Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 61. Memberikan Petunjuk (2)


__ADS_3

Saat pagi telah tiba, Ma Guang sudah meninggalkan kediamannya untuk menuju ke kediaman tetua Agung Xiang Zhang.


Sedangkan tetua Agung sendiri, sudah sangat bersemangat untuk menanti kedatangan Ma Guang.


Senyum tetua Agung langsung mengembang saat menatap ke arah seorang pemuda yang berjalan menuju ke arah kediaman miliknya.


"Anak ini akan membuat sekte kita menjadi besar dan sangat kuat." Gumam tetua Agung.


"Hormat pada tetua Agung!." Ucap Ma Guang.


"Sudahlah! Kamu jangan seperti itu lagi, posisi diriMu saat ini tidak bedanya seperti seorang pelindung sekte ini, karena kemampuan Mu sudah melebihi kemampuan dari kami yang ada di sekte ini." Ucap tetua Agung.


"Tetua Agung terlalu melebih - lebihkan. Murid tidak bisa menerima pujian itu."


"Guang'er! Menurut Ku itu adalah hal yang wajar jika seseorang lebih kuat dari orang lain."


"Ayo! Masuk dulu!." Ucap tetua Agung yang sudah tidak sabar untuk meminta petunjuk dari Ma Guang.


Ma Guang pun masuk ke dalam kediaman milik tetua Agung sambil mengikuti orang tua itu dari belakang.


Terlihat seorang pemuda juga berada di ruang tamu kediaman tetua Agung.


"Guang'er! Kenalkan, ini anak Ku satu - satunya, Xiang Shaiming!."


"Perkenalkan, aku Ma Guang."


Pemuda itu langsung menyambut Ma Guang dengan senyumnya yang tulus.


"Kenapa Xiang Shaiming tidak terlihat seperti pendekar muda pada umumnya?."


"Itu karena dia merasa malu dengan pencapaiannya sampai saat ini."


"Kenapa dengan pencapaiannya?."


"Pencapaiannya saat ini baru tingkat ke 5 pendekar tahap awal."


Dirinya merasa terbeban karena dia adalah seorang anak dari tetua Agung, namun kemampuannya biasa - biasa saja, hanya seperti murid dalam pada umumnya."


"Oh, seperti itu yah!?."


"Guang'er! Apakah kamu sudah sarapan?."


"Iya tetua! Saya sudah sarapan saat datang kesini."


"Berarti saat ini, kita sudah bisa memulainya kalau begitu!."


"Iya tetua!."


"Ayo kita duduk saja di gazebo yang berada di belakang kediamanKu ini." Ucap tetua Agung sambil berjalan.


Ma Guang pun mengikuti tetua Agung dari belakang.


Setelah tiba di gazebo yang di maksud, akhirnya Ma Guang mulai bertanya dan langsung di jelaskan oleh tetua Agung.


Ma Guang pun langsung menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah yang di hadapi oleh tetua Agung.


Hingga akhirnya mereka berdua menuju ke kamar tetua Agung untuk membuka setiap jalur meridian di dalam tubuh tetua Agung yang masih tertutup.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Ma Guang sudah keluar dan meninggalkan tetua Agung di dalam kamarnya.


Ma Guang langsung menuju ke tempat Xiang Shaiming duduk, serta langsung menanyakan hal apa yang membuat pemuda itu sulit untuk berkembang.


Setelah mendengarnya, Ma Guang langsung memberikan petunjuk kepada pemuda itu agar bisa dengan cepat mengembangkan kemampuannya.


Saat Xiang Shaiming mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, wajah pemuda itu langsung ceria dan bersemangat untuk melakukan latihan.


Ma Guang pun langsung pamit undur diri dan langsung menuju ke kediaman tetua penegak hukum.


Hal yang sama juga yang Ma Guang lakukan kepada tetua penegak hukum.


Akhirnya pemuda itu langsung berjalan menuju ke kediaman keluarga Duan.


Saat tiba di rumah keluarga Duan, matahari sudah tepat berada di atas kepalanya.


Duan Jun baru selesai melakukan latihan di halaman kediamannya.


Pemuda itu langsung dapat melihat kedatangan dari Ma Guang.


"Guang'er! Kamu sudah kembali?." Tanya pemuda itu.


Memang Duan Jun belum mengetahui akan kedatangan dari Ma Guang.


Hal itu di sebabkan, karena dirinya terlalu fokus untuk berlatih.


"Iya! Bagaimana dengan perkembangan kakak?."


"Saat ini aku sudah siap untuk membuka ruang di dalam dantian Ku."


"Baiklah kalau begitu! Setelah makan siang, kakak bermeditasilah dahulu, agar sebentar malam, kita bisa melakukannya."


"Ayo kita masuk dulu, ayah, ibu dan juga Meng'er sudah menunggu di dalam."


Mereka berdua langsung memasuki kediaman tersebut.


Benar saja, di ruang makan terlihat ada tiga orang yang sedang duduk menghadap ke arah meja makan.


Mata ke tiga orang tersebut langsung memandang ke arah datangnya Duan Jun dan Ma Guang.


"Guang'er! Ayo! Mari kita makan siang bersama." Ucap tetua Duan.


"Iya tetua!." Jawab Ma Guang.


Pandangan Duan Meng tetap mengarah dan memperhatikan wajah Ma Guang.


Pemuda itu langsung menjadi salah tingkah dengan apa yang di lakukan oleh gadis yang berada di depannya itu.


"Terus! Bagaimana dengan janjiMu kepada Ku?." Tanya Duan Meng memecahkan keheningan saat itu.


"Eehhh...iya...iya...pasti aku akan menepatinya."


Ma Guang hampir gelagapan menjawab pertanyaan gadis itu.


"Terus kapan?." Tanya gadis itu lagi.


"Meng'er! Pendekar Ma saat ini sedang makan, janganlah kamu mengganggunya."

__ADS_1


"Ayah tau!? Sejak semalam aku menunggunya. Jadi aku harus mengingatkan kembali janjinya kepada Ku, agar dia tidak akan melupakannya lagi." Ucap gadis itu.


"Meng'er! Kemarin itu, seluruh petinggi sekte sangat membutuhkan Pendekar Ma, jadi kamu harus memahami situasi yang pendekar Ma hadapi kemarin."


Gadis itu akhirnya diam dan tidak lagi mau membantah apa yang ayahnya katakan, sebab dia juga sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Setelah selesai makan siang, Duan Jun langsung pamit undur diri.


Sedangkan Ma Guang kini sedang berbincang - bincang dengan tetua Duan.


Ma Guang pun memberikan petunjuk kepada tetua Duan untuk melakukan pembentukan otot pendekar, pembersihan sumsum serta pembersihan darah.


Hal itu di lakukan Ma Guang, agar tetua Duan bisa cepat mencapai pendekar raja dalam waktu yang tergolong sangat cepat.


Setelah selesai, Ma Guang pun mengajak Duan Meng untuk berjalan - jalan di taman sekte, sambil memberikan masukan kepada gadis itu untuk bagaimana kesiapannya membuka ruang di dantiannya.


"Sebentar malam, kakak Mu akan membuka ruang di dantiannya, jika kamu sudah siap, kamu juga bisa membukanya dengan pengawasan Ku."


"Jadi, saat ini sudah saatnya kamu kembali dan beristirahat, agar sebentar malam, kamu sudah siap melakukannya."


"Baiklah! Kalau begitu aku pamit undur diri."


"Iya! Sampai ketemu nanti malam." Ucap Ma Guang yang langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke kediaman tempat dua gadis lainnya berada.


Setelah tiba di kediaman kedua gadis tersebut.


Dirinya sudah di nantikan oleh kedua gadis itu.


"Hamba mohon maaf karena sudah membuat tuan putri dan juga nona Tjia menunggu lama." Ucap Ma Guang dengan sikap hormat.


"Pendekar Ma! Jangan memanggil aku dengan sebutan itu lagi, jika ada orang lain yang mendengarnya, penyamaranKu nantinya bisa terbongkar." Ucap Putri Zhou Lu Yun.


"Sekali lagi hamba mohon maaf!." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang sudah di rendahkan.


"Ayo kita masuk!." Ucap putri Zhou Lu Yun.


Ketiga muda-mudi itu langsung memasuki kediaman tersebut.


Akhirnya Ma Guang mulai menanyakan perkembangan latihan kedua gadis tersebut.


Saat Ma Guang pergi untuk mengambil misi pertamanya, selama enam bulan melakukan latihan yang keras, tuan putri sudah mencapai tingkat ke 5 pendekar tahap awal dan saat ini tuang putri sudah berada di tingkat ke 6.


"Saya sudah mencapai tingkat ke 6 pendekar tahap awal." Ucap tuan putri.


"Aku saat ini sudah mencapai tingkat ke 9 pendekar tahap awal." Ucap Tjia Annchi.


"Bagus kalau begitu! Hanya dalam jangka waktu 7 bulan saja, kalian berdua sudah bisa berkembang secepat ini. Hanya seorang jenius yang bisa memiliki pencapaian seperti kalian berdua ini." Ucap Ma Guang menyemangati kedua gadis tersebut.


"Nona Tjia! Apakah anda memiliki pil untuk meningkatkan tenaga dalam?."


"Iya pendekar Ma! Aku memilikinya." Jawab nona Tjia.


"Kalau begitu, dengarkan baik - baik apa yang akan aku jelaskan." Ucap Ma Guang.


Pendekar muda itu langsung menjelaskan kepada nona Tjia tentang teknik yang akan digunakan untuk membuka ruang di dantiannya.


Teknik itulah yang harus di pelajari oleh nona Tjia jika sudah selesai memadatkan energi tenaga dalam miliknya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2