu bisa secepatnya untuk meningkatkan kemampuanMu agar aku tidak akan merasa khawatir lagi dengan keselamatanMu dan juga keselamatan putraKu!."
"Sebab makhluk yang sedang memburu tubuh putra kita adalah para makhluk surgawi yang memiliki kekuatan tingkat dewa sejati!."
"Sehingga hal itu akan sangat menyulitkan untuk dihadapi!."
"Apa lagi dipihak mereka kini dibantu oleh para makhluk kuno yang juga memiliki kekuatan yang sama dengan mereka!."
"Sehingga aku berharap kalian tetap bersabar untuk tidak selalu berada disampingKu!."
"Iya suamiKu! Aku sangat mengerti dengan apa yang kamu hadapi saat ini! Sehingga aku juga selalu menasehati putra kita agar bisa bertahan untuk berada jauh dariMu!." Ucap Xia Jiao menanggapi perkataan Ma Guang.
"Baiklah! Sudah saatnya kamu berkultivasi! Aku sendiri akan segera kembali ke sekte Naga Surgawi untuk memastikan situasi di wilayah kekaisaran Zhou!." Tutur Ma Guang.
Wanita itu pun menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui apa yang suaminya katakan.
Keduanya pun segera pergi menemui putra mereka untuk memberitahukan apa yang akan keduanya lakukan agar putra mereka mengetahuinya.
"Baik ayah! Ibu! Tian Shen akan bersabar untuk menunggu ayah dan ibu disini!." Tutur bocah itu polos.
"Aku harap kalian berdua menjaganya dengan sebaik mungkin!." Ujar Ma Guang kepada kedua prajurit naga itu sambil menyerahkan darah murni serta batu permata dan inti jiwa dari makhluk kuno.
"Siap penguasa! Kami akan melakukan dengan sebaik mungkin!."
"Terima kasih penguasa atas hadiah yang telah diberikan kepada kami!."
Tutur kedua prajurit naga itu secara serentak sambil mengantarkan Ma Guang untuk keluar dari dunia kecil Kilin Api.
Shi Tiao sendiri kini sedang berada diluar dunia kecil Kilin Api.
Hal itu karena sang raja Kilin Api sedang menjaga keselamatan kedua anak Ma Guang dari istri kedua dan istri ketiganya yang masih berusia balita tersebut.
Saat di dekati oleh Ma Guang, raja Kilin Api itu merasa terkejut.
"Hormat kepada Penguasa!." Ucap Shi Tiao.
"Raja Shi Tiao! Aku serahkan sepenuhnya keselamatan ketiga istriKu dan juga ketiga putra putriKu kepadaMu! Saat ini aku akan kembali ke sekte Naga Surgawi untuk melihat perkembangan yang terjadi di wilayah kekaisaran Zhou!."
"Jika aku membutuhkan bantuan seluruh pasukanMu! Aku pasti akan menghubungiMu nanti!."
"Baik Penguasa! Aku akan melakukan tanggung jawabKu sebaik mungkin!."
Ma Guang pun menemui putra dan putrinya terlebih dahulu sebelum meninggalkan mereka.
Untung saja keduanya juga sudah terbiasa dengan para penjaga yang juga selalu mengasuh keduanya disaat ibu mereka berkultivasi.
Ma Guang juga memberikan kepada mereka harta berharga dari makhluk kuno agar bisa meningkatkan kemampuan mereka.
~Bersambung~
__ADS_1