Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 73. Skenario Di Penginapan


__ADS_3

"Apa!? Apa benar yang kau katakan itu?." Tanya Xia Jiao dengan nada suara yang meninggi.


Beberapa pasang mata langsung menatap kearah Ma Guang dan yang lainnya.


"Nona Xia! Kamu harus mengontrol dahulu emosiMu itu. Kalian tunggu disini dulu sebentar karena aku ada hal yang ingin aku kerjakan." Ucap Ma Guang sambil berjalan keluar meninggalkan penginapan tersebut.


Mereka berempat yang masih tetap berdiri langsung di hampiri oleh seorang pelayan.


"Tuan! Nona! Apakah ada yang bisa kami bantu?." Tanya sang pelayan.


"Kami ingin menginap di tempat ini, namun kami akan menunggu teman kami yang tadi itu untuk kembali lagi kesini." Ucap tetua Sim Lan.


"Kalau begitu, mari silakan duduk!." Ucap sang pelayan.


Akhirnya keempat orang tersebut langsung duduk di tempat yang sudah tersedia.


Sedangkan Ma Guang langsung mencari seorang komandan yang berada di desa tersebut.


Setelah bertemu dengan salah satu orang yang menggunakan baju sirah seorang komandan, akhirnya Ma Guang langsung menegurnya.


"Tuan! Apakah anda komandan pasukan seratus yang bertugas di desa ini?." Tanya Ma Guang.


Mendengar perkataan Ma Guang, pria itu merasa kaget dan tidak bisa menjawab hal itu.


"Komandan pasukan seratus? Jabatan apa itu?." Gumam Pria tersebut di dalam hatinya.


Karena tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan olehnya, akhirnya Ma Guang kembali memberikan lagi satu pertanyaan.


"Tuan! Apakah anda mengenal komandan Xin Jung?." Tanya Ma Guang.


"Siapa lagi orang yang dia tanyakan itu?." Gumam pria tersebut di dalam hatinya.


"Hei anak muda! Jangan mengganggu waktu seorang prajurit kerajaan Qi dengan pertanyaan - pertanyaan yang tidak berbobot." Ucap pria itu dengan nada suara yang meninggi.


"Jadi siapa sebenarnya kalian ini?." Ucap Ma Guang.


"Apa maksud dari pertanyaanMu itu?." Tanya pria tersebut.


"Siapa namaMu dan apa jabatanMu?." Tanya Ma Guang.


"Ternyata kamu belum tau siapa aku? Baik aku akan memberitahukannya kepadaMu! NamaKu adalah Ci Po! Aku adalah komandan regu pasukan kerajaan Qi! Apakah kamu sudah mengerti sekarang?." Ucap pria itu dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


"Baiklah! Sekarang ini aku sudah mengetahui siapa kalian sebenarnya." Ucap Ma Guang.


Akhirnya dirinya kembali kepenginapan itu lagi.


"Nona Xia! Tetua Sim Lan! Paman Yuan Gao! Awasi orang - orang ini dan jaga nona Yuan dengan baik. Jangan lupa untuk memakan pil penangkal racun, aku akan kembali ke desa sebelumnya untuk memastikan apakah benar atau keliru kecurigaanKu ini." Ucap Ma Guang.


"Baik!." Ucap mereka.


Ma Guang pun langsung mengambil kuda miliknya dan langsung memeriksa kondisi kuda tersebut.


"Kurang ajar! Dimana pengurus kuda itu?." Gumam Ma Guang sambil mencari keberadaan seseorang.


"Mereka terlalu bodoh karena sudah berani memulai hal yang akan menghilangkan seluruh kehidupan mereka di tempat ini." Gumam Ma Guang.


Pemuda itu kembali memasuki penginapan tersebut.


"Hei kasir palsu! Dimana orang yang merawat kuda - kuda kami?." Ucap Ma Guang karena sudah tidak tahan lagi dengan apa yang mereka lakukan.


"Maaf tuan! Siapa yang kau maksudkan dengan kasir palsu?." Tanya pria tersebut.


"Siapa lagi yang ku maksudkan kalau bukan diriMu!? Tentu saja itu diriMu!." Ucap Ma Guang.


"Hei kasir palsu! Apakah kamu melupakan peristiwa beberapa tahun yang lalu, saat kalian ingin meracuni diriKu dan juga seorang gadis cantik? Dan yang saya dengar pasukan kerajaan Qi sudah datang mengusir kalian dari desa ini, tetapi ternyata aku masih bisa melihatMu di penginapan ini." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap pria tersebut.


"Ternyata anak ini masih hidup! Tuan Tangan Setan saja terluka saat itu, bagaimana kemampuannya saat ini?." Gumam pria itu dalam hatinya.


"Maaf tuan! Mungkin anda keliru dengan hal itu, memang beberapa tahun yang lalu desa kami ini di kuasai oleh anggota kelompok aliran hitam, namun setelah sudah di kuasai oleh pasukan kerajaan Qi, barulah aku membeli penginapan ini." Ucap pria tersebut.


"Seperti yang tuan lihat sendiri, pasukan kerajaan Qi tetap melindungi desa kita ini." Lanjutnya.


"Apakah orang yang namanya Ma Guang adalah orang ini? Mengapa si sampah itu selalu bertindak dengan gegabah!?." Gumam pria itu lagi.


"Sepertinya diriMu juga terlalu suka dengan bertele - tele seperti ini, agar kamu lebih memiliki banyak waktu untuk merencanakan strategi menyerang ataukah melarikan diri." Ucap Ma Guang sambil tertawa.


"Sialan! Anak ini sepertinya sedang mempermainkan diriKu!." Gumam pria itu lagi.


Ma Guang langsung mengumpulkan energi tenaga dalam di kedua tangannya dan langsung di arahkan ke meja sang kasir.


Duuaaarrrr


Bunyi ledakan meja kasir yang hacur dan juga tubuh sang kasir yang terhempas kebelakang.

__ADS_1


"Uhuk...puih." suara batuk sang kasir dan meludah cairan merah dari dalam mulutnya.


"Anak muda! Kamu terlalu gegabah, sehingga membuat masalah dengan kelompok kami." Ucap salah satu pria dari meja yang lain.


Awalnya orang - orang tersebut terlihat seperti pengunjung, namun ternyata mereka semua adalah anggota kelompok yang sama dengan trik yang sama pula seperti yang sudah pernah Ma Guang hadapi dan binasakan.


"Aku merasa kalianlah yang terlalu gegabah untuk menunjukan siapa kalian sebenarnya. Dan hal itulah yang membuat hatiKu merasa bahagia." Ucap Ma Guang sambil tersenyum mengejek kearah.


Tiba - tiba rombongan prajurit yang berjumlah 10 orang datang memasuki penginapan tersebut.


"Ada keributan apa yang terjadi di tempat ini?." Tanya salah satu prajurit.


"Pemuda itu! Dia yang membuat keributan di tempat ini." Ucap salah satu pria sambil menunjuk kearah Ma Guang.


Sedangkan untuk tetua Sim Lan, Xia Jiao, Yuan Gao dan juga Yuan Jiali. Mereka berempat hanya menyaksikan kejadian itu dan sudah mempersiapkan diri untuk serangan berbagai serbuk dan senjata rahasia beracun dan juga sudah siap untuk menyerang.


Melihat pemuda yang telah di tunjuk oleh salah satu pria. Seorang prajurit yang juga baru saja melaporkan akan kedatangan Ma Guang kepada pemimpin mereka langsung berjalan kearah pria tersebut dan langsung menampar pria itu.


"Kurang ajar! Apakah kamu tidak mengetahui telah menyinggung seorang pendekar yang paling jenius di dunia persilatan saat ini?." Ucap prajurit tersebut.


"Ampun tuan!." Ucap pria yang baru saja di tampar tersebut.


"Bagus juga skenario mereka. Kalian pikir bisa menipuku dengan trik murahan seperti itu? Tetapi aku akan membiarkan agar supaya kalian puas dengan permainan kalian sendiri." Gumam Ma Guang.


"Pendekar Ma! Mohon maaf karena ketidak nyamanan yang engkau rasakan di tempat ini." Ucap salah seorang prajurit.


"Siapa pemimpin sebagai penanggung jawab di antara kalian?." Tanya Ma Guang.


"Saya sendiri pendekar!." Ucap prajurit itu lagi.


"Kenapa orang - orang bodoh ini di berikan peran seperti ini, tetapi pakaian yang mereka pakai tidak sesuai dengan jabatan mereka. Dasar trik yang belum sempurna." Gumam Ma Guang sambil tersenyum.


"Aku telah menghajar kasir di penginapan ini." Ucap Ma Guang dengan penuh ketegasan.


Para prajurit itu langsung menatap kearah meja kasir, dan terlihat meja kasir tersebut sudah hancur dan sang kasir sudah dalam keadaan kritis.


"Apa!? Mengapa bisa seperti ini?." Ucap mereka tersentak melihat kondisi sang kasir.


"Sebelum kalian lebih banyak berkreativitas, aku hanya memberikan waktu kepada kalian untuk menjawab satu pertanyaanKu saja. Dimana orang yang menjadi pemimpin kalian di desa ini?." Ucap Ma Guang yang sudah menaikan juga energi tenaga dalam miliknya.


Melihat hal itu, keempat orang yang bersama Ma Guang langsung keluar dari penginapan tersebut.

__ADS_1


"Jadi kalian tidak ingin menjawabnya?." Ucap Ma Guang lagi.


"Serang!." Ucap salah seorang dari mereka.


__ADS_2