
Para pendekar yang berada dibawah tingkat pendekar agung langsung merasa diri mereka membeku saat aura energi dingin yang sangat kuat mulai merembes keluar dari dalam tubuh Bing Bihai.
Para anggota organisasi Mawar Surgawi tidak menyangka jika hal itu akan terjadi.
"Sial! Ternyata tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat pendekar agung!." Gumam pria sebagai pemimpin sambil mengeluarkan energi Qi dari dalam tubuhnya untuk menahan energi dingin yang di keluarkan oleh Bing Bihai sambil berkomunikasi ke bebera anggota organisasi Mawar Surgawi yang berada di beberapa kota yang berdekatan dengan kota Rulong.
Saat mendapatkan informasi tersebut, mereka pun melaporkan hal itu ke markas pusat.
Setelah melaporkan hal tersebut, mereka langsung melesat dengan cepat menuju ke kota Rulong untuk membantu para anggota mereka yang saat ini sedang di serang.
Tidak ketinggalan juga kelompok dari kota Nanggu datang juga ke kota Rulong.
Ma Guang sendiri tetap tenang menatap apa yang akan Bing Bihai lakukan.
Karena sang pemimpin masih bisa bertahan dengan aura energi Qi dingin yang di keluarkan oleh Bing Bihai, akhirnya wanita itu langsung menciptakan ratusan jarum yang terbuat dari es yang sangat keras dan tajam serta langsung di lepaskan ke arah sang pemimpin.
Pria itu langsung menciptakan perisai energi untuk menyelimuti tubuhnya dan langsung juga melepaskan serangan balasan kepada Bing Bihai.
Wanita itu juga langsung menciptakan sepuluh buah tombak es dan langsung melepaskannya untuk menyusul jarum - jarum yang dia lepaskan sebelumnya.
Serangan energi Qi yang berbentuk cahaya langsung menerobos menghantam jarum - jarum es milik Bing Bihai hingga hancur lebur dan terus melesat untuk kembali berbenturan dengan tombak - tombak es yang juga sedang bergerak berlawanan arah itu.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi ledakan yang tercipta saat kedua serangan itu bertemu.
Sepuluh buah tombak es yang Bing Bihai lesakkan ke arah lawannya mampu juga di hancurkan oleh serangan energi cahaya milik pemimpin tersebut.
"Celaka! Energi Qi cahaya miliknya bisa menembus es yang di ciptakan oleh nona Bing, aku harus membantunya!." Gumam Ma Guang sambil juga melepaskan energi Qi cahaya yang dia miliki.
Saat kedua serangan cahaya dan juga tombak es itu bertemu, serangan cahaya itu tetap menembus dan terus mengarah ke tubuh Bing Bihai.
Wanita itu langsung terkejut dengan apa yang di lihatnya itu.
"Mengapa bisa seperti ini?." Gumam Bing Bihai sambil memperkuat perisai pelindunh miliknya yang terbuat dari es tersebut.
Saat energi cahaya milik pria itu akan mengenai perisai pelindung es milik Bing Bihai, sebuah serangan energi Qi cahaya juga langsung membentur energi cahaya tersebut.
Booommm
Ledakan tersebut membuat tubuh Bing Bihai terdorong jauh kebelakang.
Sedangkan mata sang pemimpin langsung terbelalak saat melihat pria yang berada di samping wanita itu juga bukanlah seorang pendekar yang lemah.
"Nona Bing! Bagaimana keadaanMu?." Tanya Ma Guang.
__ADS_1
"Aku baik - baik saja!." Jawab Bing Bihai sambil bersiap melakukan serangan.
"Nona Bing! Jangan beradu energi Qi dengannya, sebab energi Qi miliknya tidak bisa di bendung oleh energi Qi milik nona Bing! Cukup terus intimidasi dirinya dengan energi dingin dan terus menyerang sambil terus menghindari juga serangannya!." Tutur Ma Guang memberikan arahan kepada wanita tersebut.
Bing Bihai yang mendengar apa yang Ma Guang katakan langsung kembali melesat dan mulai meningkatkan aura intimidasinya sambil melontarkan tombak - tombak yang besar kearah setiap tubuh yang menurutnya tidak terlindungi.
Sang pemimpin langsung membalas serangan yang di lepaskan oleh Bing Bihai.
Dan benar saja, setiap serangan yang di lancarkan oleh Bing Bihai, semuanya langsung hancur lebur serta serangan pria itu tetap melesat ke arah Bing Bihai.
Tubuh wanita itu langsung berputar untuk menghindari serangan tersebut sambil terus melepaskan tombak - tombak es miliknya kearah lawannya itu.
Saat Bing Bihai sudah berada di sebelah kiri dari tubuh sang pemimpin dan berjarak sekitar lima meter.
Sang pemimpin mulai merasa sangat lambat untuk mengikuti kecepatan gerakan tubuh Bing Bihai.
Hal itu di akibatkan karena aura intimidasi yang di keluarkan oleh Bing Bihai mulai mempengaruhi pergerakan pria tersebut.
"Sialan! Serangan wanita ini ternyata hanyalah bagian dari pengalihan saja agar dia bisa mendekati diriKu!." Gumam pria tersebut yang kini sudah mulai kesulitan untuk bergerak.
Bing Bihai kembali melanjutkan serangannya terhadap pria itu dengan melemparkan tombak - tombak es ke tubuh pria itu.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Brrraaakkk
Perisai pelindung milik lawannya langsung hancur berkeping - keping dan sebuah tombak es mengenai tubuh pria itu.
"Aaccckkkhhh!." Teriak pria tersebut saat tubuhnya tertembus tombak es milik Bing Bihai.
Wanita itu langsung meledakkan batang tombak itu dan membentuknya menjadi duri - duri yang menyebar menusuk tubuh pria itu.
Darah langsung mengucur deras keluar dari mulut dan juga dari luka yang terkena tusukan tombak tersebut.
Pria yang adalah pemimpin oraganisasi Mawar Surgawi di kota Rulong langsung meregang nyawa.
Bing Bihai langsung mencairkan kembali tombak es yang tadinya menusuk tubuh pria tua tersebut.
Bing Bihai langsung juga membunuh para pendekar lainnya yang terdiam membeku oleh aura energi dingin miliknya.
Sedangkan Ma Guang langsung menjarah setiap harta yang dimiliki oleh kelompok tersebut.
Saat sudah selesai, tatapan matanya langsung tertuju di jari tangan sang pemimpin.
"Rupanya dia memiliki cincin penyimpanan juga!." Gumam Ma Guang sambil meraih tangan pria itu dan mengambil cincin ruang miliknya yang berisi begitu banyak koin emas.
__ADS_1
Ma Guang langsung mengambil sebagian koin emas yang ada dan langsung memberikan cincin tersebut kepada Bing Bihai.
"Nona Bing! Ini cincin untukMu! Dan inilah alasannya sehingga aku bisa meraih benda dari udara kosong dan juga menghilangkan benda di udara kosong!." Tutur Ma Guang menjelaskan sambil memberikan cincin ruang tersebut.
Wanita itu belum bisa mengerti sepenuhnya apa yang di katakan oleh Ma Guang.
"Apa yang pendekar Ma maksudkan!?." Tanya Bing Bihai bingung.
Walau pun dalam kebingungannya itu, Bing Bihai tetap mengambil cincin yang di berikan oleh Ma Guang.
Ma Guang pun langsung memberikan petunjuk kepada Bing Bihai bagaimana cara menggunakan benda tersebut.
Setelah itu, Bing Bihai langsung mengetahui cara menggunakan cincin tersebut dengan wajah yang berseri - seri.
Saat keduanya berniat untuk meninggalkan tempat itu, aura seorang pendekar dewa langit, dua orang pendekar dewa bumi serta sepuluh orang pendekar agung langsung terasa sedang mendekat kearah mereka.
Ma Guang pun langsung tersenyum sambil berkata.
"Ternyata ada tiga orang pendekar dewa juga yang menjadi pelindung organisasi mereka di wilayah kekaisaran Qiang ini!." Gumam Ma Guang yang lansung bisa di dengar oleh Bing Bihai.
"Apa!? Pendekar tiga orang pendekar dewa!?." Tutur Bing Bihai terkejut.
"Iya! Dan nona Bing juga memiliki lawan sepuluh orang pendekar agung untuk menguji kemampuan yang nona miliki!." Tutur Ma Guang sambil tersenyum menggoda wanita tersebut.
Keduanya langsung keluar dari dalam bangunan itu untuk menyambut kedatangan lawan mereka.
Saat sudah berada di halaman bangunan tersebut, belasan lawan mereka langsung mendarat di depan.
"Sepertinya kita datang terlambat, mereka berdua telah menghabisi semua orang yang ada di markas kita ini!." Tutur pria tua dengan aura energi seorang pendekar dewa langit.
"Siapa kalian yang telah berani membunuh anggota dari organisasi kami!?." Tanya pendekar dewa langit tersebut.
"Masih bertanya lagi! Apakah kalian sudah lupa dengan bisnis kalian itu!?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap kearah pendekar dewa tersebut.
"Kami adalah calon dagangan organisasi kalian yang membunuh calon pedagang kami!." Lanjut Ma Guang dengan nada suara yang merendahkan.
"Anak muda! Rupanya diriMu terlalu meremehkan kekuatan kami! Kamu tidak tahu dengan siapa saat ini kamu berhadapan!." Tutur pendekar dewa langit tersebut.
"Aku pernah juga mendengar perkataan seperti dari seorang pendekar dewa langit! Namun pendekar tersebut kini sudah tidak bernyawa lagi!." Ujar Ma Guang menanggapi perkataan pendekar dewa langit itu.
"Brengsek! Kamu terlalu merendahkan kami! Serang!." Teriak pendekar langit tersebut.
Sebelas orang pendekar langsung menyerang mereka berdua.
~Bersambung~
__ADS_1