
Melihat pertarungan Duan Meng dan juga Zhou Lu Yun, niat bertarung Yuan Jiali langsung membara di dalam dirinya.
Namun Ma Guang yang ada di sampingnya tetap melarang wanita itu untuk bergabung.
Duan Meng yang kini melesat menyerang kearah pendekar dewa bumi yang memiliki tombak energi Qi tersebut langsung menebas pedang miliknya kearah lawannya itu.
"Pedang Penebas Karang!." Teriak Duan Meng.
Lawannya langsung menangkis serangan tersebut dengan tombak yang sudah dialiri energi Qi yang dia miliki sambil meningkatkan perisai pelindung miliknya.
Booommm
Benturan kedua senjata yang sudah di aliri energi Qi.
Tubuh lawannya langsung terdorong kebawah karena kalah tingkat kultivasi dengan Duan Meng.
Wanita itu pun tidak membiarkan lawannya tersebut.
Duan Meng pun melesat turun dan langsung menyemburkan energi api Putih dari mulutnya.
Karena posisi lawannya yang terdorong kebawah akibat kekuatan energi Qi milik Duan Meng, sehingga pria itu tidak bisa merubah posisi tubuhnya untuk menghindar.
Booommm
Bunyi ledakan saat serangan semburan api putih milik Duan Meng mengenai tubuh lawannya tersebut.
Walau pun tubuhnya masih di selimuti oleh perisai energi Qi miliknya, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi serangan api putih Duan Meng untuk menghanguskannya.
Duan Meng langsung menangkap inti jiwa dan meraih cincin ruang milik lawannya dan langsung membiarkan tubuh yang telah hangus tersebut jatuh ke tanah.
Saat Duan Meng baru saja memasukkan inti jiwa dan cincin ruang milik lawannya, dari belakang tubuhnya ratusan pedang milik lawan yang satunya lagi sedang meluncur mengincar tubuhnya.
Duuuaaarrr...duuuaaarrr...duuuaaarrr
Bunyi ledakan terjadi saat ratusan pedang itu menghujam tubuh Duan Meng.
Tubuh wanita itu langsung menabrak pepohonan sebelum terjatuh ke tanah.
Pohon yang di tabraknya langsung hancur dan terbakar serta menciptakan sebuah lobang besar di atas permukaan tanah tempatnya terjatuh.
Yuan Jiali yang melihat hal tersebut langsung melesat kearah dimana Duan Meng terjatuh, walau pun awalnya tangan wanita itu di tahan oleh Ma Guang.
Pendekar dewa bumi yang melihat hal itu sedikit merasa legah, namun dirinya tidak berniat untuk melarikan diri.
Kejadian yang menimpa Duan Meng itu hanya selisi sepuluh detik saja dari apa yang Zhou Lu Yun alami.
Namun keadaan Zhou Lu Yun tidak seperti apa yang Duan Meng alami.
Karena setelah terkena serangan cakar lawannya, Zhou Lu Yun dengan cepat kembali bisa membetulkan posisi tubuhnya di udara.
Hal itulah yang membuat Yuan Jiali pun tidak bisa menahan dirinya untuk melihat kondisi Duan Meng.
__ADS_1
Sedangkan Zhou Lu Yun sendiri kini sudah bersiap lagi untuk kembali menyerang pendekar dewa langit itu
Lawannya pun tidak diam saja, pendekar langit itu kini langsung bersiap juga untuk meladeni serangan Zhou Lu Yun itu.
Pedang di tangan Zhou Lu Yun langsung di persiapkannya dengan menggunakan teknik pedang hampa dan juga teknik langkah bayangan miliknya sambil mempersiapkan semburan api phoenix miliknya.
Zhou Lu Yun langsung melesat menuju ke tempat dimana lawannya berada untuk menyerangnya.
Saat tubuh Zhou Lu Yun sudah berada sekitar lima belas meter dari lawannya, pendekar dewa langit tersebut langsung mengeluarkan energi Qi yang berbentuk seperti seekor Harimau langsung menyambut serangan Zhou Lu Yun yang juga langsung mengaum.
Gelombang energi Qi itu bagaikan tembakan meriam yang besar mengarah ke tubuh Zhou Lu Yun.
Hal tersebut sudah di perhitungkan dengan matang oleh Zhou Lu Yun.
Wanita cantik itu yang kini seluruh tubuhnya sudah di selimuti api biru yang berbentuk burung phoenix itu dengan cepat langsung bergerak kesamping untuk menghindari serangan tersebut.
Sambil memutar tubuh wanita itu langsung kembali ke jalur serangannya.
Harimau tersebut langsung kembali dan mengejar Zhou Lu Yun.
Namun tubuh wanita itu kini sudah berada dekat dengan tubuh lawannya.
Cakar pendekar dewa langit itu sudah bersiap untuk menyerang tubuh Zhou Lu Yun.
Setelah merasa tepat untuk menyerang, pendekar dewa langit itu langsung melepaskan serangan cakarnya ketubuh wanita tersebut.
Namun hasil serangan tersebut hanya mengenai udara kosong, sebab tubuh lawannya sudah tidak lagi berada di tempat yang dia serang.
Booommm...booommm
Setelah dua kali tebasan pedangnya, Zhou Lu Yun langsung berbalik untuk menyemburkan api biru miliknya ke tubuh lawannya itu.
Namun serangannya itu langsung di halau oleh harimau yang terbentuk dari energi Qi milik lawannya.
Booommm
Ledakan besar pun terjadi dan membuat tubuh Zhou Lu Yun kembali terdorong kebelakang sejauh puluhan meter.
"Sial! SeranganKu masih bisa juga di halau olehnya!." Gumam dengan nada suara yang kesal.
Wanita itu pun kembali merencanakan serangan baru untuk lawannya tersebut.
"Sepertinya teknik langkah bayangan masih efektif untuk di gunakan! Aku akan mencobanya sekali lagi dan akan langsung menyemburkan energi api milikKu serta teknik siulan burung phoenix milikKu!." Pikir Zhou Lu Yun yang langsung kembali menyerang lawannya.
Pendekar dewa langit itu pun kembali menyiapkan serangan energi Qi miliknya.
Posisi pendekar dewa langit itu selalu menunggu serangan yang di lancarkan oleh lawannya.
Hal tersebut di sebabkan karena walau pun tingkat kultivasinya lebih tinggi dari Zhou Lu Yun, tetapi kekuatan serangan energi api yang di miliki oleh wanita itu, lebih dasyat di bandingkan kekuatan serangan energi yang dia miliki.
Jika pendekar langit itu tidak memiliki pengalaman dalam bertarung, sudah bisa di pastikan dirinya akan dengan cepat terluka.
__ADS_1
Karena pasti sebagai seorang pendekar pria yang tingkat kultivasinya lebih tinggi dari lawannya, dengan sangat ceroboh akan mengganggap remeh lawan di depannya itu dan langsung menyerang tanpa perhitungan terlebih dahulu.
Walau pun demikian, kini energi Qi milik pendekar dewa langit itu mulai terkuras.
Hal itu karena dirinya sudah menggunakan dua teknik terkuatnya secara bersamaan, yaitu tubuh seekor harimau yang terbentuk dari energi Qi miliknya sambil mengaum.
Teknik tersebut sebenarnya adalah serangan pamungkas miliknya yang harus mendapatkan momentum yang tepat untuk melepaskan serangan tersebut.
Namun serangan tersebut bisa di hindari oleh Zhou Lu Yun pada waktu yang tepat.
Zhou Lu Yun kini kembali menyerang pendekar dewa langit itu.
Kini Zhou Lu Yun langsung mengantisipasi serangan seekor harimau yang terbentuk dari energi Qi dengan aumannya, sebab serangan tersebut dapat di rasakan oleh wanita itu saat melewati samping tubuhnya.
Kini Zhou Lu Yun langsung melepaskan serangan energi Qi api yang berbentuk seperti bulan sabit yang berasal dari pedang miliknya sebagai serangan mengalihan agar lawannya tidak bisa mengeluarkan teknik andalannya tersebut.
Lima buah energi Qi api biru yang berbentuk bulan sabit itu dengan kecepatan penuh menuju kearah pendekar dewa langit itu.
Melihat serangan tersebut, pendekar dewa langit itu tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, sebab keempat serangan lainnya mengarah ke tempat dimana dirinya akan menghindari serangan yang pertama.
"Sial! Cerdik juga wanita ini!." Gumam pria itu sambil membentuk perisai pelindung di tubuhnya.
Hal itu langsung di manfaatkan oleh Zhou Lu Yun dengan siulan burung phoenix surgawi yang bisa memekakkan gendang telinga seorang pendekar dewa surgawi tingkat dasar sekali pun.
Namun bisa juga menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya.
Serangan siulan tersebut langsung di balas dengan serangan auman singa milik lawannya.
Dua gelombang itu pun langsung bertemu.
Booommm
Ledakan pun terjadi, namun serangan gelombang suara milik Zhou Lu Yun belum berhenti sampai di situ.
Gelombang suara milik Zhou Lu Yun sangat tajam sehingga mampu meledakkan gelombang suara auman milik lawannya dan terus menerobos menyerang tubuh lawannya.
Blaaarrr
Perisai energi milik lawan Zhou Lu Yun langsung hancur dan membuatnya terdorong mundur.
Zhou Lu Yun tetap melesat menyerang lawannya dengan semburan api biru miliknya.
Booommm
Tubuh pendekar dewa langit itu langsung terjatuh kebawah dan membentur tanah.
Duuuaaarrr
Benturan tersebut langsung menciptakan lubang di permukaan tanah dengan tubuh pendekar dewa langit terbenam di dalamnya.
~Bersambung~
__ADS_1