
Setelah Ma Guang sudah selesai menyembuhkan luka dalam yang dia alami, pemuda itu langsung menarik formasi yang melindunginya dan juga yang melindungi Chen Yufei.
"Kemana arah perginya sang kaisar?". Tanya Ma Guang kepada Chen Yufei.
"Aku melihat rombongan mereka melarikan diri kearah barat". Jawab Chen Yufei.
"Baiklah! Kalau begitu kamu kembali saja ke tempat sekte cabang untuk melanjutkan pembangunan sekte tersebut". Perintah Ma Guang yang langsung di lakukan oleh murid inti tersebut.
Pemuda itu pun langsung melesat pergi untuk menuju kearah yang di tunjuk oleh Chen Yufei.
Beberapa saat kemudian, pemuda itu dapat melihat beberapa bangunan mewah yang berdiri di atas sebuah gunung yang tinggi.
Pemuda itu langsung memeriksanya dengan kekuatan mata ketiga miliknya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, pemuda itu langsung bisa melihat prajurit kekaisaran yang sedang berada di dalam bangunan serta halaman sedang beristirahat.
"Tempat apa ini? Apakah ini adalah sebuah sekte?". Pikir Ma Guang.
Pemuda itu secara perlahan mulai mendekat dan memeriksa jika saja ada segel formasi jebakan atau apa pun itu yang bisa melukai dirinya.
Namun apa yang di pikirkan pemuda itu tidak bisa di temukan di area tersebut.
Saat dirinya sudah lebih mendekat lagi, patriak Yangkey langsung menyambut Ma Guang.
"Pendekar muda! Selamat datang di sekte Tai Long kami ini! Perkenalkan, namaku adalah Yangkey! patriak di sekte ini". Ucap pria paruh baya itu sambil menunjukkan sikap hormat kepada Ma Guang.
Ma Guang pun langsung turun dan menginjakkan kakinya di halaman sekte tersebut.
"Terima kasih atas keramahan penyambutan patriak Yangkey, tetapi saat ini aku datang dengan tujuan untuk mencari kaisar Rapalcan dan akan membuat perhitungan dengannya". Ujar Ma Guang.
"Pendekar muda! Mohon berikan muka kepada pria tua ini agar bisa berbincang - bincang dengan pendekar muda terlebih dahulu". Ucap Yangkey dengan ramah.
Mendengar perkataan patriak Yangkey, Ma Guang pun langsung mengendorkan niatnya untuk langsung memburu sang kaisar.
"Baiklah! Karena keramahan patriak, aku akan menemani patriak untuk berbincang - bincang sejenak". Ucap Ma Guang dengan jujur.
__ADS_1
"Ayo pendekar muda! Mari ikutlah denganKu". Ajak patriak Yangkey.
Ma Guang memeriksa seluruh wilayah sekte tersebut, namun semua anggota sekte terus melakukan aktivitas mereka seperti biasanya, seakan tidak mengetahui jika akan ada bencana yang akan terjadi tidak lama lagi jika tamu yang baru saja datang tersebut tetap bersih kukuh untuk melanjutkan keinginannya.
"Silahkan duduk!". Ucap Yangkey sambil tangannya mengisyaratkan pemuda itu untuk duduk di salah satu kursi yang telah tersedia.
Ma Guang pun langsung duduk berhadapan dengan patriak Yangkey.
Patriak pun langsung menyuruh seorang murid untuk menyiapkan teh hangat untuk dinikmati oleh keduanya.
"Pendekar muda..." kata - kata patriak Yangkey tidak dapat di lanjutkan karena Ma Guang telah memotongnya.
"Patriak! Nama saya adalah Ma Guang!". Ucap pemuda itu memperkenalkan namanya.
"Ma Guang!? Apakah anda jenius muda dari wilayah kekaisaran Zhou yang terkenal itu?". Ucap Yangkey yang terkejut mendengar nama yang di sebutkan oleh pemuda di depannya itu.
Ma Guang yang melihat reaksi dari patriak Yangkey langsung tertawa dan berkata kepada pria tua itu "He...he...he patriak terlalu memuji diriKu, sebenarnya aku juga tidak seperti yang patriak pikirkan". Ucap Ma Guang merendah.
"Pendekar Ma! Tetapi menurut informasi yang aku ketahui, pendekar Ma berasal dari sekte Bambu Kuning! Kenapa saat ini pendekar Ma membawa nama besar sekte Naga Surgawi?". Tanya patriak Yangkey bingung.
"Oh, tidak ku sangkah ternyata namaKu sudah lebih dahulu di kenal oleh orang - orang di wilayah kekaisaran Qiang ini". Ucap Ma Guang yang merasa sedikit canggung.
"Oh...jadi seperti itu yah!?". Ucap patriak Yangkey setelah mendengar penjelasan dari Ma Guang.
"Pendekar Ma! Tentang maksud kedatangan dari pendekar Ma ini, aku hanya sedikit memberikan beberapa hal untuk mengingatkan agar pendekar Ma bisa memikirkan kembali apa yang ingin untuk di lakukan".
"Di dalam suatu wilayah yang memiliki masyarakat tentunya harus memiliki suatu sistem yang harus mengaturnya agar setiap masyarakat itu akan hidup dengan teratur".
"Jika tidak ada suatu sistem yang mengaturnya, pasti setiap masyarakat akan melakukan suatu hal yang hanya mengikuti setiap keinginan mereka tanpa memikirkan orang lain".
"Dan tentunya sistem itu harus di jalankan oleh suatu kekuatan yang sangat di hormati serta sangat di percaya oleh sebagian besar masyarakat itu sendiri".
"Itulah mengapa ada kerajaan dan juga kekaisaran di setiap wilayah yang memiliki masyarakat".
"Hal itu agar mereka menjalankan sistem yang baik yang bisa mensejahterakan setiap kehidupan masyarakat di wilayahnya".
__ADS_1
"Tetapi ada juga oknum - oknum yang menyalahgunakan kekuasaan yang di percayakan oleh rakyatnya, sehingga sering terjadi ketimpangan sosial di tengah - tengah kehidupan bermasyarakat".
"Walau pun demikian, hal itu tidaklah boleh terjadi kekosongan, sebab kehidupan rakyat akan lebih hancur lagi".
"Jadi, lebih baik tetap ada pemerintahan walau pun masih ada beberapa oknum yang nakal di dalamnya, dari pada tidak ada pemerintahan sama sekali, karena jika tidak ada suatu kekuatan yang menjalankan suatu sistem yang telah terbentuk, maka setiap masyarakat yang lemah akan menjadi korban bagi setiap masyarakat yang memiliki kekuatan".
Patriak menjelaskan dengan perlahan beberapa hal tentang suatu negara yang harus memiliki seorang pemimpin untuk menjalankan aturan - aturan atau sistem yang telah terbentuk agar bisa menjaga kedamaian serta memberikan kesejahteraan bagi para warganya.
Ma Guang terus mendengarkan penjelasan yang di sampaikan oleh patriak Yangkey.
Akhirnya Ma Guang langsung memahami, jika dia membunuh sang kaisar dan semua petinggi kekaisaran yang ada, pasti kekacauan akan terjadi di tengah - tengah masyarakat dan kekaisaran itu akan hancur dan warganya akan merasakan dampak dari semua itu, sebab tidak ada lagi yang menjalankan aturan - aturan yang berlaku.
"Baiklah! Aku sudah memahami beberapa point dari apa yang di sampaikan oleh patriak".
"Kalau begitu, saatnya aku akan menyampaikan beberapa hal kepada kaisar dan juga para petinggi kekaisaran".
"Terima kasih karena pendekar Ma telah memberi muka kepada orang tua ini!". Ujar patriak Yangkey sambil menangkupkan tangannya dan segera pergi mengumpulkan seluruh petinggi kekaisaran dan juga sang kaisar di aula utama sekte Tai Long.
Saat selesai mengumpulkan semua petinggi serta kaisar Ralpacan di aula utama, patriak kemudian mempersilahkan Ma Guang untuk pergi ke aula sekte.
Saat Ma Guang memasuki aula utama sekte Tai Long, para menteri, jenderal dan para komandan pasukan tidak ada satu pun dari mereka yang berani mengangkat kepala mereka untuk memandang pemuda tersebut.
Tubuh mereka semua terasa bergidik saat sosok pemuda itu memasuki ruangan aula itu.
Setelah sudah berada di depan, pemuda itu langsung mulai berbicara.
"Yang Mulia kaisar! Beserta seluruh petinggi kekaisaran Qiang! Pada awalnya aku berniat untuk meratakan kalian semua karena telah berani ingin membunuh seorang murid inti dari sekte Naga Surgawi, tetapi karena apa yang sudah di jelaskan oleh patriak Yangkey, sehingga aku sekali lagi memberikan kesempatan untuk kalian untuk menjalankan pemerintahan di kekaisaran Qiang ini."
"Tetapi dengan satu catatan, kalian harus menjalankan pemerintahan ini dengan sebaik - baiknya, serta harus menyingkapi setiap permasalahan yang terjadi dengan bijaksana, jangan seperti perdana menteri Gar Yulsung yang merasa terlalu berkuasa dan seenaknya memutuskan suatu permasalahan".
"Untuk istanah kalian yang sudah hancur, agaplah itu sebagai kompensasi karena telah menyinggung sekte Naga Surgawi".
Setelah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan, Ma Guang kembali duduk bersama patriak Yangkey dan melanjutkan pembicaraan keduanya sambil menikmati teh hangat.
"Pendekar Ma! Aku berharap sekte kita bisa bekerja sama untuk menjaga ketentraman wilayah kekaisaran Qiang ini dari rongrongan para pendekar sekte aliran hitam yang selalu melakukan hal - hal yang merugikan bagi masyarakat". Ucap pateiak Yangkey penuh harap.
__ADS_1
"Hal itu sudah pasti menjadi tanggung jawab kita bersama, karena cabang sekte Naga Surgawi juga akan berdiri di wilayah kekaisaran Qiang ini". Ucap Ma Guang menyambut baik apa yang di katakan oleh patriak Yangkey.
~Bersambung~