Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 148. Penyerangan (IV)


__ADS_3

Saat situasi sudah mulai berbalik untuk menekan para pendekar aliran hitam, tiba - tiba belasan ribu pendekar aliran hitam yang di pimpin langsung oleh Ketua sekte Gagak Hitam memasuki medan pertarungan.


"Mengapa dua sekte besar aliran hitam ingin menyerang sekte kami? Apakah keduanya menginginkan hal yang sama dari kami?". Gumam salah satu leluhur.


Kini jumlah musuh sangat berbeda jauh sehingga para leluhur, patriak, para tetua dan juga para pendekar ahli sudah berada di tengah - tengah mereka.


Sebab jumlah anggota dari sekte Bambu Kuning kini hanya tersisa seratus lebih orang yang akan menghadapi belasan ribu pendekar aliran hitam yang di dalamnya kini terdapat ratusan pendekar raja serta puluhan pendekar suci yang telah di gabungkan dengan para pendekar yang tersisa saat penyerangan pertama yang di pimpin langsung oleh Xue Lugu.


"Bagaimana keadaanMu Ketua Xue? Apakah baik - baik saja?". Tanya Heise Chizi.


"Tidak kusangkah ternyata mereka telah memiliki pendekar suci yang sudah membuka gerbang keenam atau pun lebih tinggi lagi, sebab mereka bisa menghancurkan setiap jiwa para pendekar yang paling terlemah hingga pendekar ahli kami yang berjumlah sepuluh ribu lebih". Xue Lugu menjelaskan kepada Heise Chizi.


"Jadi hal itu yang membuatMu sehingga mengalami kekalahan ini?". Ucap Heise Chizi dengan raut wajah yang serius.


"Iya...tetapi menurutKu, mereka hanya memiliki satu orang yang bisa melakukan hal itu, jika lebih, pasti kelompok kami sudah binasa seluruhnya". Ujar Xue Lugu.


Ketua sekte Lembah Tengkorak itu kini mulai meyakinkan kepada Heise Chizi untuk kembali menyerang orang - orang dari sekte Bambu Kuning yang tersisa.


"Ketua Heise...!!! Kita harus secepatnya menyerang mereka sebelum mereka mendapatkan bantuan dari yang lain, sebab sebagian besar kekuatan mereka saat ini sedang bertempur dengan pasukan kerajaan Qi yang di pimpin oleh jenderal Wang Xuesi".


"Baiklah, aku akan secepatnya untuk menyerang mereka, namun aku terlebih dahulu ingin meminta mereka untuk menyerah, dan jika tidak mau, kita akan langsung menyerang mereka". Ujar Heise Chizi.


"Yao Han...!!! Lebih baik kamu menyerah saja, dan cepat berikan kitab untuk meningkatkan kemampuan ilmu bela diri dengan cepat yang kalian miliki itu". Ucap Ketua sekte Gagak Hitam Heise Chizi.


"Apakah kalian merasa yakin untuk bisa mengalahkan kami walau pun hanya berjumlah sedikit seperti ini? Coba kamu tanyakan kepada Xue Lugu kalau berapa jumlah pendekar yang di bawahnya untuk menyerang kami, dan kamu lihat sendiri hasilnya, kami mampu membunuh puluhan ribu orang - orang yang di bawahnya, jadi kami tidak akan menyerah begitu saja, kami akan bertarung walau pun nyawa kami yang menjadi taruhannya". Ucap Yao Han.


Mendengar apa yang di katakan oleh patriak Yao Han, Heise Chizi hanya tertawa dan langsung memerintahkan para pengikutnya untuk menyerang.


"Buktikan saja jika kalian mampu untuk bisa bertahan dari serangan kami...ayo serang mereka, dan jangan membiarkan salah satu dari mereka untuk bisa melarikan diri". Ucap Heise Chizi memerintah para bawahannya.


"Gabungkan seluruh kekuatan kita dan serang mereka secara bersama - sama". Perintah Heise Chizi lagi.

__ADS_1


Energi tenaga dalam yang di miliki oleh ratusan pendekar tingkat tinggi dari aliran hitam kini secara bersama - sama langsung di arahkan kepada puluhan orang dari sekte Bambu Kuning yang masih tersisa.


Patriak Yao Han, para leluhur dan juga para tetua tingkat tinggi serta pendekar lainnya yang masih tersisa langsung menggabungkan energi tenaga dalam mereka dan membentuk perisai pertahanan untuk membendung serangan musuh.


Booommmm...booommmm...booommmm


Bunyi ledakan yang di hasilkan oleh benturan dari kedua energi tenaga dalam yang berjumlah besar.


Debuh langsung bertebaran setelah ledakan itu terjadi.


Para pendekar aliran hitam tidak memberikan kesempatan kepada anggota sekte Bambu Kuning. Mereka langsung kembali melancarkan serangan mereka tanpa henti.


Bunyi ledakan- ledakan kecil masih tetap terdengar saat serangan yang di lancarkan oleh pendekar aliran hitam masih tetap bisa di bendung oleh perisai pertahanan lawan.


Keadaan kelompok patriak Yao Han kini sudah banyak dari mereka yang terluka parah, kini yang masih tetap kokoh berdiri hanyalah tersisa pendekar suci saja.


Leluhur agung Yao Fan sendiri, kini sedang di lindungi oleh salah satu leluhur agung lainnya saat sedang bermeditasi untuk memulihkan kembali energi tenaga dalamnya dan juga kekuatan jiwanya agar bisa kembali bertarung melawan para pendekar aliran hitam yang sedang menyerang mereka.


Sedangkan bagi para pendekar ahli yang sedang terluka, mereka di lindungi oleh para tetua tingkat tinggi lainnya dan juga para tetua tingkat rendah yang adalah pendekar raja dan juga pendekar suci yang telah membuka gerbang kedua dan gerbang pertama.


Jika jumlah anggota aliansi pendekar aliran hitam tersebut hanya berjumlah seribu atau dua ribu orang, sudah pasti akan dengan mudah untuk di kalahkan oleh mereka, mengingat ada puluhan orang pendekar suci yang berada di sekte tersebut.


Leluhur Yao Fan langsung melesat ke arah ketua sekte Gagak Hitam yang juga sedang bersiap untuk melakukan kembali serangan energi tenaga dalam miliknya.


Duuaaarrr


Bunyi ledakan kedua energi tenaga dalam milik leluhur Yao Fan dan ketua Heise Chizi.


Karena perbedaan kekuatan yang begitu besar di antara keduanya, Heise Chizi langsung terpental kebelakang sejauh dua puluh meter dan menabrak setiap anggota yang berdiri di belakangnya.


Hal yang sama juga yang di alami oleh Xue Lugu karena serangan dari salah satu leluhur agung.

__ADS_1


Setiap anak buah dari kedua ketua tersebut langsung melesat dan menyerang ke arah kedua leluhur agung tersebut di saat mereka melihat apa yang di alami oleh kedua ketua mereka.


Sedangkan leluhur agung yang satunya lagi menyerang para ketua sekte aliran hitam yang sudah mencapai pendekar suci dan membuka gerbang pertama mau pun gerbang kedua bersama dengan ketujuh leluhur biasa lainnya.


Serangan energi tenaga dalam yang di miliki oleh para tetua sekte aliran hitam tidak dapat menghancurkan perisai perlindungan milik kedua leluhur agung.


Serangan berbagai jenis senjata dapat di halau oleh kedua leluhur tersebut.


Walau pun kedua leluhur agung itu bisa membendung semua serangan musuh, namun keduanya tidak mendapatkan kesempatan untuk menyerang lawan - lawannya yang berjumlah puluhan orang yang terus melepaskan serangan secara bergantian.


Energi petir dari tubuh leluhur Yao Fan langsung keluar dan memcoba menyerang ke arah dimana lawan - lawannya berada.


Namun serangannya itu tidak menemui sasarannya.


"Mereka ini membuat diriKu hanya bisa untuk bertahan dengan serangan dari jarak jauh dengan energi tenaga dalam milik mereka, jika hal ini terus menerus terjadi, itu akan membuat energi tenaga dalam milikKu akan terkuras habis". Gumam leluhur Yao Fan sambil terus mencari kesempatan untuk menyerang mereka lagi.


Sedangkan salah satu leluhur agung lainnya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di alami oleh leluhur Yao Fan.


Mereka berdua saat itu sedang di serang oleh pendekar suci yang sudah membuka gerbang pertama, sehingga membuat keduanya yang sudah membuka gerbang ke lima dan juga gerbang ke enam merasa kelabakan.


Hal yang sama juga di alami oleh tujuh orang leluhur lainnya.


Namun hal itu membuat patriak Yao Han, tetua agung dan juga tetua penegak hukum merasa leluasa untuk membantai para pendekar raja, serta para pendekar lain yang lebih lemah dari pendekar raja.


Tombak yang telah di selimuti petir milik patriak Yao Han terus membantai setiap pendekar aliran hitam yang dia lalui.


Tetua agung Xiang Zhang juga tidak kalah beringasnya membantai lawan - lawannya dengan jurus pedang hampa miliknya.


Begitu juga dengan tetua penegak hukum Zhu Li, jurus Tinju Peremuk Tulang miliknya terus menghancurkan serta meremukkan tubuh setiap lawan - lawannya.


"Sialan...!!! Mengapa mereka tetap maju untuk menyerang kami walau pun kami sudah menunjukkan kemampuan kami di saat membunuh rekan - rekan mereka". Gumam patriak Yao Han yang terus menggunakan energi tenaga dalam miliknya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2