
Beberapa orang merasa kecewa karena tidak mengetahui topik pembicaraan yang dilakukan oleh Ma Guang dan pemilik kapal.
Apa lagi didalam hati mereka memiliki niat untuk merampas item yang baru saja mereka lihat sepanjang hidup mereka itu.
Kini Ma Guang menyampaikan kepada Gu Ruo untuk memuat barang - baranya keatas kapal yang dia pilih itu.
Mendengar perkataan Ma Guang, Gu Ruo pun langsung bersemangat dan memanggil para buruh panggul untuk melakukan hal itu.
Long Wang sendiri segera mendekati Ma Guang dan bertanya.
"Penguasa! Apakah semuanya berjalan dengan baik?."
"Tidak! Pria tua itu nanti menyetujuinya disaat aku telah memberitahukan identitas asliKu!." Jawab Ma Guang.
"Apakah pria itu bisa merahasiakannya?." Tanya Long Wang penasaran.
"Sepertinya pria tua itu bisa dipercaya!." Jawab Ma Guang lagi.
"Penguasa! Sepertinya ada beberapa kelompok pendekar yang menginginkan buah surgawi itu!." Ujar Long Wang lagi.
Ma Guang hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sang raja naga itu.
Sebab para pendekar yang di maksudkan oleh Long Wang hanyalah pendekar yang memiliki kultivasi tertinggi di tingkat pendekar agung.
Saat barang - barang Gu Ruo mulai dimasukkan ke dalam kapal, ada beberapa pedagang lainnya ingin untuk menumpang juga di kapal tersebut dan menanyakan hal itu kepada pemilik kapal.
Namun sang pemilik kapal menolaknya.
Hal itu karena kapalnya sudah di sewa oleh Ma Guang.
Para pedagang pun tidak putus asa, mereka kemudian menanyakan juga hal itu kepada Ma Guang dan juga Gu Ruo.
Mereka juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh sang pemilik kapal.
Hal itu karena Ma Guang berpikir akan kesulitan untuk menjaga keselamatan mereka disaat makhluk kuno menyerang.
Setelah selesai memuat barang - barang dagangan Gu Ruo, mereka semua menaiki kapal itu dan bersiap untuk berangkat.
Ma Guang memperhatikan gerakan para pendekar yang menginginkan buah surgawi miliknya.
Terlihat para pendekar itu pun mulai bergerak untuk menuju ke sebuah kapal yang ukurannya lebih kecil dari ukuran kapal yang disewa oleh Ma Guang.
"Sepertinya mereka adalah para perompak sungai!." Pikir Ma Guang.
"Kita akan melakukan perjalanan saat hari sudah gelap!." Tutur Ma Guang kepada sang pemilik kapal.
"Baik tuan!." Jawab pria tua itu.
"Mengapa kita melakukan perjalanan pada malam hari? Bukankah itu akan sangat membahayakan kita karena tidak dapat mengantisipasi akan bahaya yang bisa mengancam keselamatan kita?." Ujar Gu Ruo menyampaikan apa yang dia pikirkan.
__ADS_1
"Sudahlah! Tuan tidak perlu mengkhawatirkan akan hal itu! Sebab kamilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan tuan!." Tutur Ma Guang.
Gu Ruo pun hanya bisa diam dan tidak lagi berkata - kata.
Sebab apa yang disampaikan oleh pengawal bayarannya itu adalah benar adanya.
Sedangkan Ma Guang sendiri berpikir melakukan perjalanan saat malam hari agar apa yang terjadi nanti, tidak akan diketahui oleh banyak orang.
Karena para nelayan, para pedagang, para pemilik kapal beserta para anak buah kapal serta para pendekar yang berada didarat pasti ingin melihat kejadian yang akan menimpa mereka saat menyeberang nanti.
Setelah hari sudah mulai gelap, pemilik kapal serta para anak buah kapal segera bersiap untuk menjalankan kapal tersebut.
Akhirnya kapal itu pun kini mulai bertolak untuk menyeberangi sungai tersebut yang memiliki jarak sejauh tujuh kilo meter.
Namun mereka tidak melakukan perjalanan secara lurus, melainkan secara menyerong.
Sehingga jarak yang akan mereka tempuh menjadi 12 kilo meter.
Setelah sudah separuh perjalanan yang mereka tempuh, Ma Guang dan juga para pasukannya kini mulai bisa merasakan kehadiran sepuluh ekor makhluk kuno mulai mendekati mereka.
Ma Guang pun mulai menginstruksikan kepada Long Wang dan Jiangjun beserta dua puluh lima pasukan Naga untuk segera menyambut ke sepuluh makhluk kuno itu di jarak yang sedikit jauh dari kapal itu.
Hal itu agar supaya tidak memberikan dampak yang berarti bagi kapal tersebut.
Sebab jika kedua kelompok itu masing - masing mengeluarkan kekuatan puncak mereka, itu bisa menghancurkan kapal yang mereka tumpangi.
Dengan cepat Long Wang dan Jiangjun beserta dua puluh lima pasukan Naga melesat menyambut kedatangan ke sepuluh makhluk kuno yang sedang bergerak mendekati kapal mereka.
Posisi mereka kini sudah berada jauh dari kapal yang di sewa oleh Ma Guang dengan jarak sekitar dua kilo meter.
Formasi pelindung pun segera diciptakan oleh Long Wang agar pertempuran mereka nanti tidak akan memberikan dampak buruk bagi penduduk yang mendiami pinggiran disepanjang sungai itu.
Setelah itu mereka pun segera memasuki sungai serta langsung menyerang ke sepuluh makhluk kuno.
Para makhluk kuno itu pun terkejut saat mendapatkan serangan kearah mereka.
"Sialan! Sepertinya ini adalah perangkap yang telah mereka ciptakan untuk kita!."
"Cepat laporkan hal ini kepada raja!." Perintah pemimpin kelompok makhluk kuno.
Saat bawahannya ingin melakukan perintah tersebut, bawahannya tidak bisa untuk menghubungi sang raja.
"Komandan! Sepertinya mereka sudah menciptakan formasi pelindung sehingga aku tidak bisa menghubungi raja!." Tutur seorang prajurit makhluk kuno.
Kini gempuran serangan cakar dan gigitan sang naga pun mulai menyerang tubuh makhluk kuno.
Pertempuran itu pun mampu dimenangkan oleh pasukan Naga dengan mudah, sebab formasi yang diciptakan oleh Long Wang itu kini sudah tidak lagi terisi air didalamnya.
Hal itulah yang membuat pasukan makhluk kuno dapat dengan mudah di kalahkan.
__ADS_1
Mereka pun langsung mengambil harta berharga yang dimiliki oleh ke sepuluh makhluk kuno serta tubuh mereka itu untuk di berikan kepada Ma Guang.
Setelah selesai, akhirnya Long Wang dan lainnya pun kembali ke kapal.
Long Wang pun segera melaporkan hasil dari apa yang telah mereka lakukan.
Pasukan makhluk kuno lainnya dapat merasakan pertarungan yang terjadi walau pun berada didalam formasi pelindung.
Namun setelah beberapa waktu kemudian, mereka sudah tidak lagi merasakan keberadaan kesepuluh rekan mereka.
Dan kini kapal yang menjadi buruan mereka masih tetap berlayar dengan aman diatas sungai itu.
"Sepertinya ada yang salah dengan kapal tersebut! Bagaimana mungkin kapal itu masih tetap ada dan keberadaan sepuluh pasukan kita kini sudah tidak bisa dirasakan lagi!?." Pikir sang jenderal pasukan makhluk kuno.
Karena merasa penasaran, sang jenderal pun memerintahkan dua puluh pasukan lainnya untuk menyusul sepuluh rekan mereka.
Tanpa mereka sadari, kini diatas udara para pasukan naga telah bersiap untuk menyambut kedatangan mereka.
Karena strategi tersebut berhasil menurut Ma Guang, sehingga dirinya juga memanggil seribu pasukan Naga yang masih berada di markas sekte Naga Surgawi.
Hal itu masih belum disadari oleh pemilik kapal serta Gu Ruo.
Saat sedang bersantai dikapal, Ma aguang kini bisa merasakan kehadiran puluhan pendekar langit sedang terbang mendekati ke kapal mereka.
"Para pengganggu ini akhirnya berani muncul juga!." Pikir Ma Guang sambil tersenyum sinis.
Pria itu pun segera memerintahkan Shi Tiao untuk melumpuhkan puluhan pendekar itu dan membawa mereka kedaratan.
Sedangkan kapal kecil yang mereka siapkan untuk memuat barang - barang jarahan di kapal yang Ma Guang tumpangi itu akan mereka biarkan hanyut terbawa arus sungai.
Tidak sulit bagi Shi Tiao, Shi Kang, Shi Lauw dan juga pasukan Kilin Api lainnya untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Ma Guang.
Hanya dalam sekejab saja mereka sudah selesai melakukan hal itu.
Dan apa yang mereka lakukan itu, tanpa disadari oleh para pendekar tersebut.
Kini tubuh mereka semua sudah terbaring diatas tanah didaratan dekat tepian sungai itu.
Sedangkan pertempuran pun kini telah terjadi lagi diantara pasukan makhluk kuno dan juga pasukan Naga.
Pertempuran itu sedikit membuat gelombang di sungai itu sebelum Long Wang bisa menciptakan formasi pelindung.
Namun dengan cepat Long Wang menanganinya agar tidak berdampak bagi penduduk disepanjang aliran sungai itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Long Wang dan Jiangjun serta pasukan Naga lainnya untuk melumpuhkan serta mengalahkan pasukan makhluk kuno tersebut.
Hal itu karena kekuatan Long Wang dan juga Jiangjun serta pasukan Naga yang lain jauh lebih kuat dari pasukan makhluk kuno.
Merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan saat mengutus sepuluh prajuritnya, sang jenderal makhluk kuno pun sangat geram dan memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang kapal tersebut.
__ADS_1
~Bersambung~